Dovi: Ducati Tak Percaya Kecepatan Saya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 Maret 2018 | 08:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Andrea Dovizioso  secara terus terang mengungkapkan adanya ketidakpercayaan Ducati terhadap eksistensinya sebagai pebalap terbaik sehingga mereka mendatang Jorge Lorenzo pada musim balapan MotoGP musim lalu.

“Kedatangan Jorge Lorenzo adalah bukti ketidakpercayaan Ducati pada sosok saya dan saya sama sekali tidak punya niat untuk itu  mencari masalah,” kata Dovizioso seperti ditulis “crash” hari ini, Kamis, 29 Maret..

Ducati yang mengandalkan duet Dovizioso-Iannone untuk beberapa musim memutuskan merekrut Jorge Lorenzo di awal lalu

Kehadiran Lorenzo diyakini bisa membuat Ducati lebih kompetitif dan bersaing dengan Yamaha dan Honda untuk perburuan titel juara dunia.

“Di awal kedatangan Lorenzo saya menganggapnya sebagai sebuah hal positif karena saya menilai sebagai tantangan. Jelas bahwa Ducati membidik Lorenzo karena tidak terlalu mempercayai saya.”

“Namun saya tetap percaya bahwa Ducati bakal menempatkan posisi saya dan Lorenzo secara sejajar, dan itulah yang jadi fokus saya,” ucap Dovizioso seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Dovizioso bahkan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah coba mengeluarkan komentar-komentar yang bisa memancing pertikaian.

“Dalam situasi seperti itu, ada dua cara bersikap. Pertama marah, buka suara, dan melakukan serangan.”

“Yang kedua adalah fokus pada diri sendiri dan coba memberikan yang terbaik. Saya sendiri bukan tipe pebalap yang coba membuat masalah. Saya adalah pebalap yang coba untuk menghindari masalah,” kata pebalap Italia ini.

Dovizioso sendiri sukses tampil mengejutkan di MotoGP musim lalu

Ia bisa jadi musuh utama Marc Marquez hingga akhir musim meski akhirnya harus puas duduk di posisi kedua.

Keberhasilan musim lalu membuat Dovizioso mulai dijagokan sebagai favorit juara musim ini.

Di seri pertama MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar, Dovizioso berhasil menjadi yang tercepat dan kini berstatus sebagai pemimpin klasemen sementara

Dalam balapan pembuka musim ini di Losail Qatar, dua pekan lalu, Dovizioso sendiri berhasil mematahkan rekor buruknya di sirkuit itu.

Dovizioso puas  menjadikan  seri pembuka MotoGP  sebagai ajang terbaiknya

Berlomba di Sirkuit Internasional Losail,  Dovizioso menjadi yang tercepat

Hasil itu sesuai dengan prediksi banyak pihak, bahwa pebalap asal Italia tersebut bisa memenangi balapan meskipun harus start dari posisi kelima.

Bagi Dovizioso, memenangi balapan MotoGP Qatar merupakan salah satu target pribadinya musim ini.

Pasalnya, pada tiga MotoGP Qatar sebelumnya, Dovizioso hanya bisa finis di posisi kedua.

“Saya tiga kali berada di posisi kedua di Qatar pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi, sebelum saya datang ke sini, seperti sebuah kewajiban untuk menang di sini,” kata Dovizioso kepada BT Sport.

Menurutnya, salah satu faktor dirinya bisa mematahkan rapor buruk di Qatar karena motor Desmosedici GP yang ditungganginya bekerja sangat baik.

Hal tersebut membuat Dovizioso makin muda di lintasan balap.

“Jadi lebih mudah [dikendarai] dibanding sebelum-sebelumnya. Bagian depan [ban] kami bekerja sangat bagus, motor, dan gaya berkuda saya bekerja sangat baik untuk ban,” ucap Dovizioso.

Dovizioso juga membeberkan kunci kemenangannya di MotoGP Qatar.

Saat Johann Zarco di depan, Dovi memilih bersabar sebelum membuat perbedaan di lap terakhir.

Finis dengan selisih waktu yang tipis dari Marc Marquez  dianggap Dovizioso sebagai hal buruk dalam balapan.

Karena itu, Dovi perlu bekerja keras untuk bisa kembali memenangi balapan di seri berikutnya, Argentina dan Amerika Serikat.

“Seri selanjutnya akan sangat penting bagi kami untuk membuat hasil bagus, karena saya pikir itu akan sangat sulit,” Dovi menuturkan.

“Ini penting untuk memahami level kami di kejuaraan”

“ Pastinya kami memiliki motor yang sedikit lebih baik dari tahun lalu, kami memiliki hasil bagus di musim dingin dan akhir pekan ini, tapi tidak cukup ketika ada begitu banyak pebalap yang cepat,” Dovizioso menambahkan.

Sebelum lomba di Qatar, Dovizioso memang sudah dijagokan oleh beberapa pengamat.

“Dovi terlihat sebagai unggulan, tentu saja. Meski start kelima, dia pasti menjadi favorit,” ucap Crutchlow seperti dikutip dari motorsport.

“Di akhir putaran pertama, dia bisa melewati dua pebalap di jalan lurus pertama. Mudah,” Crutchlow menambahkan.

Juara bertahan MotoGP Marc Marquez juga memiliki pandangan serupa mengenai unggulan di MotoGP Qatar.

Walaupun Marquez banyak dijagokan menjadi juara pada MotoGP  musim ini,  tapi dia tidak segan menyebut Dovizioso dan Danilo Petrucci sebagai pemenang di Sirkuit Losail.

“Saya pikir yang ter cepat adalah Andrea. Dia memiliki kecepatan yang sangat bagus, dan dia favorit untuk balapan nanti,” kata Marquez.

Bagi pebalap Pramac Ducati Danilo Petrucci, keunggulan Dovizioso dalam awal MotoGP ini adalah kemampuannya mengatur ban sampai akhir balapan.

Kendati demikian, Petrucci juga menilai pebalap lain seperti Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Dani Pedrosa bisa meramaikan persaingan menjadi pemenang di MotoGP Qatar.

Komentar