Assen Jadi Pertaruhan Rossi dan Lorenzo

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Juni 2015 | 09:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Sirkuit Assen, MotoGP Belanda, yang akan menghelat lomba seri kedelapan, Sabtu, 27 Juni 2015, akhir pekan ini, tidak hanya akan menjadi pertaruhan “duo” Movistar Yamaha untuk saling berhimpitan poin, tapi juga menyertakan tekad Marc Marquez untuk kembali ke trek sempurnanya.

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dipastikan akan saling ngotot untuk mendapatkan poin sempurna. Kedua pebalap Yamaha itu hanya memiliki selisih satu poin dengan Rossi masih di puncak klasemen sementara.

Rossi menguasai puncak klasemen berkat konsistensi setelah selalu naik podium–termasuk dua kemenangan, sedangkan Lorenzo yang gagal naik podium di tiga seri awal berhasil mengejar berkat empat kemenangan beruntun di balapan-balapan sebelum ini.

Menilik hasil-hasil tersebut Lorenzo tak ayal sedang berada dalam rentetan positif, walaupun Rossi tentu saja masih punya keunggulan tipis atas rekan setimnya tersebut di papan klasemen.

Mengingat bahwa Andrea Iannone dari Ducati menempati posisi tiga, cuma ada dua skenario yang bisa tercipta setelah balapan di Assen, Sabtu depan. Rossi bakal masih bertahan di puncak atau Lorenzo yang akan merebutnya.

Lorenzo akan menjalani balapan nanti dengan kepercayaan diri tinggi. Bukan cuma berkat rentetan kemenangannya, melainkan juga fakta bahwa ia kini sudah memimpin balapan dalam seratus tiga putaran secara beruntun.

Rossi tentu saja tak bisa dicoret begitu saja karena faktanya ia senantiasa mampu finis dari posisi start tak menguntungkan. Di sisi lain, ia tentu harus memperbaiki laju di kualifikasi demi membendung laju Lorenzo.

Potensi persaingan sengit Rossi dengan Lorenzo ditambah dengan catatan dari MotoGP.com yang menyatakan bahwa Yamaha merupakan pabrikan tersukses di Assen sejak era MotoGP, dengan total tujuh kemenangan.

Tidak hanya perebutan poin yang akan terjadi di Assen, Marc Marquez, rider Repsol Honda, juga memiliki tekad untuk bangkit.

Marquez dua kalinya beruntun — yang ketiga di musim ini — mesti retired usai jatuh di tengah-tengah lomba di Circuit de Barcelona. Nasib yang sama dialami Marquez persis di balapan sebelumnya di Mugello, Italia.

Pebalap Honda itu kini tercecer dari RFossi dan Lorenzo.

Marquez berharap peruntungannya bisa berubah saat balapan berlanjut di Belanda pada akhir pekan ini.
Akan tetapi, tantangan besar bagi Marquez lantaran Sirkuit Assen selama ini didominasi oleh Yamaha, yang memenangi tujuh dari sepuluh balapan terakhir.

“Jelas aku kecewa setelah kalah di kandang sendiri di Catalunya, tapi kami harus move on dan fokus dengan balapan di Belanda,” kata Marquez sebagaimana diwartakan AS.

“Aku sangat menyukai Sirkuit Assen, meskipun karakternya tidak terlalu cocok dengan motorku. Seperti biasanya, kami mesti bekerja keras sejak Kamis pagi dan berharap mendapatkan kemajuan dengan setingan motor.”

“Cuaca di sana juga selalu tidak dapat diprediksi dan biasanya turut menentukan selama akhir pekan nanti. Jadi itu juga harus dipertimbangkan,” imbuh dia.

Marquez menilai, fokusnya menjadi penting di Assen, mengingat ia mendapat hasil yang kurang menggembirakan di Grand Prix Katalunya.

Akibat hasil minor yang menghinggapinya sepanjang 2015 ini, Marquez hanya menduduki posisi lima klasemen dan tertinggal enam puluh sembilan angka dari Valentino Rossi yang kian mantap di puncak klasemen sementara.

“Tentu saja saya kecewa karena terjatuh di Katalunya. Namun, sekarang fokus saya hanya tertuju ke Sirkuit Assen, Selasa, 22 Juni 2015.

Berlainan dengan itu, pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, setelah rajin naik podium pada seri-seri awal, ia menemui kegagalanl menyentuh garis finis dalam dua balapan terakhir.

Dovizioso bertekad untuk kembali ke podium di MotoGP Belanda.

Dovizioso secara berturut-turut jadi runner-up di tiga seri pertama di Qatar, Austin, dan Argentina. Rider Ducati itu juga finis ketiga di seri kelima di Le Mans.

Namun, Dovizioso tak bisa menyelesaikan lomba di Mugello dan Catalunya. Dia mengalami masalah dengan motornya di Mugello, sementara di Catalunya pebalap Italia itu crash.

“Saya sangat kecewa karena crash di Barcelona. Kami bisa saja meraih poin yang bagus untuk kejuaraan.
Tapi, saya juga tahu kami sedang bekerja dengan baik dan ini memberi saya kesempatan untuk mengejar podium di setiap seri,” ucap Dovizioso seperti dikutip Crash.

Seri MotoGP berikutnya adalah MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu mendatang. Dovizioso bertekad untuk naik podium lagi di seri tersebut.

“Di Assen penting bagi kami untuk kembali ke podium dan mengonfirmasi kecepatan kami. Trek di Belanda ini unik karena layout-nya yang khusus, juga karena kondisi cuacanya,” tutur Dovizioso.

“Kami harus melihat hal-hal positif: kami punya motor yang sangat cepat dan tentunya kami akan kompetitif di Assen,” katanya.

Komentar