Batal, Pertarungan Edisi Lima Marquez Vs Pacquino di Singapura

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 Maret 2013 | 12:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Pertarungan ulang yang merupakan “megaduel” edisi kelima antara Juan Manuel Marquez dengan Manny Pacquiao yang rencananya akan berlangsung di Singapura untuk memenuhi permintaan publik Asia Tenggara hampir dipastikan batal setelah manajemen Marquez merilis kabar penolakan karena menganggap dirinya masih sebagai petinju hebat.

Sebelumnya, pelatih Many Pacquiao, Roach mengisyaratkan pilihan Singapura sebagai tempat tanding ulang kedua petinju ketika diwawancarai “Steve Kim dari Max Boxing. Menurutnya, Top Rank mengincar “Kota Singa” tersebut untuk menggelar pertarungan kelima antara dua petinju besar itu. “Ya, saya berbicara kepada Bob (Arum) dan dia memikirkan untuk menggelar pertarungan Manny melawan Marquez di Singapura,” ujar Roach, meruju pernyataan bos Top Rank, Bob Arum, yang mempromosikan Pacquiao dan Marquez.

Arum sejak awal sudah menyebut Singapura dan Makau sebagai lokasi yang ideal jika duel itu berlangsung di luar Amerika Serikat. Pasalnya, dua tempat tersebut memiliki industri pasar taruhan yang mirip dengan Las Vegas.

Roach pun sangat menginginkan Singapura menjadi tempat pertarungan. “Jika kami ke Singapura, kami akan latihan di Filipina dan langsung berangkat ke Singapura. Kami tidak akan melakukannya di Amerika,” ujar Roach. Terakhir kali Roach dan Pacquiao melakukan camp di Filipina ketika mereka mempersiapkan diri menghadapi pertarungan melawan Timothy Bradley pada Juni 2012. Pacquiao kalah angka dalam duel itu.

Sementara itu, Manny Pacquiao, yang kini menjadi senator di Filipina, kepada wartawan di Manila mengatakan, manajemennya tidak akan memaksa jika Juan Manuel Marquez tak ingin meladeni tantangannya untuk mewujudkan duel edisi kelima di antara mereka. Superstar Filipina ini mengatakan, dirinya selalu mencari lawan yang lain bila Marquez tak ingin memperpanjang rivalitas mereka.

“Jika tidak mau, saya tak ingin terlalu memaksanya, sehingga dia hanya cukup dengan itu,” ujar Pacquiao kepada Eddie Alinea dari Philboxing, seperti dikutip dari ABS-CBNnews, Rabu (20/3/2013). Petinju yang juga anggota kongres ini mengatakan bahwa bukan kerugiannya jika petinju Meksiko tersebut menolak menggelar duel yang bakal menguntungkan tersebut.

Pacquiao sudah memperoleh bayaran rata-rata 20 juta dollar AS (sekitar Rp 194,460 miliar/kurs 1 dollar AS: Rp 9.723) per laga sebelum dia dipukul KO Marquez pada awal Desember tahun lalu. Sebaliknya, Marquez “hanya” mendapat bayaran 3 juta dollar AS (sekitar Rp 29,169 miliar) dalam pertemuan keempat dengan Pacquiao yang sekaligus menjadi bayaran terbesar Marquez dalam 20 tahun karier profesionalnya.

“Pacman” —julukan Pacquiao— juga memperingatkan Marquez bahwa rekor pertemuan masih menjadi miliknya. Karena itu, seharusnya Marquez mau menerima tantangan jika ingin membayar dua kekalahan sebelumnya.
“Dia tak ingin bertarung denganku karena dia memenangi pertarungan keempat kami? Ya, seperti saya katakan setelah pertemuan itu, bahwa saya masih unggul 2-1-1 (menang-kalah-seri) dari empat pertarungan kami,” ujar Pacquiao.

Sebelumnya, Marquez pernah mengatakan bahwa dirinya tak terlalu tertarik kembali melawan Pacquiao, karena para penggemar sudah kehilangan ketertarikan mereka menyusul kemenangannya atas petinju Filipina tersebut. Dan, Marquez juga sudah mewujudkan target utamanya yaitu menang mutlak atas rivalnya tersebut.

Komentar