Duel Sepang, Marquez Tak Mikir Insidennya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 November 2018 | 09:07 WIB

Dibaca: 2 kali

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku hanya fokus untuk mengejar Valentino Rossi di MotoGP Malaysia  dan tak memikirkan hal lain, termasuk insiden tendangan Rossi  di tempat yang sama tiga tahun sebelumnya

Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia pada akhir pekan lalu. Kemenangan Marquez tak lepas dari kecelakaan yang dialami Rossi saat memimpin balapan.

“Kami hanya berjarak sepersekian detik dan pada akhirnya duel (antara Marquez dan Rossi) adalah tentang siapa yang bisa bertahan.”

“Pada momen itu saya tidak banyak berpikir bahkan saya tak mengingat momen yang terjadi tiga tahun lalu Marquez jatuh setelah ditendang Rossi),” kata Marquez dalam wawancara dengan Radio Marca seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Marquez kemudian juga membicarakan tentang persiapan kedatangan Jorge Lorenzo menuju Repsol Honda. Lorenzo kembali absen di MotoGP Malaysia karena masih cedera.

Marquez menganggap hal itu wajar dilakukan oleh Lorenzo dan mengkritik balik pihak-pihak yang menganggap Lorenzo sudah tak lagi fokus bersama Ducati

“Kita membicarakan tentang pebalap yang berlomba di Assen  setelah menjalani operasi tulang selangka. Siapapun yang menulis hal tersebut tidak mengerti apa-apa. Bila Lorenzo memutuskan untuk tidak membalap, maka hal itu karena rasa sakit yang menghalanginya,” tutur Marquez memberikan pembelaan.

Setelah Lorenzo hengkang dari Ducati, Marquez berharap Ducati musim depan tak lagi sehebat musim ini. Posisi Lorenzo akan digantikan oleh Danilo Petrucci.

“Lorenzo telah mencapai level yang bagus bersama Ducati. Karena saya di Honda, maka saya harap musim depan  tidak terlalu baik ,” ujar Marquez.

Selain itu  Marc Marquez mengaku nyaris terjatuh tiga hingga empat kalikali sebelum akhirnya meraih kemenangan di MotoGP Malaysia pekan lalu.

Marquez yang sudah mengunci gelar juara dunia  sukses meraih kemenangan di MotoGP Malaysia. Marquez yang start dari posisi ketujuh lantaran terkena penalti mampu menyusul pebalap-pebalap di depannya.

Saat ada di posisi kedua, di belakang Valentino Rossi, Marquez terus berusaha mengejar The Doctor. Marquez akhirnya meraih posisi pertama lantaran Rossi terjatuh empat lap jelang balapan usai.

Di balik kemenangan tersebut, Marquez mengakui dirinya juga nyaris celaka dan mengakhiri balapan tanpa poin.

“Hari ini adalah balapan yang sangat berat karena saya merasa kami sudah melakukan pekerjaan yang bagus sepanjang akhir pekan namun kami tak memiliki motor yang sempurna saat balapan.”

“Saya hanya mengendarai motor berdasarkan insting, dan tidak menggunakan kepala. Saya hanya berusaha untuk membalap dan memacu motor. Saya nyaris kecelakaan tiga hingga empat kali sepanjang balapan,” kata Marquez seperti dikutip dari Motorsport.

Marquez mengaku saat dirinya sukses menyusul Johann Zarco dan duduk di posisi kedua, dirinya nyaris terjatuh di tikungan terakhir.

“Ketika saya menyusul Johann, saya mulai kesulitan, Valentino Rossi sepertinya dekat namun kemudian saya kehilangan kontrol di ban depan sebelum akhirnya melakukan penyelamatan (dari kecelakaan) dengan menggunakan siku,” ucap Marquez.

Marquez menyebut bahwa dirinya mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan juara di MotoGP Malaysia.

“Rencana saya adalah terus bertahan di depan hingga akhir balapan. Saya tak lagi memiliki apapun yang tersisa, kami  sama-sama mencapai batasnya, dengan kecepatan yang sangat tinggi.”

“Kemudian saya melihat Rossi mulai kesulitan dan rencana saya tetap untuk berusaha bertahan menempel dengannya hingga akhir dan mencoba bertarung di lap terakhir,” ucap pebalap asal Spanyol

Untuk diketahui hubungan Marquez dan Rossi hingga kini belum membaik setelah insiden di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Ketika itu Marquez menyenggol Rossi hingga terjatuh dan membuat The Doctor harus finis di posisi kesembilan belas.

Ramos yang membuka kios Autographed Collectables di area mal Sirkuit Sepang punya cerita menarik usai insiden senggolan Rossi dengan Marquez. Autographed Collectables merupakan perusahaan memorabilia olahraga, terutama MotoGP, lengkap dengan tanda tangan sang pebalap.

Ramos mengaku meminta Marquez untuk menandatangani foto senggolan dengan Rossi pada balapan di Argentina. Namun, dia sempat kesulitan mendapatkan tanda tangan Marquez karena dilarang Emilio Alzamora yang merupakan manajer pebalap asal Spanyol tersebut.

“Awalnya sulit meminta tanda tangan, karena Emilio sempat melarang. Dia bilang, ‘Jangan Marc, kamu tidak bisa tanda tangan di foto itu’. Tapi, Marc mengatakan tidak apa-apa karena dia pernah berada dalam posisi ini sebelumnya bersama Rossi. Untuk tanda tangan Rossi tidak masalah,” ujar Ramos

Foto senggolan Rossi dan Marquez lengkap dengan tanda tangan menjadi salah satu item paling menarik di kios Autographed Collectables di Sirkuit Sepang.

Ketika ditanya barang memorabilia termahal yang pernah dijualnya, Ramos menyebut sepeda motor mendiang Nicky Hayden yang merupakan juara MotoGP

“Saya tidak bisa bilang ke Anda angkanya, tapi kami benar-benar mendapatkan banyak uang dari penjualan sepeda motor Nicky Hayden itu,” ucap Ramos yang mengaku perusahaannya memiliki kontrak dengan banyak pebalap MotoGP papan atas.

Ramos merupakan sosok yang tegas. Dia tidak mau koleksi memorabilia Autographed Collectables yang dijual di Sirkuit Sepang untuk difoto. Bahkan Ramos menolak permintaan  memfotonya di dalam kios.

Komentar