F1 2015 : Mercedes, Mungkin, Lebih Cepat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Februari 2015 | 08:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Walau pun Ferrari dan Red Bull memberi “perlawanan” dalam dua tes dua seri pramusim Formula One di Sirkuit Jerez dan Catalunya, Spanyol, tim Mercedes, dengan duo pebalap Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, masih menjadi favourit untuk memenangkan lomba di musim 2015 ini.

Mercedes memang belum tampil sempurna di dua seri ujicoba pra musim. Tapi mereka memiliki “kekuatan” ketika perlombaan sebenarnya di mulai 15 Maret 2015 di Albert Park Sircuit, GP Australia.

Jenson Button, pebalap asal Mc Laren, kepada “crash,” Rabu, 25 Februari 2015, menegaskan bahwa Mercedes masih menjadi tim yang sulit digeser dominasinya.

“Saya punya waktu untuk melihat layar tapi saya tidak punya petunjuk apa yang sedang terjadi. Dalam hal yang cepat dan siapa yang tidak, itu benar-benar sulit untuk dibaca,” ujar Button, setelah melihat kesimpulan tes di Barcelona.

Selain itu, Ferrari bakal kembali berjaya. Mengingat dua uji coba di Jerez dan Barcelona, tim Kuda Jingkrak itu menampilkan performa yang signifikan.

“Saya pikir lambat laun Mercedes akan tercepat, tapi Ferrari tampaknya cukup kuat, Williams sulit untuk dibaca, dan Sauber terlihat baik, jadi baik bagi mereka – Red Bull juga,” ucap Button, seperti dilansir Crash.

Berbagai persiapan menjelang gelaran Formula One 2015, sepenuhnya harus segera dilakukan bagi tim yang bakal ambil bagian.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengonfimasi bahwa timnya telah memfokuskan peningkatan kinerja mobil anyar W06.

Seperti diketahui, performa Mercedes dengan duet Hamilton dan Nico Rosberg musim lalu mampu mendominasi di setiap seri balapan. Bahkan hingga kejuaraan berakhir, hanya dua pembalap itu yang bersaing untuk mendapatkan gelar juara.

Meskipun mobil W05 di sepanjang gelaran F1 tahun lalu sangat dominan, namun kali ini Mercedes masih menemui kendala yang dihadapi mobil barunya. Apalagi di uji coba pramusim pertama di Jerez, Spanyol awal Februari, jet darat W06 tak mampu bersaing ketat.

Hamilton yang menjadi jawara pada musim lalu, menilai timnya sudah melakukan beberapa perbaikan terhadap mobil anyarnya. Meski begitu, pembalap berjuluk The Boss itu yakin Mercedes akan segera menunjukan keperkasaannya.

“Kami telah melakukan beberapa tes dengan jarak tempuh yang besar, dan banyak perhatian terhadap proses untuk mencoba serta memperbaiki mobil baru kami.”

“Mercedes selalu berhasil dengan persentase yang baik dan waktu akan menjawab itu. Tapi saya pikir, saat ini kami lebih baik,” jelas Hamilton kepada Crash.

“Pengujian mobil setiap tahunnya terasa lebih pendek dan lebih pendek. Namun, selalu ada upaya lebih, dari yang Anda bisa lakukan sekarang,” tambahnya.

Direktur Renault, Cyril Abiteboul, percaya Red Bull dan Toro Rosso mampu menyulitkan Mercedes di balapan Formula One musim 2015. Keyakinan itu muncul setelah melihat sesi tes pramusim yang dilakukan kedua tim tersebut di sirkuit de Catalunya, Spanyol.

Saat itu, di hari kedua sesi tes pramusim, Daniel Ricciardo yang membela panji Red Bull mampu menjadi yang tercepat mengalahkan tim-tim yang dipasok langsung oleh Mercedes.

Akan prestasi itu, pria asal Prancis tersebut yakin Red Bull dan Toro Rosso mampu membuat gebrakan saat Grand Prix F1 dimulai di sirkuit Albert Park, Australia, 15 Maret 2015.

Seperti diketahui, dari sekian banyak tim F1 yang pernah dipasok mesin Renault, kini hanya tersisa Red Bull dan Toro Rosso. Pada musim balap 2014, Lotus masih dipasok oleh Renault, namun karena mengalami prestasi yang kurang menggembirakan, Lotus memilih Mercedes sebagai pemasok mesinnya per musim 2015.

“Kami sangat yakin bisa mencapai target kami, mengurangi ketertinggalan dari Mercedes sebelum Grand Prix Australia dimulai. Kerjasama kami dengan Red Bull bergerak ke arah yang benar dan situasi terkini terlihat sangat menggembirakan,” jelasnya seperti mengutip Motorsport.

Tentunya, dengan terus melakukan perbaikan sebelum balapan dimulai pertengahan Maret 2015, bukan tak mungkin Renault kembali digdaya seperti kurun waktu 2010-2013. Saat itu, Sebastian Vettel yang masih membela Red Bull mampu menjadi juara dunia lomba balap mobil paling prestisius empat kali beruntun.

Komentar