Hamilton-Rosberg, Siapa Jadi Juara?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 20 November 2014 | 10:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Di Abu Dhabi, di ujung pekan ini, Minggu, 23 November 2014, titik didih persaingan lomba balap Formula One mencapai puncaknya lewat dominasi “dua” Mercedes , Lewis Hamilton dan Noco Rosberg. Keduanya, sepanjang seri musim 2014, saling mengisi podium puncak, akan menegaskan siapa yang pantas untuk menjuarai lomba.

“Salah satu dari mereka akan jadi juara dunia. Hamilton memang unggul poin, tapi apakah dia lebih baik?” tulis situs “crash” memanaskan situasi.

Unggul tujuh belas poin dari rekan satu timnya, Rosberg, Hamilton berada dalam posisi aman karena dia cuma harus finis di posisi enam untuk jadi kampiun. Tapi aturan poin ganda di seri pamungkas musim ini membuat kondisinya jadi lebih rumit.

Dikutip dari BBC, secara statistik Hamilton memang masih lebih baik dari rekan setimnya itu. Paling tidak dari hasil delapan belas balapan yang sudah digelar di musim ini.

Terkait pole position, Rosberg lebih oke dibanding Hamilton. Namun dari situlah Hamilton menunjukkan dirinya lebih baik karena meski lebih sering start dari belakang dia justru bisa meraih kemenangan lebih banyak. Hamilton sudah sepuluh kali jadi kampiun sementara Rosberg dapat lima.

Rosberg dua kali menyalip Hamilton saat keduanya dapat posisi start di dua baris terdepan dengan catatan keduanya berhasil finis. Salah satunya dilakukan Rosberg di Monaco, tempat di mana menyalip jadi aksi yang sangat sulit dan membahayakan.

Sementara Hamilton dua kali menyusul Rosberg di atas lintasan untuk mengantarnya jadi pemenang, sebagai catatan Rosberg tak pernah melakukan hal yang sama. Dua kali di Bahrain dan Spanyol, Rosberg sebenarnya punya mobil lebih cepat tapi dia tetap gagal menyusul rekannya itu.

Berbicara soal nasib buruk, Hamilton ‘lebih unggul’ karena dia tiga kali gagal finis di Australia, Kanada, dan Belgia. Sementara Rosberg gagal menuntaskan balapan di Inggris dan Singapura

“Itu sulit. Lewis sudah memenangi sepuluh balapan – lebih dari Nico. Hamilton punya lebih banyak poin. Hamilton menjalani beberapa drama musim ini yang membuat dia tak bisa mendapat posisi start bagus, karena mobilnya terbakar atau mengalami masalah rem di kualifikasi.

Tapi ada Nico yang mengalahkan Lewis di kualifikasi. Mungkin Hamilton bisa dinilai sebagai pebalap yang lebih tanguh dalam hal kecepatan.”

“Yang kita lihat sepanjang tahun ini adalah pertarungan seimbang antara dua pebalap yang layak jadi juara. Anda akan selalu bisa mengagumi Lewis sebagai pebalap yang lebih bertalenta, lebih cepat dan meraih lebih banyak kemenangan serta punya lebih banyak masalah dengan reliabilitas mobil.”

“ Atau Anda mungkin ada di grup Nico dan menganggapnya sebagai pebalap yang lebih cepat dan layak jadi juara dunia,” papar Bos Tim Mercedes F1, Toto Wolff.

Setelah menggondol titel juara dunia konstruktor, Mercedes akhir pekan ini akan menyaksikan dua pebalapnya berduel untuk jadi juara dunia F1. Bos motorsport Mercedes Toto Wolff menegaskan siapa pun yang keluar jadi juara akan sama saja untuk tim itu.

“Saya peduli pada keduanya dengan porsi sama. Mereka sama-sama bagus buat merek kami karena punya kepribadian berbeda dan pebalap-pebalap bagus, jadi untuk Mercedes tak peduli siapa yang menjadi juara dunia,” tutur Wolff di ESPN F1.

Sengitnya balapan di GP Abu Dhabi sendiri akan turut diwarnai dengan sistem poin dobel yang sudah menuai pro dan kontra. Kubu Mercedes sejatinya tak terlalu menyenangi sistem itu meskipun Wolff tahu benar bahwa pada akhirnya yang akan dicatat sejarah adalah siapa yang menjadi kampiun.

“Anda bisa bilang ‘peraturan tetaplah peraturan’ dan kami tahu apa peraturannya. Jika Anda kalah karena tak punya cukup poin maka yang tercatat dalam sejarah adalah Anda menang atau kalah. Peraturannya sudah begitu dan siapa pun yang meraih poin terbanyak akan jadi juara dunia.

“Anda harus pragmatis. Kendatipun beberapa dari kami mungkin punya perasaan berbeda mengenai sistem itu dalam situasi tertentu, peraturannya sudah begitu. Siapa pun yang menjadi juara akan menorehkan namanya dalam sejarah dan demikanlah,” sebut Wolff.

Komentar