Gelegar Kemenangan Rossi di Assen

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 Juni 2017 | 10:01 WIB

Dibaca: 2 kali

Valentino Rossi masih bertaji. Dan taji itu ditanamkannya  di Assen, MotoGP Belanda, Minggu pekan lalu, dengan menggilas Petrucci dar Ducatai Pramac  untuk berada di podium teratas.

Dan kemenangan ini sekaligus memberi isyarat bahwa Rossi masih akan terus menekan dalam lomba berikutnya.

Namun begitu, kemenangan Rossi ini masih banyak di”cemburui” oleh lawannya. Bahkan ada yang mengatakan Petrucci sengaja memberi “the doctor” kemenangan.

Lantas Danilo Petrucci pub berang.

Dengan jujur Petrucci mengakui memang  bisa mengalahkan Rossi  andai tidak terganggu pebalap Suzuki, Alex Rins.

Petrucci hanya kalah dengan selisih waktu sangat tipis dari Rossi

Pebalap asal Italia itu sempat menyalip Rossi di beberapa lap terakhir, namun kemudian gagal mempertahankan posisi.

Petrucci mendapat sejumlah serangan melalui media sosial usai balapan di Sirkuit Assen. Mantan pebalap Ioda itu diklaim membantu Rossi meraih kemenangan di GP Belanda.

“Saya membantu Rossi? Mereka bisa pergi ke neraka. Musim ini saya sudah beberapa kali mengalahkan Rossi. Di lap-lap terakhir saya memberikan segalanya,” ujar Petrucci seperti dikutip dari Sport Fair.

Usai balapan GP Belanda, Petrucci mengatakan Rins menghalangi lajunya untuk menyalip Rossi di lap terakhir.

Rins merupakan salah satu dari tiga pebalap yang di-overlap Rossi dan Petrucci, selain Jorge Lorenzo dan Hector Barbera.

“Usai balapan Rins datang ke paddock dan minta maaf, kemudian Davide Brivio (direktur pelaksana Suzuki), dan mekanik Suzuki. Saya melihat lagi balapan, di kondisi trek kering, mungkin saya tidak akan mungkin menyalip Rossi,” ucap Petrucci.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Petrucci merupakan salah satu pebalap yang mengidolakan Rossi.

Petrucci adalah salah satu pebalap yang memberi dukungan kepada The Doctor saat kontroversi MotoGP duamusim lalu, ketika Marc Marquez dituduh membantu Jorge Lorenzo.

Petrucci juga diklaim memberi kesempatan Rossi untuk menyalipnya ketika GP Valencia, pada seri pamungkas di mana The Doctor mendapat sanksi start dari belakang.

Petrucci sendiri meraih musim terbaiknya di MotoGP sejauh ini. Selain merebut podium di GP Belanda, Petrucci juga sukses finis posisi ketiga di GP Italia.

Kemenangan Rossi di Assen merupakan sejarah rekor baginya.

Ia merupakan  pebalap tersukses di Sirkuit Assen

Menarik untuk membandingkan sosok Rossi ketika kali pertama merebut kemenangan di Sirkuit Assen dengan kemenangan akhir pekan lalu.

Rossi merebut kemenangan pertamanya di Sirkuit Assen pada kelas bawah dua puluh tahun lalu.

Ketika itu Rossi yang memperkuat Aprilia berhasil mengalahkan dua pebalap asal Jepang, Tomomi Manako dan Kazuto Sakata.

Rossi yang masih  delapan belas tahun ketika itu masih memiliki rambut panjang. Tidak ada warna kuning ciri khas The Doctor saat ini di kostum balap Rossi muda.

Satu hal lainnya yang berbeda, Rossi muda ketika itu belum menggunakan anting di telinga kiri.

Hampir dua puluh  tahun kemudian, Rossi kembali meraih kemenangan di Sirkuit Assen setelah mengalahkan Danilo Petrucci pada balapan MotoGP Belanda. Perbedaan mencolok adalah, kepala Rossi hampir pelonto

Sudah ada warna kuning di kostum balap Rossi. Di podium Assen 2017, Rossi juga mengenakan kacamata hitam. Satu hal yang sama adalah, Rossi terlihat ekspresif di atas podium.

Total Rossi sudah mengoleksi sepuluh kemenangan di Sirkuit Assen.

Rossi juga meraih delapan kemenangan MotoGP di Sirkuit Assen.

Bagi Rossi kemenangan di MotoGP Belanda, akhir pekan lalu, terasa semakin spesial karena sudah lebih dari satu tahun pebalap gaek itu gagal meraih kemenangan di MotoGP.

“Saya tidak ingin mengatakan saya merasakan tekanan, tapi menang setelah sekian lama tidak, sangat menyenangkan. Ini bukan soal angka rekor yang penting, tapi lebih kepada sensasi kemenangan,” ujar Rossi seperti dikutip dari Super Bike Plane

Usai balapan di Assen,  Rossi melayang permintaan maafnya kepada Jorge Lorenzo setelah melakukan overlap terhadap mantan rekan setimnya di Movistar Yamaha tersebut.

Keputusan Ducati membuat Lorenzo di-overlap Rossi. Dua pebalap lainnya yang di-overlap Rossi adalah Hector Barbera (Avintia) dan pebalap rookie Suzuki Alex Rins.

Melakukan overlap di ajang MotoGP adalah sesuatu yang sangat jarang. Kondisi itu membuat Rossi mengungkapkan permintaan maaf kepada Lorenzo.

“Saya minta maaf karena sudah meng-overlap Lorenzo, tapi dia yang melihat ke belakang dan memberi saya ruang untuk menyalip,” ujar Rossi seperti dikutip dari Super Bike Planet.

Sukses di GP Belanda membuat Rossi mengakhiri paceklik kemenangan di MotoGP yang sudah bertahan lebih dari satu tahun. The Doctor juga meraih kemenangan kesepuluhnya di Sirkuit Assen pada semua kelas.

“Setelah satu tahun tanpa kemenangan, bahkan orang-orang di bar mengatakan sudah saatnya saya kembali menang. Saya tidak ingin mengatakan saya merasakan tekanan, tapi menang setelah sekian lama tidak, sangat menyenangkan,” ucap Rossi.

“Ini bukan soal angka rekor, tapi lebih kepada sensasi kemenangan. Saya bangga bisa meraih kemenangan kesepuluh di Assen, sama seperti yang saya lakukan di Barcelona. Dua trek ini, bersama Mugello, adalah favorit saya,” sambungnya.

Komentar