Dua Hari Lagi, Mayweather Jr Mulai Panik

Penulis: Darmansyah

Jumat, 1 Mei 2015 | 16:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua hari menjelang “duel abad ini,” antara Manny “Pac-Man” Pacquiao melawan Floyd “The Money” Mayweather Jr, “mind game” atau “perang psikologis” antara dua kubu berlangsung amat intes dan mulai nyerempet-nyerempet ke masalah yang sangat pribadi.

Pelatih “Pac-Man,” Freddie Roach melepaskan rumornya bahwa Mayweather Jr dipaksa untuk melawan Pacquiao. “Ia sendiri takut kalah,” kata Roach kepada “boxing news,” Jumat, 01 Mei 2015.

Sementara itu mantan juara tinju dunia kelas berat, George Foreman, ikut memberikan pendapatnya bahwa Mayweather Jr tidak boleh meremehkan Pacquiao.

“Saya pikir Pacquiao sedikit lebih baik karena dirinya adalah underdog di pertarungan ini. Tidak ada tekanan yang besar untuknya,” ucap mantan petinju 66 tahun tersebut melansir ESPN.

Dia menambahkan, Mayweather Jr akan menghadapi ujian yang sesungguhnya ketika melawan Pacquiao.
Terlebih status unggulan dan rekor yang ia pegang akan menjadi beban untuknya.

“Ketika Anda masuk ke dalam sebuah pertarungan tinju dan Anda belum pernah kalah sebelumnya, jantung Anda akan berdetak kencang. Anda akan merasa nervous.”

“ Ada banyak tekanan pada Mayweather Jr. Dia mungkin lebih tertekan daripada atlet manapun saat ini karena dia belum pernah kalah,” jelas Foreman.

Freddie Roach tak kalah sengit mulai mengumbar mind game atau perang psikologis kepada sang lawan Floyd Mayweather Jr.

Menurutnya, Mayweather sebenarnya dipaksa untuk bertarung oleh Showtime, media partner Mayweather.

Menurutnya Mayweather akan menunjukkan keangkuhannya, namun ternyata tidak. Lalu petinju berjuluk The Best Ever tersebut bahkan tidak membalas komentar sinis yang dilontarkan pihak Pacman pada saat konferensi pers.

Menurut pelatih yang memiliki julukan Master Roach tersebut, hal itu sangat janggal.

“Saya tidak tahu mengapa Floyd (Mayweather) sangat pendiam sekali. Saya berpikir dia akan pamer. Pada saat konferensi pers pertama saya katakan kami akan memukulnya habis-habisan, tetapi tidak ada respon. Bahkan pidatonya sangat pelan sekali,” jelas Roach mengutip BT Sport

“Saya pikir Floyd telah dipaksa untuk menghadapi pertarungan ini, dan ini bukanlah pertarungan yang ia inginkan. Dia selalu mendapatkan lawan sesuai dengan pilihannya, tetapi tidak ketika dia menghadapi Pacquiao karena Showtime yang menginginkan pertarungan ini,” tambahnya.

Rasa heran Roach mungkin bukan tanpa alasan, sebab Mayweather memang terkenal sebagai petinju yang ekspresif. Beberapa kali ia bahkan terlihat mengintimidasi lawannya secara langsung pada saat konferensi pers.

Mantan petinju Chatchai Sasakul dari Thailand mengatakan, Mayweather saat ini terindikasi melakukan kesalahan terlalu percaya diri.

“Ia mestinya tidak sepercaya diri itu. Menurutku Mayweather akan kalah dari Pacquiao karena Mayweather berpikir dirinya lebih baik,” kata pria Thailand yang kini menekuni profesi dalam menggembleng petinju-petinju muda itu.

Sasakul kemudian membahas aspek teknis dalam duel nanti, secara spesifik mengenai kekuatan pukulan. Di sini ia menyebut Pacquiao punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh Mayweather.

“Pacquiao amat sangat kuat, amat bertenaga. Mayweather bukan petinju dengan pukulan kuat, jadi ia takkan mampu menganvaskan Pacquiao. Tapi Pacquiao bisa, dan akan melakukannya, ia bakal menyungkurkan Mayweather,” ujar Sasakul.

Membalas pernyataan Foreman dan Freddie Roach itu, pelatih Mayweather, yang juga ayahnya sendiri, Floyd Mayweather Sr, menyebut kalau Pacquiao tak akan bisa berbuat apa-apa di atas ring nantinya.

Floyd Sr menyebut kalau Pacquiao tak akan berkutik saat menghadapi Mayweather. Dia juga percaya diri putranya akan mengkanvaskan Pacquiao.

“Manny Pacquiao tidak mengerti. Dia tidak bisa memukul. Ini akan berjalan satu arah dan Pacquiao akan dibuat tertidur. Selamat malam,” ujar Floyd Sr dalam konferensi pers di Las Vegas seperti dikutip BBC.

Floyd Sr juga mengejek Pacquiao dan pelatihnya, Freddie Roach, dengan kalimat-kalimat berima.

“When Floyd breaks his jaw, he will take time to recoup. And when it’s all finished, he’ll be sucking on soup.”

“Ketika Floyd meretakkan rahangnya, dia akan butuh waktu untuk membuat perhitungan. Dan ketika ini semua berakhir, dia akan menyeruput sup.”

Mayweather saat ini merupakan pemegang sabuk juara dunia tinju kelas welter versi WBA dan WBC. Sedangkan Pacquiao adalah juara kelas welter versi WBO.

boxing news, espn, guardian dan bbc news sport

Komentar