Hamilton-Nico Rosberg Mulai Saling Jegal

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 22 November 2014 | 10:05 WIB

Dibaca: 1 kali

Sikut-sikutan dua pilot jet darat tim Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, mulai terjadi di dua latihan bebas, Jumat malam, 21 November 2014 di GP Abu Dhabi, ketika keduanya saling adu cepat, dan Lewis Hamilton memenangkan dua sesi itu.

Minggu malam WIB, 23 November 2014, lomba kedua “driver” tim Mercedes itu akan mencapai puncaknya.. Siapa yang akan keluar sebagai juara musim ini, akan ditentukan di seri penutup atau final di GP Abu Dhabi.

Persaingan panas keduanya dalam musim ini telah terjadi sejak seri pertama Formula One di mulai. Saling komentar dan saling jegal di trek. Bahkan keduanya sempat terlibat adu mulut ketika masing-masing pihak membahayakan yang lainnya.

Tapi hanya beberapa kalangan yang sudah tahu betul bahwa keduanya sudah ‘doyan’ saingan sejak masih usia dini, kala meniti karier di kompetisi go-kart, sekitar empat belas tahun silam.

Menilik masa lalu keduanya, Hamilton dan Rosberg bahkan sudah setim dan saling bersaing di tim yang sama, Team MBM di pentas Formula A Karting. Tak hanya di atas lintasan, keduanya juga jadi rival soal selera makan, terutama kalau sudah menyangkut salah satu makanan kesukaan mereka, pizza.

Hal tersebut diungkapkan mantan rekan keduanya, Robert Kubica. Adu balap siapa yang lebih cepat makan pizza antara keduanya, jadi salah satu ingatan terunik yang terekam di memori Kubica.

“Sebagai anak kecil, saya pribadi tak terlalu menyukai pizza, tapi saya ingat ketika sering makan malam bersama dengan Lewis dan Nico. Mereka bahkan balapan makan pizza, mereka makan dua slice sekaligus,” beber Kubica, seperti dikutip BBCSport, Jumat.

Sedianya tak hanya soal pizza. Segala hal pun dijadikan persaingan antara dua pilot asal Inggris dan Jerman itu, salah satunya hobi unicycling atau bersepeda dengan satu roda. Hobi lainnya yang juga sering dijadikan kompetisi adalah pingpong, sepakbola dan video games.

Awalnya, Rosberg yang pandai mengayuh sepeda yang sering digunakan para akrobat di sirkus itu. Namun Hamilton perlahan bisa mempelajarinya dan sering balapan unicycling ketika sedang tak mengaspal di atas trek.

“Selalu ada kompetisi. Mereka saling ingin menang, saling mengalahkan. Tapi mereka tak sampai berkelahi. Kompetisi yang bersahabat. Selalu ada tawa setelah itu,” tambah mantan driver F1 yang sempat kecelakaan parah saat ikut event reli eksebisi itu.

Memori unik lain juga diungkapkan mantan bos Team MBM, Dino Chiesa. Di ingatan Chiesa, Hamilton dan Rosberg selalu ditempatkan di kamar hotel yang sama. Selain bikin gaduh dan kerap mengharuskan Chiesa mencari es krim di malam suntuk ketika mereka terjaga karena tak bisa tidur.

“Mereka berdua sangat suka es krim, terutama rasa vanilla. Sepanjang malam, mereka selalu ingin makan es krim, jadi saya harus pergi dan mencarinya setiap malam agar mereka senang. Tapi itu hanya kenakalan anak-anak,” timpal Chiesa.

Kini keduanya sudah tumbuh jadi pejantan paling dominan di jet darat F1 musim ini. Chiesa sudah sejak dulu mengibaratkan keduanya bak Ayrton Senna yang punya karakter meledak-ledak dan Alain Prost dengan wataknya yang kalem.

“Nico orangnya tenang dan sopan. Dia tak kekanak-kanakan karena dia anak tunggal di keluarganya. Lewis lebih agresif. Dia selalu berlebihan dalam bermain, bertarung dan bercanda,” lanjutnya.

“Nico terbiasa menerima status nomor dua saat balapan, tapi Lewis selalu ingin menang. Dia benci jadi nomor dua, dia selalu bertarung untuk menang. Karena dia tahu bahwa dia yang terbaik. Dia akan marah, menangis. Itu yang terjadi setiap kali saat dia kalah,” tutup Chiesa.

Komentar