Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Begadang

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 Mei 2018 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Meningkatkan risiko mati muda, kelainan psikologis dan masalah pernapasan merupakan penemuan terbaru dari banyaknya studi yang mengungkap bahwa mereka yang kerap begadang lebih mungkin alami risiko penyakit.

Mereka yang begadang umumnya mengalami ‘social jet lag’, yaitu istilah bagi perbedaan waktu saat kita tidur selama hari biasa dibanding saat akhir pekan, saat kita bebas untuk pergi tidur dan bangun kapanpun kita mau dan bisa.

Di mana kita pada umumnya tak dapat cukup tidur saat hari kerja dan cenderung membalasnya di akhir pekan untuk mendapatkan waktu tidur yang berharga.

Studi mengungkap bahwa orang yang mengalami tingkat social jet lag yang besar biasanya perokok dan peminum alkohol.

Makin besar tingkatannya, makin besar masalah kesehatannya, seperti risiko jantung dan masalah metabolik lainnya.

Dengan kebanyakan pekerjaan dan sekolah yang dimulai di pagi hari, para tukang begadang harus bisa secara efektif bekerja pada saat itu.

Dan ini berlaku juga untuk sebaliknya.

“Jika mereka yang giat bangun pagi dipaksa harus bekerja saat malam hari, mereka juga akan mengalami masalah kesehatan,” kata Russell Foster, ketua Nuffield Laboratory of Ophthalmology dan Sleep and Circadian Neuroscience Institute, dikutip dari BBC.

Lalu apakah dengan bangun lebih pagi dapat membuat kamu yang kerap begadang menjadi lebih teratur?

Jawabannya tidak. Bangun lebih bagi bisa mengesampingkan kecenderungan genetismu dan malah justru membuatmu kekurangan tidur, di mana tidak cukup kamu dapatkan selama weekdays.

Tidur dan bangun sebenarnya bukan hanya masalah kebiasaan atau kedisiplinan.

Namun sebaliknya, justru hal tersebut dipengaruhi oleh jam tubuh kita yang mana lima puluh persennya ditentukan dari gen kita sendiri.

Sisanya, dibentuk dari lingkungan dan usia kita. Jam tubuh kita semakin progresif lebih awal seiring bertambahnya usia.

“Kita punya sikap yang sudah mendarah daging bahwa orang yang begadang selalu menjadi tidak berguna dan malas, tapi sesungguhnya itu hanya masalah biologis manusia,” terang Prof Malcolm von Schantz dari University of Surrey.

Cara terbaik bagi kamu yang suka begadang untuk memanipulasi jam tubuhmu adalah lewat perubahan kebiasaan ketika kamu terekspos cahaya, agar tak alami peningkatan risiko kesehatan.

Jam tubuh kita dipengaruhi oleh terbit dan tenggelamnya matahari, namun kebanyakan dari kita malah lebih sedikit terpapar sinar matahari di siang hari dan terlalu banyak mendapat cahaya ‘artifisial’ di malam hari, yang membuat kita terlambat merasakan kantuk nantinya.

Dengan terpapar cukup sinar matahari di pagi hari dan mengurangi cahaya ‘artifisial’ terutama dari layar telepon seluler dan laptop yang memproduksi cahaya biru yang kuat, kita dapat melatih jam tubuh kita untuk lebih awal merasakan kantuk.

Walaupun memang hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan pada zaman sekarang. Justru tempat bekerja, sekolah dan masyarakatlah yang bisa membantu mereka yang sering begadang, menurut para ahli tidur.

“Akan lebih baik jika beberapa tempat kerja membiarkan para karyawannya bekerja sesuai dengan jam tubuh mereka masing-masing,” tandas Prof Foster.

Studi lainnya juga menemukan dampak begadang pada kemampuan otak untuk fokus sama halnya dengan memiliki kandungan alkohol dalam darah

Pada titik ini, otak Anda masih mampu berfungsi untuk mengingat dengan cukup baik.

Begitu pula dengan kerja otak Anda untuk fokus terhadap hal-hal yang lebih kompleks, misalnya mengurutkan benda-benda dalam sistem yang teratur atau mengatur ulang daftar nama.

Tetapi, koordinasi mata-dan-tangan Anda akan mulai memburuk, dan beberapa proses mental sulit juga mulai kewalahan.

Otak Anda juga akan lebih sulit untuk menyaring mana saja informasi yang relevan dari tumpukan informasi yang Anda terima.

Studi yang dimuat dalam Journal of Neuroscience menemukan bahwa, setelah semalaman begadang, seorang individu akan jauh kurang mampu untuk menyaring stimuli yang tidak relevan, menyebabkan kebingungan dari penyerapan begitu banyak informasi baru.

Selain itu, tubuh Anda juga akan memberikan reaksi yang lambat.

Sebuah studi yang berfokus pada atlet kampus menemukan bahwa partisipan yang telah begadang semalanan masih mampu menunjukkan kemampuan atletis yang cukup baik, namun jarak waktu reaksi mereka terbilang cukup buruk.

Kemampuan kognitif Anda akan melorot tajam, Anda mungkin tidak bisa untuk mengingat wajah dengan baik, dan kemampuan Anda untuk mengingat kata atau frase akan menurun secara signifikan.

Sebuah studi menemukan bahwa hal-hal seperti menekan respon yang kurang pantas, membuat kata kerja dari kata benda, dan menggunakan ingatan visual — segala keterampilan kognitif kompleks — pada dasarnya akan benar-benar rusak setelah tiga puluh enam jam begadang tanpa henti pada orang-orang dewasa muda.

Sistem kekebalan tubuh Anda saat ini akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidur cukup.

Tingkat sel darah putih NK, bagian terpenting dari sistem respon imun tubuh, akan melorot secara signifikan pada orang yang begadang selama empat puluh delapan jam terus menerus.

Namun jangan khawatir, kadar sel darah putih ini akan kembali normal begitu Anda mendapatkan tidur Anda kembali.

Sebuah studi yang dilakukan pada orang dewasa muda sehat yang begadang selama empat puluh delapan jam menunjukkan kadar nitrogen yang sangat tinggi dalam sampel urin mereka.

Artinya, tubuh mereka sedang berurusan dengan stres yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa sistem imun tidak bekerja secara efektif dalam merespon infeksi atau pulih dari suatu penyakit.

Proses aksi-reaksi Anda pada titik ini akan benar-benar terganggu.

Kelompok peneliti dari Columbia University memeriksa kerusakan kognitif dari subyek penelitian yang begadang selama empat puluh delapan jam, dan menemukan kemampuan mereka untuk bereaksi dengan cepat sangat rusak.

Dampak dari reaksi tubuh yang lambat adalah mengganggu kemampuan Anda untuk menjaga diri sendiri dari bahaya.

Bahkan percakapan sehari-hari menjadi sebuah tugas yang sangat sulit bagi Anda.

Motivasi hidup Anda juga akan merosot, dan bukannya tidak mungkin Anda bisa mengalami pengalaman-pengalaman aneh, seperti ilusi penglihatan atau berhalusinasi, namun tidak sampai tahap psikosis.

Satu hal yang pasti, Anda akan mengalami microsleep.

Kondisi ini terjadi ketika otak tiba-tiba ‘tertidur’ dalam waktu singkat, biasanya hanya beberapa detik, kemudian tersentak bangun kembali.

Tentu saja hal ini akan membahayakan keselamatan Anda, dan juga orang lain di sekitar Anda, apalagi jika terjadi saat Anda sedang berkendara atau mengoperasikan mesin besar.

Komentar