“Banjir” Ucapan Selamat Ulang Tahun Rossi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Februari 2019 | 09:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Pebalap MotoGP Valentino Rossi banjir ucapan selamat ulang tahun

Ya,  Rossi berulang tahun ke empat puluh

Dan para  atlet dunia, termasuk beberapa legendaris seperti Mick Doohan dan Diego Maradona. menyambangi FRossi dengan ucapan selamat

Rossi genap berusia empat puluh tahun pada Sabtu pekan lalu.

Dan sejumlah atlet dunia baik yang masih aktif maupun yang sudah lama pensiun ramai-ramai mengucapkan selamat ulang tahun untuk sang legenda hidup MotoGP.

Ucapan dari sejumlah atlet dunia diunggah pada Instagram Story MotoGP. Kumpulan video ucapan dari mereka juga diunggah dalam laman Motogp.com.

Sejumlah rival Rossi yang masih aktif bersaing di MotoGP mulai dari Dani Pedrosa, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, hingga Jorge Lorenzo tak lupa mengucapkan selamat kepada kepada pebalap Movistar Yamaha itu.

Tiga petenis dunia macam Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer serta duo pebalap F1, Lewis Hamilton dan Kimi Raikkonen, pun memberikan doa dan ucapan selamat ulang tahun untuk sang legenda.

Selain itu, para pesepakbola juga memberikan selamat kepada Rossi. Mulai dari Sergio Aguero, Andres Iniesta, Lukas Podolski, hingga dua legenda Argentina: Javier Janetti dan Diego Maradona.

“Selamat ulang tahun Valentino Rossi. Anda akan selalu jadi malaikat yang terbang di seluruh dunia,” ujar Maradona.

Para legenda balap motor seperti Mick Doohan, Giancomo Agostini, Kevin Schwantz, hingga Wayne Rainey, pun ikut menyemangati Rossi yang masih membalap di usia gaek ini

Lantas apa jawaban Rossi terhadap ucapan itu?

Ia menyatakan “Setiap saya kalah, mereka bilang seharusnya saya berhenti karena sudah terlalu tua. Pernyataan itu cukup keren, karena mereka sudah mengatakan sejak sepuluh tahun yang lalu.”

Pernyataan di atas merupakan respons Valentino Rossi ketika ditanya mengenai komentar para haters terkait usianya yang sudah tidak muda lagi untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.

Sebuah usia yang tentunya sudah tidak muda lagi untuk tampil di ajang MotoGP.

Di usia ini , Rossi harus tampil di  sembilan belas seri balapan di enam belas negara berbeda selama delapan bulan.

Menunggangi sepeda motor dengan berat lebih dari seratus enam puluh kilogram, mengenakan kostum balap lebih dari empat kilogram, dan kehilangan banyak carian selama tiga hari beruntun di setiap serinya.

Entah apa yang ada di benak Rossi ketika menandatangani kontrak dengan Yamaha hingga tahun depan. Sebuah kontrak yang membuat The Doctor akan tampil di ajang MotoGP hingga usianya menginjak empat puluh satu.

Wajar kiranya ada haters yang menyatakan Rossi lebih baik pensiun karena sudah terlalu tua untuk tampil di MotoGP. Faktanya adalah pebalap kelahiran Urbino,  itu sudah tidak pernah mampu merebut gelar juara dunia MotoGP sejak sepuluh tahun lalu.

Terlepas dari musim  empat tahun sebelumnya, Rossi tidak pernah benar-benar memiliki peluang yang cukup besar untuk merebut gelar juara dunia MotoGP .

Tapi, perlu dicatat Rossi selalu mampu bersaing dengan para pebalap yang jauh lebih muda di MotoGP seperti Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Rossi merupakan salah satu definisi kehebatan untuk seorang atlet. Hanya segelintir atlet yang mampu bertahan di level teratas lebih dari dua dekade seperti Rossi. Bagaimana Rossi mempertahankan motivasi di setiap musimnya sungguh luar biasa.

Tidak dipungkiri merebut gelar juara dunia kesepuluh, atau La Decima, menjadi suatu obsesi bagi Rossi. Sebuah obsesi yang mungkin bisa membuat Rossi mengakhiri karier sebagai pebalap dengan tenang. Rossi ingin mengakhiri karier di puncak.

Merebut La Decima bukan hal yang mustahil bagi Rossi dalam dua musim ke depan. Tugas berat, tapi bukan hal yang mustahil.

Terlebih jika Yamaha mampu meningkatkan kemampuan sepeda motor YZR-M1 sesuai keinginan The Doctor. Musim lalu Rossi memang gagal meraih kemenangan di MotoGP, tapi dia tetap punya potensi untuk menjadi juara dunia musim ini.

Usia yang sudah tidak muda seharusnya bukan masalah untuk bisa menjadi juara dunia. Pasalnya, Rossi tidak pernah berlatih fisik secara berlebihan jika berada di luar sirkuit.

Dia lebih sering mengasah kemampuan dengan menjalani latihan di sirkuit miliknya, The Ranch.

Rossi tinggal harus berani mengambil risiko di atas trek. Sesuatu yang dia tunjukkan ketika hampir menjadi pemenang di MotoGP Malaysia musim lalu. Dibanding pebalap lain yang lebih muda, terutama Marquez, Rossi jelas kurang berani mengambil risiko saat balapan berlangsung.

Terhindar dari cedera menjadi alasan kenapa Rossi tidak mengambil risiko lebih banyak. Rossi sadar di usia yang tua dia tidak akan bisa kembali pulih dengan cepat jika mengalami cedera yang cukup serius.

Sebagian pecinta MotoGP tentunya ingin melihat Rossi merebut gelar juara dunia kesepuluh, gelar juara yang bisa menyempurnakan karier The Doctor.

Kini Rossi punya waktu dua musim untuk mewujudkannya. Namun apa pun yang terjadi dalam dua musim ke depan di MotoGP, Rossi tetap memiliki karier yang sempurna.

Komentar