Duel Pacman v Mayweather Pasti Sengit

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 April 2015 | 16:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Bintang tinju Amerika Serikat dekade delapan puluhan, Sugar Ray Leonard, memprediksi duel antara Manny Pacquiao melawan Floyd Mayweather Jr akan berlangsung sangat sengit.

Sang legenda tidak menutup kemungkinan kalau duel tersebut akan memberikan kejutan.

Dengan kualitas yang dimiliki, Sugar menilai Pacquiao dan Mayweather mempunyai peluang yang sama untuk menang. Ia tidak mampu menebak siapa yang akan menang, karena yakin akan banyak kejutan di dalam laga.

“Saya pikir, akan ada banyak kejutan untuk para penggemar. Itu akan terjadi sejak awal. Mereka bisa saling mendominasi,” ungkap Sugar, seperti yang diberitakan The Guardian, Selasa, 28 April.

Menurut petinju Leonard yang terkenal dengan kelincahannya melontarkan jab, Pacquiao dan Mayweather memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, kelebihan dan kekurangan keduanya tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang.

Sugar menilai, satu-satunya hal yang paling berpengaruh dan menentukan hasil akhir nanti adalah mental. Siapa yang memiliki mental dan kondisi psikologis yang lebih baik di atas ring, dia-lah yang akan menjadi pemenangnya.

“Ini lebih dari sekedar pertarungan. Ini adalah tentang sejarah. Pertarungan ini tidak hanya mengenai fisik, tapi juga melibatkan mental, psikologis, dan kondisi spiritual mereka,” papar Sugar.

Tentang perjalanan karir Floyd Mayweather Jr, enam hari menjelang laganya dengan Manny Pacquiao, New York Times menurunkan laporan khusus, tentang perkenalannya dengan dunia tinju pertama kalinya.

“Itu terjadi tidak lama setelah dirinya mulai bisa berjalan,,” tulis New York Times, Selasa, 28 April 2015.

Meskipun hidup dalam kondisi sulit, Floyd kecil sering diajak untuk sekadar melihat ayahnya berlatih di gym. Beberapa kali dirinya juga ikut melakukan latihan kecil, sampai akhirnya saat menginjak usia tujuh tahun dirinya untuk pertama kali mengenakan sarung tinju.

“Ketika orang melihat apa yang sudah saya punya saat ini, mereka tidak tahu sama sekali darimana saya berasal dan bagaimana keluarga saya hidup di keadaan yang serba tidak punya,” ujarnya pada The New York Times.

Gelar perdananya datang tahun 1993.

Saat itu dirinya memenangkan kejuaraan petinju amatir Golden Gloves untuk kelas empat puluh delapan kilogram. Sedikitnya bekas luka yang terdapat di wajahya membuat dirinya diberi julukan ‘Pretty Boy’ atau anak laki-laki yang cantik oleh rekan tinjunya.

Mayweather resmi masuk dunia tinju profesional pada sembilan belas tahun lalu. Mayweather berhasil meraih juara dunia pertamanya yaitu WBC Junior Lightweight hanya dua tahun setelah debutnya di ring profesional.

Gelarnya tersebut bagaikan pintu gerbang kesuksesannya. Sabuk juara dari berbagai kelas terus berdatangan

Klimaksnya datang ketika dirinya berhasil menang angka atas Oscar De La Hoya pada delapan tahun lalu.

Petinju yang memiliki julukan The Best Ever itu berhasil merebut gelar WBC Super Welterweight dari tangan De La Hoya. Namun tanpa disangka, Mayweather mengejutkan dunia ketika memutuskan untuk pensiun di tahun yang sama.

Namun dirinya memutuskan untuk comeback enam tahun lalu.

Kembalinya Mayweather ke atas ring ditandai oleh kemenangannya atas Robert Guerrero. Setelah pertandingan melawan Guerrero, dirinya terus melanjutkan momentum kemenangannya.

Dirinya akan kembali ke atas ring sepanjang karir profesionalnya pada Minggu 03 Mei 2015 WIB.

Pertarungan kali ini bisa jadi merupakan pertarungan paling akbar yang pernah ia hadapi. Bukan petinju Amerika Serikat atau Amerika Latin seperti yang biasa ia hadapi. Kali ini lawannya adalah petinju asal Asia Tenggara, Manny ‘Pacman’ Pacquiao.

new york times, boxing scene dan the guradian

Komentar