close
Nuga Sport

Ducati Menakutkan di Lomba MotoGP 2015

Menjelang uji coba pramusi musim seri ketiga, yang dilanjutkan dengan lomba perdana MotGP di Sirkuit Loasil, Qatar, pertengahan dan akhir Maret 2015 ini, pebalap Movistar Yamaha melontarkan rasa irinya terhadap kelonggaran peraturan jumlah bahan bakar dan penggunaan ban untuk beberapa kelas terbuka di MotoGP.

Ducati dan dua produsen baru seperti Suzuki dan Aprilia, mendapatkan keuntungan dengan memiliki bahan bakar dua liter lebih banyak, ketimbang Yamaha dan Honda.

Ducati, Suzuki dan Aprilia akan memakai dua puluh empat liter bahan bakar oktan tinggi, sedangkan Yamaha dan Honda hanya dua puluh dua liter

Selain itu ada beberapa peraturan lainnya yang memberi keuntungan Ducati serta tim sejawatnya itu.
Termasuk dengan penggunaan ban empuk.

Melihat hal itu, Rossi merasa kecewa. Mengingat Ducati telah tampil mengejutkan di beberapa tes pramusim lalu.

Juara dunia tujuh kali MotoGP itu tidak sepenuhnya memahami proses untuk mengubah manfaat bahan bakar dan ban. Rossi pun bertanya apa yang akan terjadi jika Ducati memenangkan balapan kering tahun ini.

“Tapi saya pikir, bagi saya aturan ini sangat tidak adil. Karena sekarang Ducati sangat cepat,” tegas Rossi, seperti dilansir Crash.

“Jadi saya tidak mengerti mengapa mereka memiliki keuntungan ini. Tahun lalu mungkin ya, tapi sekarang mereka cepat seperti kami. Ini adalah sesuatu yang aneh, di olahraga motor, hanya terjadi di MotoGP,” terangnya.

Usai menyaksikan performa motor Ducati terbaru, GP15 di tes pramusim di Sepang, Valentino Rossi langsung ciut.

Pembalap senior Italia itu punya alasan mengapa Ducati mampu bersaing dengan Honda dan Yamaha.

Seperti diketahui, pada uji coba pekan lalu di Negeri Jiran, dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso tampil memukau dengan menempati posisi empat dan sembilan.

“Saya berpikir bahwa mereka cepat. Saya melihat Dovi dan Iannone dalam kondisi sangat baik dan saya berpikir bahwa (GP15) sudah sangat kuat untuk menjadi pesaing baru,” ucap Rossi.

“Jadi saya berpikir bahwa selama musim ini, ada keyakinan bukan hanya dalam latihan menggunakan ban lembut, tetapi juga dalam lomba, Ducati bisa berbahaya,” sambung Rossi.

Ini jelas situasi yang berbeda, dibanding saat Rossi masih membela tim asal Italia tersebut. Seperti diketahui, pembalap berjuluk The Doctor mengalami musim MotoGP tanpa kemenangan saat mengendarai Ducati empat dan tiga tahun lalu.

Motor Ducati memperlihatkan potensi yang menjanjikan untuk memenangi balapan di 2015 dan diyakini jadi target realistis bagi mereka.

Pabrikan Italia itu sudah menghabiskan bertahun-tahun untuk memperbaiki motornya sejak Casey Stoner hengkang untuk bergabung Honda. Kemajuan akhirnya didapat pada musim lalu pada motor GP14, kemajuan setelah ditangani Gigi Dall’igna.

Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone tampil mengesankan saat menjajal GP15 di tes Sepang seri kedua pada akhir Februari silam.

Pebalap Yamaha Valentino Rossi bahkan mengakui bahwa Ducati berpotensi mengancam dominasi Yamaha-Honda di musim baru ini.

Sejak memenangi MotoGP Australia lima tahun lalu, Ducati belum pernah memenangi satu balapan pun. Pada musim ini, Ducati optimistis bisa memutus rentetan hasil mengecewakan itu.

“Target kami adalah bersaing untuk memperebutkan podium dan memenangi satu balapan,” ujar direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti kepada MCN.

“Hal itu bukan berarti terlalu ambisius. Ini ambisius karena jika Anda tidak menetapkan target yang ambisius maka Anda tidak akan mampu mencapainya. Jadi kami ingin menaruh tekanan ekstra pada diri kami sendiri untuk mendapatkan hasilnya,” sambung dia.

“Serta kami juga mengharapkan bisa menjadi pesaing titel juara sesegera mungkin meskipun kami tahu bahwa Honda dan Yamaha memiliki motor-motor yang hampir sempurna dan memiliki empat pebalap terbaik di MotoGP,” imbuh Ciabatti.

sumber : crash, motogp.com dan autosport