Hamilton dan Mimpinya di GP Singapura

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 September 2014 | 09:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Lewis Hamilton mendepak rekan satu timnya, Nico Rosberg untuk mewujudkan mimpinya memenangkan lomba seri Formula One di GP Singapura dalam balapan “kota” di malam Sabtu WIB, 21 September 2014.

Mengawali balapan dari posisi terdepan, Lewis Hamilton sekaligus menjadi pemenang GP Singapura. Pebalap Mercedes itu mengaku memang sudah memimpikan kemenangan.

Di sirkuit jalan raya Marina Bay, Hamilton melengkapi posisi pole dengan fastest lap dan podium teratas dalam balapan.

Kemenangan keduanya di Singapura, setelah lima tahun lalu itu membuat Hamilton berhasil menggeser rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg, dari pucuk klasemen.

“Tentu aku sudah memimpikan ini akan terjadi kemarin malam, tapi tak pernah menyangka itu akan benar-benar terjadi,” kata Hamilton di Planet F1.

“Terima kasih kepada timku, apa yang mereka lakukan tahun ini benar-benar luar biasa. Sepanjang balapan, menyenangkan untuk mengetahui kami punya sebuah mobil tangguh untuk bisa berada di atas sini. Aku takkan bisa melakukan ini tanpa timku.

“Aku sudah menantikan menjalani akhir pekan tanpa masalah, dan inilah yang aku tunggu. Tentu saja tak sempurna untuk tim, kami selalu berusaha finis satu dua, jadi masih ada yang harus dibenahi,” tegas Hamilton.

Di balapan tersebut Rosberg mengalami masalah pada mobilnya dan cuma bisa menjalani tiga belas lap. Ia kini menempati posisi dua klasemen, tertinggal tiga angka dari Hamilton.

Nico Rosberg tak dapat angka, dan harus kehilangan posisi teratas klasemen. Ia pun kini punya Pekerjaan Rumah untuk diselesaikan sebelum balapan berikutnya.

Rosberg sudah mengalami masalah sedari awal balapan GP Singapura, setelah masalah pada bagian setir mobil membuatnya mesti start dari jalur pit.

“Itu benar-benar perasaan yang buruk, melihat semua pebalap melaju. Saat itu tahu sudah selesai,” aku Rosberg kepada Sky Sports yang dikutip Reuters.

Sempat melaju, pada akhirnya Rosberg mesti menepi akibat masalah pada mobilnya tersebut. Ia pun gagal menambah poin dalam balapan itu.

“Saat itu setir mobilnya tak berfungsi jadi aku tak memiliki tenaga hybrid, saat mengganti gigi pun pergantiannya langsung dua sekaligus dan aku tak memiliki DRS,” ucap Rosberg.

“Mobilnya benar-benar tak berfungsi sama sekali. Dan kemudian tak ada gunanya untuk lanjut. Ini benar-benar hari berat,” jelasnya.

Hasil tersebut membuat rekan setim Rosberg, Lewis Hamilton, mengambil alih pimpinan klasemen menyusul kemenangannya di Singapura. Kedua pebalap kini terpaut tiga poin.

“Aku masih kecewa dengan hari ini karena masalahnya reliabilitas lagi. Itu merupakan kelemahan yang kami miliki di tim dan kami mesti membenahinya, mencari akar masalahnya, dan kemudian berusaha memahami apa yang terjadi hari ini lalu bertarung lagi di Suzuka,” seru Rosberg.

GP Singapura menjadi seri balapan terakhir bulan September ini. Balapan berikutnya akan hadir pada 5 Oktober 2014 mendatang pada GP Jepang.

Sementara itu juara tahun lalu dari Red Bull, Sebastian Vettel menyebut GP Singapura kali ini amatlah berat. Bukan cuma karena karakterisik di lintasannya, tapi juga akibat waktu kemunculan safety car di lintasan.

Vettel berhasil finis kedua dalam balapan Minggu malam WIB, di belakang sang pemenang dari Mercedes Lewis Hamilton. Satu podium lagi diisi oleh Daniel Ricciardo, rekan setim Vettel, di posisi tiga.

Hasil itu sendiri tidak diraih Vettel dengan mudah. Momen masuknya safety car membuat ia harus bergulat dengan ban yang sudak lagi prima di tengah-tengah ancaman Ricciardo.

“Aku start dengan baik, melewati Daniel, kemudian membuat balapan yang cukup bagus, tapi kemudian Safety Car masuk di saat terburuk buat kami dengan ban sudah di ambang batas,” tutur Vettel di Planet F1. “Berusaha tetap menggunakan set ban terakhir. Ada tekanan dari Daniel tapi kami berhasil melakukannya.”

Selain itu, durasi waktu balapan di Singapura juga membuat jalannya balapan jadi semakin menantang. Itu mengapa keberhasilan naik podium kedua, capaian terbaik Vettel musim ini, menjadi kian terasa menyenangkan.

“Itu balapan yang berat, dua jam. Kami kembali membalap dua jam penuh. Cukup panas, mobilnya banyak meluncur jadi kami harus benar-benar fokus. Ini sudah pasti merupakan balapan yang kami nikmati sebagai pebalap sehingga berdiri di atas sini dengan sampanye cukup menyenangkan,” aku Vettel.

Komentar