Hamilton Sepelekan Impresif Ferrari

Penulis: Darmansyah

Jumat, 24 April 2015 | 07:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Lewis Hamilton, “driver” Mercedes, mulai berulah dengan menyepelekan seluruh tim Formula One, atau F1, dengan mengatakan, tak ada lomba yang sebenar-benarnya di sirkuit di musim 2015 ini kecuali dengan rekan setim, Nico Rosberg.

Juara dunia dua kali itu menilai duel dengan rekan setim berlangsung adil karena mobilnya relatif sama.

Hamilton musim ini memang masih akan bersaing dengan Nico Rosberg, yang merupakan rekan setimnya, untuk memburu gelar juara dunia. Musim lalu, dia berhasil mengungguli Rosberg dengan selisih enam puluh tujuh poin di papan klasemen, hingga menutupnya sebagai juara.

Sepanjang perjalanan kariernya, Hamilton sebelumnya berpartner dengan tiga pebalap lain yakni Fernando Alonso, Heikki Kovalainen, dan Jenson Button. Dari semuanya, hanya Button yang mampu mengungguli Hamilton di musim balapan 2011.

Hamilton sendiri mengaku menikmati pertarungan dengan rekan setim. Baginya hanya dengan mengendarai mobil yang sama, maka yang terbaik benar-benar bisa ditentukan.

“Saya pikir pada akhirnya Anda tidak akan pernah menjalani balapan yang sesungguhnya kecuali mengendarai mobil yang sama. Karena akan selalu ada perbedaan-perbedaan di mobil. Mobil yang satu mungkin punya sedikit keunggulan tenaga, yang satunya lagi mungkin lebih baik di rem,” katanya dikutip Crash.

“Saya ingat ketika persaingan berlangsung antara McLaren dan Ferrari. Mereka punya wheelbase yang sedikit lebih panjang, mobil mereka lebih baik dalam menjaga ban terutama yang belakang. Punya mereka cenderung understeer, sedangkan punya kami oversteer.”

“Jika Anda bertarung dengan rekan setim Anda, itu adalah pertarungan sesungguhnya ketika Anda punya material yang sama. Mobilnya hampir lebih serupa jadi saya menantikan kesempatan pertarungan itu. Tapi tak hanya dengan Nico, juga dengan Kimi dan Sebastian,” imbuh eks driver McLaren itu.

Tentang persaingan Hamilton dan Rosberg, bos Mercedes Toto Wolff mengatakan,bisa memahaminya.
Ia menghendaki Rosberg memberi perlawanan berarti buat Lewis Hamilton di sisa musim ini. Untuk mengalahkan Hamilton, Rosberg disarankan meningkatkan hasil di kualifikasi.

Dalam empat balapan yang sudah dilewati pebalap Jerman itu masih belum sanggup finis di depan Hamilton. Rosberg dua kali finis di belakang Hamilton, yang juara di Australia dan China bahkan sempat “terpeleset” ke podium ketiga di Malaysia dan terakhir Bahrain.

Start kurang maksimal diyakini menjadi penyebab Rosberg belum juga meraih kemenangan di musim ini.
Ia dua kali mengawali lomba dari posisi kedua dan sisanya dari posisi ketiga. Sementara itu, Hamilton sukses mengamankan pole position dan memenangi tiga dari empat balapan pertama.

Walau begitu, Wolff meyakini Hamilton tidak akan lantas membalap “sendirian” dalam bendera Mercedes. Agresivitas Rosberg di Sakhir menyakinkan Wolff bahwa pebalapnya itu akan memperlihatkan kemampuan terbaiknya di balapan berikutnya.

“Akhiri kualifikasi dengan pole position dan mengendalikan balapan dari sana,” jawab Wolff saat ditanya apa yang dibutuhkan Rosberg untuk bersaing dengan Hamilton.

“Anda melihat Lewis meraih pole dan melesat dan mengendalikan balapan di Bahrain, sama dengan yang terjadi di China, itu adalah kunci untuk mendapatkan poin maksimal.”

“Ini baru empat balapan pertama, masih ada 15 balapan tersisa — yang mana masih cukup banyak,” sambung dia di Autosport.

“Jadi saya tidak ragu setelah cara membalapnya di Bahrain, yang begitu luar biasa, kita akan melihat Nico yang sangat tangguh bangkit di lain waktu,” demikian Wolff.

Mercedes memang masih menempatkan para pebalapnya di puncak klasemen sementara F1 2015 meskipun keduanya tak lagi bisa leluasa meraih kemenangan. Itu dikarenakan tampilnya Ferrari yang terus mengancam.

Sampai dengan empat balapan sejauh ini juara bertahan Lewis Hamilton masih memuncaki klasemen berkat tiga kemenangan, dengan satu balapan lain ia akhiri di posisi dua. Nico Rosberg di posisi dua berkat sepasang finis kedua dan ketiga.

Dalam empat seri balapan ini Ferrari terlihat mampu memberi perlawanan dengan menempatkan salah satu dari pebalapnya di podium.

Selain satu kemenangan dari Sebastian Vettel, yang kini menempati posisi tiga klasemen dengan selisih satu poin saja dari Rosberg, Kimi Raikkonen juga menempati posisi empat–salah satunya berkat finis kedua di GP Bahrain.

Hasil-hasil itu bukan cuma membuat balapan kini jadi lebih sulit ditebak, melainkan juga diprediksi Mercedes takkan bisa kembali bersaing secara internal memburu gelar juara–sebagaimana halnya musim lalu yang jadi musim pertama regulasi V6 turbo.

“Kami sempat terlibat sebuah balapan bagus, dan saya pikir olahraga ini dalam kondisi bagus dan kami sudah melihatnya pada balapan kali ini. Ada dua tim yang bertarung amat sengit dalam berebut kemenangan,” kata bos Mercedes Toto Wolff.

“Ini merupakan sebuah kejuaraan dan ini jadi lebih terasa wajar dengan adanya tim-tim yang bersaing memperebutkan kemenangan dalam setiap balapan dan itu tidak pernah mudah,” lanjutnya seperti dikutip ESPN F1.

espnf1, crash dan autosport

Komentar