Drama Menegangkan pada MotoGP Aragon

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 September 2017 | 07:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Balapan MotoGP di Aragon, Minggu, 24 September, membuat banyak catatan dengan keluarnya pebalap Repsol Honda, Marc Marquez sebagai juara lewat penampilan impresif dengan mengalahkan Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo

Rossi sendiri, yang masih dibalut cedera, tampil sangat impresif dan berhasil menyelesaikan lomba dengan finis di posisi lima.

Marquez yang memulai lomba dengan “nada” pesimis, dari posisi star kelima sempat kesulitan di awal-awal balapan.

Setelah mampu melewati Andrea Dovizioso saat balapan menyisakan tujuh belas lap untuk naik posisi ketiga, Marquez kemudian melakukan kesalahan dua lap kemudia

Marquez memasuki tikungan kedua belas2 terlalu agresif ketika ingin menyalip Valentino Rossi di posisi kedua.

Pebalap asal Spanyol itu pun harus kembali turun ke posisi empat setelah disalip Dovizioso.

Setelah kembali melewati Dovizioso saat menyisakan tiga belas lap, Marquez lebih tenang dalam membangun serangan.

ua lap kemudian juara dunia MotoGP tiga kali itu kemudian menyalip Valentino Rossi di tikungan dua belas.

Marquez kemudian untuk kali pertama memimpin balapan saat tujuh lap tersisa.

Pebalap ini itu sukses mempertahankan posisi pertama hingga balapan

Sementara Lorenzo kehilangan posisi podium setelah disalip Pedrosa di tiga lap terakhir.

Rossi yang sempat berada di posisi kedua, akhirnya finis posisi kelima di belakang rekan setimnya, Maverick Vinales. Tapi, penampilan Rossi patut diapresiasi.

Rossi berhasil membuat Vinales dan Marquez sempat kesulitan menyalipnya. Padahal The Doctor belum pulih seratus persen dari cedera retak tulang kaki kanan.

Bahkan Dovizioso gagal menyalip Rossi dan harus finis posisi ketujuh

Sementara itu, pebalap Ducati Jorge Lorenzo meratapi kegagalannya untuk meraih juara untuk kali pertama di MotoGP karena  salah memilih ban.

“Kami sudah sangat dekat, sayang sekali kehilangan kemenangan yang sudah sangat dekat,” ujar Lorenzo dikutip dari Crash.

“Pada 10 lap terakhir saya membutuhkan cengkeraman dari ban belakang. Saya tak bisa mengejar Dani yang menggunakan ban medium dan Marquez dengan tipe hard. Bagaimanapun juga, saya bahagia dengan posisi ketiga ini.”

Mantan pebalap Yamaha tersebut harus puas mengakhiri balapan di posisi ketiga setelah disalip Dani Pedrosa di tiga lap terakhir.

MotoGP musim ini memang bukan momentum yang manis bagi Lorenzo. Proses adaptasi dengan Ducati membuatnya kerap tercecer dan kehilangan sejumlah poin krusial.

Podium ketiga di Aragon membuat posisinya meningkat satu trip di

Lain lagi dengan keluhan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Ia  mengungkapkan kekesalan terhadap Valentino Rossi  Pedrosa menganggap The Doctor melakukan manuver berbahaya.

Pedrosa finis posisi kedua di GP Aragon di belakang rekan setimnya di Repsol Honda, Marc Marquez. Podium ketiga berhasil direbut pebalap Ducati Jorge Lorenzo.

“Saya sangat senang dengan balapan ini. Kami sempat tidak yakin dengan pilihan ban. Saya menggunakan ban medium dan harus hati-hati di awal balapan,” ucap Pedrosa kepada Sky Sports.

Pedrosa mengaku menghabiskan banyak waktu untuk bisa menyalip Maverick Vinales di awal balapan.

Setelah sukses melewati Vinales, perlahan tapi pasti Pedrosa naik ke posisi dua setelah menyalip Andrea Dovizioso, Rossi, dan Jorge Lorenzo.

“Saya terlalu lama di belakang Vinales dan kehilangan jarak. Kami mampu meningkatkan kecepatan, dan ketika saya berhasil melewatinya, saya bisa mengejar grup di depan. Marquez unggul dan memainkan jarak. Sayangnya saya kehilangan sedikit strategi, tapi tetap senang,” ujar Pedrosa.

Di akhir wawancara, Pedrosa mengungkapkan kekesalan terhadap Rossi. Pebalap ini mengatakan Rossi melakukan manuver berbahaya ketika keduanya memperebutkan posisi ketiga saat balapan menyisakan tujuh lap.

“Rossi melakukan gerakan aneh terhadap saya, menutup ruang saya saat kecepatan tiga ratus kilometer per jam. itu tidak bagus, tapi saya berhasil mengatasinya dan mampu bersaing meraih podium,” ucap Pedrosa.

Komentar