Banyak Fans Valentino Rossi Sempat Stres

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Mei 2018 | 10:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak penggemar membuat susah?

Ya, itu yang dialami Valentino Rossi.

Dia tak bisa menjalani kehidupan dengan normal karena memiliki basis penggemar terbesar di seluruh dunia,

MotoGP pun sudah identik dengan Valentino Rossi. Banyak yang menyaksikan MotoGP hanya karena ingin melihat pembalap Movistar Yamaha itu beraksi.

Bahkan, sampai ada istilah No Rossi, No Party karena begitu besarnya dampak pembalap asal Italia itu bagi perkembangan MotoGP.

Tak heran jika Rossi selalu jadi pembalap yang terus mendapatkan dukungan penuh di setiap balapan MotoGP.

Namun, memiliki banyak penggemar tak selalu menyenangkan bagi Valentino Rossi.

Dalam sebuah wawancara kepada GPOne, pembalap berusia gaek itu mengungkapkan keluh kesahnya karena tak bisa menjalani kehidupan layaknya orang normal.

“Memiliki begitu banyak penggemar adalah harga yang harus Anda bayar. Tapi seiring bertambahnya usia, saya lebih santai soal itu semua. Di masa lalu, sulit bagi saya untuk memahami bahwa saya tak bisa memiliki kehidupan normal,” ujar Rossi.

“Saya selalu memiliki banyak penggemar, tapi sejak kembali ke Yamaha, khususnya setelah apa yang terjadi pada dua tahun lalu, banyak hal telah berubah. Saya seolah-olah telah jadi ikon, pahlawan olahraga,” ia menambahkan.

Saking populernya nama Rossi, banyak orang yang melakukan berbagai upaya hanya untuk sekadar bertemu dengannya.

Para penggemar rela mendirikan kemah di luar garasi jelang balapan akhir pekan. Saat Rossi menunjukkan batang hidungnya, para penggemar langsung mengerumuninya.

Karena hal itu pula ia sering kali menyempatkan diri untuk pulang ke Tavullia.

Namun, hal itu juga tak berarti mantan pembalap Repsol Honda tersebut bisa menjalani kehidupan dengan nyaman di kampung halamannya.

Buktinya, ia sampai membuat beberapa ruang rahasia untuk menjaga

“Beberapa tahun lalu, saya memutuskan tinggal di Tavullia, dan selangkah demi selangkah, dari tahun ke tahun, saya membangun sebuah ‘kastil’. Ini adalah istana dengan banyak kamar dan lorong-lorong rahasia dan ketika saya di sana, saya bisa punya kehidupan yang normal,” jelas Rossi.

“Ini adalah pilihan penting untuk karier saya. Karena jika Anda hidup dengan baik, dengan lebih sedikit rasa stres, lebih mudah untuk melanjutkannya.”

Dan jelang MotoGP Spanyol  ada komentar  Jorge Lorenzo  terkait persaingannya dengan Valentino Rossi.

Kali ini, ia memberikan pendapatnya soal sikap para pendukung Rossi.

Memiliki hubungan buruk dengan Rossi adalah salah satu alasan kepindahan Lorenzo ke Ducati pada akhir musim MotoGP

Seperti diketahui, keduanya memang memiliki sejarah persaingan yang buruk sejak Lorenzo tiba di MotoGP

Saking panasnya perseteruan mereka, garasi keduanya pun sempat dipisahkan sebuah tembok.

Pada akhirnya, Rossi memutuskan pergi dari Yamaha ke Ducati selama dua musim karena tak betah dengan keberadaan X-Fuera.

Hubungan mereka juga sempat memanas

Meski secara fisik The Doctor berduel sengit dengan Marc Marquez pada MotoGP Malaysia, faktanya Lorenzo yang memberikan desakan agar Rossi mendapat hukuman berat.

Akibatnya, para pendukung Rossi pun tak henti-hentinya melemparkan kritik kepada pembalap asal Spanyol itu.

Bahkan, mereka menyebut Lorenzo tak layak mendapatkan bayaran dua puluh lima juta euro per dua musim jika melihat performanya.

“Mereka merasa lebih baik mengkritik diri sendiri. Ada dua jenis kritik, yakni konstruktif dari teman, saudara, penggemar, dan orang-orang yang menghargai Anda, lalu ada kritik yang satu-satunya tujuannya adalah menyakiti dan melemahkan Anda,” ujar Lorenzo dalam sebuah video yang direkam Esquire.

Di musim dua tahun lalu, hubungan panas memang melibatkan tiga pembalap.

Marquez dituduh sengaja membantu Lorenzo untuk mengalahkan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia karena sama-sama berasal dari Spanyol.

Tak heran jika pendukung Rossi menilai Lorenzo tak layak tampil sebagai juara di musim itu.

Bahkan, ia sempat menunjukkan gestur buruk saat Rossi naik podium MotoGP Malaysia dengan mengarahkan jempol ke bawah.

Meski saat itu Lorenzo langsung meminta maaf, hubungannya dengan pendukung Rossi tak pernah kembali harmonis.

“Ada juga kritik dari penggemar pembalap lain yang ingin merusak semangat Anda sehingga pembalap yang didukung bisa menang. Para penggemar Rossi mengkritik saya karena mereka takut,” Lorenzo menambahkan.

Komentar