24 Jam Lagi Untuk Michael Schumacher

Penulis: Darmansyah

Selasa, 31 Desember 2013 | 09:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Inilah foto terakhir Michael Schumacher, Minggu, 28 Desember 2013, sebelum terjatuh ketika bermain ski di Pegunungan Alpens, Perancis, yang menyebabkan kepalanya membentur batu dan kondisinya hingga kini dalam keadaan koma

Michael Schumacher masih menyisakan waktu dua puluh empat jam lagi, dihitung sejak Selasa, 31 Desember 2013, sebelum tim dokter menentukan langkah yang tepat bagi penyelamatannya, usai terjatuh dan menabrak batu ketika meluncur dengan papan ski di Pengunungan Alpen yang menyebabkan ia tak sadarkan diri, serta berada dalam kondisi kritis di rumah sakit Grenoble, Perancis.

Hingga Selasa pagi waktu setempat, menurut “Mail Online,” yang dikutip “nuga.co,” pebalap Formula One yang menjuarai tujuh musim lomba jet darat itu masih dalam kondisi koma. Dokter yang merawatnya di rumah sakit Grenoble, mengatakan saat ini Schumacher sedang berjuang untuk hidup.

“Dia dalam kondisi kritis,” kata Jean-Francois Payen, kepala unit perawatan intensif kepada wartawan. Dia mengatakan Schumacher sekarang berada pada kondisi koma buatan setelah operasi, untuk membatasi dampak cedera kepalanya ke otak. Terlalu dini untuk menyimpulkan apakah mantan pebalap tangguh ini akan bisa melewati fase kritisnya.

“Biasanya diperlukan waktu empat puluh delapan jam. Kini tersisa waktu dua puluh empat jam lagi. Aau bahkan lebih lama untuk merumuskan penilaian seberapa parah cederanya,” kata ahli saraf Jean-Luc Truelle.
Meskipun setelah terjatuh Schumacher tak langsung kehilangan kesadaran, dia tiba di rumah sakit dengan kondisi yang sangat buruk. Ia sudah menjalani operasi bedah kepala.

Sesaat setelah kecelakaan Schumacher dikabarkan dalam kondisi yang tak terancam keselamatannya. Dia disebut dalam kondisi sadar meski terlihat bingung. Namun tak berselang lama muncul kabar baru bahwa Schumacher koma setelah tiba di rumah sakit, dan langsung dipindahkan dari rumah sakit lokal ke Grenoble.

Rumah sakit yang menanganinya pun mengatakan kondisi Schumacher memburuk dengan cepat dan ia langsung menjalani operasi bedah darurat, Minggu. Payen mengatakan Schumacher mengalami luka otak yang serius dan menyebar.

Menurut laporan rumah sakit, kalau saja Schumacher tak memakai helm saat jatuh, kemungkinan besar nyawanya sudah tak tertolong. “Melihat dampak hebat yang terjadi, helm telah melindunginya. Bila tidak berhelm, dia sudah tamat.

Stephan Chabardes, profesor yang mengoperasi Schumacher, mengatakan pebalap itu tiba di rumah sakit pada Minggu malam dalam keadaan gelisah dengan lengan dan kaki menyentak tak terkendali serta tak lagi mampu menjawab pertanyaan. “Kondisinya cepat memburuk dan dia jatuh koma kemudian,” ujar dia.

“Ia telah mendapatkan pengobatan yang saat ini diperlukan dengan kondisi seperti itu dan saat ini belum dapat diketahui bagaimana prognosis untuk Michael Schumacher,” tambah Payen.

Payen mengatakan seseorang yang mengalami kecelakaan seperti itu tidak mungkin bertahan hidup bila tidak menggunakan helm. “Bila seseorang mengalami kecelaaan seperti ini tanpa helm, tidak akan selamat,” kata Payen.

Insiden ini mengejutkan banyak kalangan, mulai dari para koleganya di komunitas pebalap, penggemar, bahkan hingga Kanselir Jerman Angela Merkel.

Damon Hill, misalnya, pebalap rival berat Schumacher pada era mereka, mengatakan saat ini doanya tertuju untuk keselamatan mantan saingannya itu. Keterkejutan Merkel diungkapkan juru bicaranya, Steffen Seibert.

Pebalap Italia Giancarlo Fisichella menulis di akun Twitter, “Aku mengenalmu, Michael. Kamu laki-laki, kamu yang terbaik.. Cobaan ini lomba tersulitmu, tapi aku yakin kau akan memenangkannya juga.”

Michael Viehmann presiden klub penggemar Schumacher di Kerpen, kota kecil Jerman, mengatakan para fans Schumacher sangat berduka. “Kami tahu dia benar-benar orang baik. Dia pejuang. Kami berdoa ia akan memenangkan ‘pertempuran’ kali ini.”

Istri Schumacher, Corinna, dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada para simpatisan dan terutama para dokter yang sudah mendukung dan membantu Schumacher. “Kami ingin berterima kasih kepada tim medis yang kita tahu melakukan segala kemungkinan untuk membantu Michael,” kata Corinna dalam sebuah pernyataan.

Keluarga Schumacher – istri serta anaknya- mendampinginya di rumah sakit Grenoble, Prancis.

Komentar