Dovizioso Yakin Tidak Diremehkan Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Januari 2018 | 09:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Runner up MotoGP musim lalu Andrea Dovizioso yakin dirinya akan mulai dipandang sebagai penantang serius dalam perburuan titel juara dunia di musim  mendatang.

Dovizioso sukses membuat kejutan besar ketika dirinya mampu bersaing hingga seri terakhir untuk memperebutkan titel juara dunia musim lalu.

Dovizioso optimistis performanya di musim lalu membuat dirinya tak lagi dipandang sebelah mata musim ini.

“Saya rasa tak akan ada banyak perubahan situasi karena kami tak melakukan banyak perubahan pada motor. Hanya ada sedikit pembaruan dan saya rasa kami bisa memulai musim ini seperti halnya kami mengakhiri musim sebelumnya”

“Saya pikir para pesaing kini melihat kami dengan cara yang sedikit berbeda dibandingkan saat mereka melihat kami di awal musim lalu,” tutur Dovizioso pada Radio 1 seperti dikutip dari Motorsport.

Dovizioso pun yakin dirinya juga mampu bersaing dan tak berada dalam kondisi tertekan usai tampil spektakuler musim lalu.

“Saya tak ragu mengatakan bahwa saya bisa kembali bersaing. Untuk berbicara bisa jadi juara dunia adalah hal yang berbeda.”

“Namun ketika seorang pebalap memiliki modal yang bagus, bekerja keras, dan mengetahui motor miliknya kompetitif, maka ia bisa membuat sebuah perbedaan,” ucap Dovizioso.

Ducati dan Dovizioso sendiri terus melakukan sejumlah pembenahan untuk menutupi kelemahan-kelemahan yang masih ditunjukkan oleh mereka.

“Saya rasa saat ini kami dalam posisi bagus dan siap untuk kompetisi musim depan. Kami masih butuh sejumlah perbaikan dan sadar belum berada dalam kondisi sempurna.”

“Tetapi saya tidak melihat ada tim lawan yang juga sudah memiliki seluruh aspek yang dibutuhkan saat ini,” tutur pebalap asal Italia ini.

Peringkat kedua MotoGP, Andrea Dovizioso, memprediksi perubahan cara pandang para rival kepada tim Ducati setelah pada musim balap lalu membuat kejutan.

Tanpa diduga sebelumnya, Dovizioso membayang-bayangi Marc Marquez dalam perburuan gelar juara yang berlangsung ketat hingga akhir musim.

Selain Marquez, pada awal musim lalu pebalap yang diprediksi menjadi juara adalah duo yamaha Maverick Vinales dan Valentino Rossi, yang berhasil dilewati Dovizioso di klasemen.

“Tidak ada banyak perubahan tahun depan karena tidak ada banyak perubahan dengan tim, pebalap, dan peraturan. Jadi saya pikir kami akan memulai musim depan mirip seperti di akhir musim,” ujar Dovizioso dikutip dari Crash.net.

“Saya pikir para kompetitor akan melihat kami dengan cara berbeda daripada awal musim lalu,” sambung pebalap tiga puluh satu  tahun itu.

Musim lalu, Ducati dan Dovizioso tidak dipandang sebagai salah satu kandidat juara karena performa yang tidak terlalu meyakinkan pada sesi tes awal tahun.

Alih-alih waspada dengan lawan yang mulai menaruh perhatian, Dovizioso justru merasa percaya diri menghadapi musim mendatang.

“Saya hanya berpikir positif. Karena kami tahu kami merasakan bisa melakukannya,” ujar Dovizioso mengenai kansnya bersaing menjadi juara pada musim depan.

Sementara itu, Valentino Rossi menyebut sosok Andrea Dovizioso layak dijadikan contoh bagi para pebalap muda yang berusaha merintis karier jadi yang terbaik.

Dovizioso menjalani musim sebelumnya dengan catatan yang fantastis.

Meski hanya jadi runner up di akhir musim, Dovizioso mampu merebut enam seri grand prix dan jadi lawan terakhir yang menghalangi ambisi Marc Marquez jadi juara dunia.

Padahal di awal musim, Dovizoso bukan termasuk pebalap yang diperhitungkan bisa masuk dalam perburuan titel juara dunia. Namun Dovizioso sukses mematahkan prediksi tersebut dan bersaing dengan Marquez hingga seri terakhir.

“Cerita Dovizioso adalah sebuah hal yang positif mengingat ia telah mengalami berkali-kali situasi sulit, terutama di MotoGP,” ujar Rossi dalam wawancara dengan Motorsport.

Lantaran kehebatan Dovizioso untuk bangkit di musim lalu itu, Rossi menilai ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari sosok Dovizioso.

“Semua orang harus belajar darinya. Andrea Dovizioso tak pernah menyerah dan tak pernah kehilangan kepercayaan dirinya.”

“Dalam sembilan musim, ia hanya memenangkan dua seri, namun kemudian dia bisa memenangkan enam seri dalam satu musim. Untuk bisa melakukan hal itu, tentunya dia harus sangat kuat,” tutur Rossi.

Rossi sendiri gagal bersaing dalam perburuan titel juara musim lalu karena tampil buruk di paruh kedua.

Sejatinya Rossi sempat memimpin klasemen di beberapa seri awal namun kemudian motor Yamaha miliknya tak bisa kompetitif di segala kondisi, terutama ketika lintasan basah.

Komentar