Drama “Out”nya Marquez di Phillip Island

Penulis: Darmansyah

Minggu, 20 Oktober 2013 | 15:22 WIB

Dibaca: 0 kali

“Marquez Out.” Sebuah papan pengumuman disodorkan “boys” Yamaha Racing di lintasan “paddock,” Minggu, 20 Oktiber 2013, siang WIB, ketika Jorge Lorenzo melintas di lap ke-12 Sirkuit Hillip Island. Tak ada reaksi Lorenzo, yang masih menyisakan jarak 43 angka dari Marquez, kecuali menggeber motornya menjauhi Dani Pedrosa yang menguntitnya di posisi dua.

Pada lap ketiga belas, “boys” Yamaha menegakkan kembali papan pengumuman di pinggiran lintasan “paddock” dengan tulisan yang lebih tegas, “Marquez Knock Out.” Lorenzo mafhum bahwa sang “rookie” MotoGP sudah masuk garasi dan tidak berada dalam barisan pebalap yang semula “menekan” Lorenzo dari urutan dua.

Sebuah “kecelakaan” menimpa Marquez, sang “rider” Repsol Honda. Ia, lewat radio, di panggil oleh “race direction” untuk keluar dari lintasan dengan status “discualification.” Ya Marc Marquez di diskualfikasi karena melanggar kesepakatan penggantian motornyadi luar lap yang telah ditetapkan.

Banyak penonton terkejut ketika menyaksikan Marc Marquez masuk garasi dengan “gontai” dan melepaskan helm, sarung tangan dan menarik “retsleting” bajunya untuk mengundang udara dingin. Bahkan, Di Matteo, pengulas di Trans7 yang menyiarkan balapan ini dengan “live” juga terbata-bata dalam bahasa Indonesia aksen Italia yang kepayahan mencari padanan kata tentang dikeluarkannya Marquez dari lintasan.

Hanya selentingan dari komentator MotoGP yang menjelaskan bahwa Marquez telah di diskualifikasi karena mengganti motornya di lap ke sebelas. “Ini melanggar keputusan ‘race direction’ yang sudah menegaskan kepada pebalap dan tim bahwa penggantian motor hanya di perkenankan pada batasan lap kesepuluh,” ujar sang komentataor menjelaskan.

Drama Marquez ini mencengangkan, sekaligus menyisakan tandatanya besar tentang kesalahan yang dilakukan oleh pebalap dan tim. Belum ada penegasan siapa yang paling bertanggungjawab atas kealpaan ini.

Para pebalap, di Sirjuit Phillip Island, awalnya diagendakan menjalani 27 putaran. Setelah sesi kualifikasi, sehari sebelumnya, Sabtu, 19 Oktober, “race direction” mengeluarkan keputusan mengurangi jumlah putaran menjadi 26, dengan pertimbangan daya tahan ban yang menurun drastis, akibat pemakaian aspal baru di sirkuit ini.

Tetapi, Race Direction kembali melakukan perubahan dengan mengurangi jumlah putaran menjadi 19, dengan pebalap wajib minimal sekali melakukan pit stop, untuk mengganti motor dengan ban baru, pada akhir lap sembilan atau 10.

Jorge Lorenzo yang menjadi pole-sitter, mengawali balapan dengan baik. Sementara Dani Pedrosa yang memulai balapan dari posisi lima, melejit ke posisi tiga, menempel ketat Marquez dan Lorenzo.

Persaingan ketiga pebalap asal Spanyol ini terus berlanjut. Memasuki putaran sembilan, mereka makin jauh meningalkan rombongan kedua yang terdiri dari Valentino Rossi, Alvaro Bautista, dan Cal Crutchlow.

Drama pit stop dimulai di akhir putaran sembilan. Pedrosa jadi pebalap pertama yang masuk pit, sementara Lorenzo dan Marquez masih melanjutkan balapan. Saat bergabung di lintasan, dia berada di possi 14. Sayangnya, saat di pit, Pedrosa memacu motor melebihi batas kecepatan dan dikenai sanksi turun satu posisi.

Lorenzo masuk ke pit setelah menyelesaikan putaran ke-10. Anehnya, Marquez masih terus melaju. Pebalap Honda ini pun akhirnya didiskualifikasi dari balapan karena tidak melakukan pit stop di akhir putaran 10 yang merupakan batas maksimal menggunakan satu mesin dengan satu ban.

Marquez bukan satu-satunya pebalap yang didiskualifikasi. Bryan Staring juga harus berhenti dari balapan karena melakukan kesalahan yang sama.

Sementara itu Lorenzo makin tak terkejar dan akhirnya menyudahi balapan dengan finis pertama. Pedrosa menyusul di urutan dua, lalu Rossi, Crutchlow, dan Bautista. Dengan hasil ini, Lorenzo berhasil memperpendek jarah dari Marquez menjadi hanya 18 poin.

Itulah drama yang menyebabkan keunggulan angka Marquez, yang semula 43 poin, terpangkas hinga menyisakan 18 dan menjadikan dua sisa seri balapan MotoGP, di Motegi, Jepang, dan Valencia, Spanyol menjadi ajang paling keras untuk menentukan juara muism 2013.

Padahal, dengan keunggulan angka 43, Marquez hampir dipastikan akan keluar sebagai “rookie” MotoGP pertama yang mampu menjadi juara. Dan dengan nol poin di Phillip Island, selain membuat keberuntungan Lorenzo juga membuka peluang Dani Pedrosa untuk bertarung ke tangga juara.

Sebelumnya, Dani Pedrosa sudah “out” dari persaingan predikat juara bila Marquez masih bisa mengutip angka di MotoGP Australia.

Komentar