Dovizioso Anggap Lorenzo Sosok Yang Aneh

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 November 2018 | 08:15 WIB

Dibaca: 1 kali

Runner-up MotoGP Andrea Dovizioso menganggap rekan setimnya di Ducati, Jorge Lorenzo, sebagai sosok yang aneh. Dovizioso juga mengakui ketegangan terjadi dengan Lorenzo di garasi Ducati musim ini.

Hubungan Dovizioso dan Lorenzo kembali memanas jelang balapan MotoGP Malaysia pekan lalu.

Melalui akun Twitter, Lorenzo mengungkapkan ketidaksenangan dengan pernyataan Dovizioso jelang balapan. Ketika itu Dovizioso menganggap Lorenzo punya keistimewaan untuk absen dari balapan.

Pihak Ducati kemudian berusaha mendamaikan Dovizioso dan Lorenzo di markas tim asal Italia tersebut, Bologna, pekan ini.

Dalam wawancara dengan Autosport, Dovizioso mengakui hubungannya dengan Lorenzo memanas di MotoGP musim ini. Terlebih setelah Lorenzo mampu bangkit

“Setiap pebalap punya karakter khusus, dan begitu juga Lorenzo. Dia sosok yang aneh. Dia punya kekuatan dan kelemahan. Musim ini tidak mudah, karena ketika Lorenzo tampil cepat, atmosfer dalam garasi lebih tegang,” ujar Dovizioso.

“Hal itu normal ketika Anda punya dua pebalap yang bersaing meraih kemenangan. Ketika itu terjadi, situasi dalam garasi menjadi lebih rumit. Pesaing Anda ada dalam garasi, dan kalah dari Marc Marquez berbeda dengan kalah dari Lorenzo,” sambung pebalap asal Italia tersebut.

Musim ini Dovizioso dan Lorenzo sama-sama mengoleksi tiga kemenangan dengan satu seri tersisa. Musim depan Dovizioso akan berduet dengan Danilo Petrucci, sementara Lorenzo pindah ke Repsol Honda menjadi rekan setim Marquez.

Meski kembali memiliki rekan setim asal Italia dalam diri Petrucci, Dovizioso mengaku tidak akan mengubah pendekatan dalam bersikap dan bersaing dalam memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2019.

“Ketika musim dimulai, targetnya adalah merebut gelar juara dunia, terlepas fakta Lorenzo tidak akan menjadi rekan setim musim depan. Musim depan tidak ada yang berubah,” ucap Dovizioso.

Sementara itu Lorenzo menyatakan dirinya belum berbicara dengan Andrea Dovizioso ataupun pihak Ducati setelah perang kata antara keduanya terjadi di MotoGP Malaysia

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti sempat menyebut Ducati bakal menggelar pertemuan dengan Lorenzo dan Dovizioso pada EICMA

Namun Lorenzo menyatakan tidak ada pertemuan yang terjadi di acara tersebut.

“Kami belum berbicara satu sama lain ataupun berbicara bersama Paolo atau orang dari Ducati . Saya terkejut dengan kata-katanya dan menjawabnya lewat twitter,” tutur Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Lorenzo menegaskan dirinya tak memulai konflik di MotoGP Malaysia. Pebalap asal Spanyol ini memegang komitmen dengan Ducati.

“Setelah di Brno (MotoGP Ceko), segalanya baik-baik saja karena Ducati berkata pada kami untuk tidak berbicara hal-hal buruk tentang satu sama lain.”

“Namun setelah beberapa bulan, Dovi mengatakan hal tersebut. Hal itu tidak terlihat tepat jadi saya menjawabnya. Saya tak ingin membuat kontroversi namun kalian tahu apa yang saya pikirkan. Apa yang saya tulis adalah apa yang saya pikirkan. Bila tidak, maka saya tak akan menulisnya,” kata Lorenzo.

Pekan lalu, Dovizioso menyoroti absennya Lorenzo dalam beberapa seri terakhir. Lorenzo lalu balik menyerang Dovizioso lewat akun twitter miliknya. Dovizioso sendiri membantah ia sengaja memulai kontroversi dengan Lorenzo.

MotoGP tinggal menyisakan satu seri terakhir di MotoGP Valencia,

Lorenzo bertekad bisa tampil di seri terakhir bersama Ducati tersebut.

Pada musim depan, Lorenzo bakal menunggangi motor Repsol Honda dan menjadi rekan satu tim Marc Marquez. Tes pertama Lorenzo dengan Honda akan digelar usai MotoGP Valencia.

Sebelumnya, Jorge Lorenzo mengaku dirinya ingin kembali bisa dibandingkan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai yang terbaik.

Lorenzo akan menjalani langkah besar di akhir musim MotoGP

Ia tak akan lagi menunggangi Ducati di musim depan, melainkan bakal ada di tim Repsol Honda.

Lorenzo berharap kepindahan ini bisa memberikan dampak positif bagi dirinya. Sejak menjadi juara dunia MotoGP 2015, Lorenzo selalu gagal memburu gelar juara dunia MotoGP keempat pada tiga musim berikutnya.

Komentar