Yang Muda, Yang Stres dan Yang Beruban

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Juni 2016 | 10:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda masih tiga puluhan?

Lantas mengeluh karena semaraknya untaian uban di rambut Anda yang berwarna hitam?

Nah, so pasti  Anda i sulit untuk tidak merasa panik.

Muncul pertanyaan, kan belum waktunya Anda beruban?

Anda tahu,bahwa warna rambut sangat  dipengaruhi oleh melanin, pigmen yang sama yang menentukan warna kulit dan warna mata Anda.

Kalau uban menyergap itu berarti  Anda mulai kehilangan melanin.

Dan  menurut American Academy of Dermatology,  rambut akan berubah warna menjadi abu-abu perak, atau putih.

Angela Lamb, M.D., dokter kulit di The Mount Sinai Hospital, mengungkapkan cepatnya uban datang sangat dipengaruhi oleh faktor stress.

Selain uban, stres juga diketahui dapat memicu kerontokan rambut.

Ada penelitian yang menunjukkan, bahwa stres dapat benar-benar mengubah warna rambut Anda. Dan tentu saja, hal ini tidak terjadi dalam semalam.

Perubahan warna rambut adalah proses bertahap.

Jennifer Lin, seorang dokter kulit yang melakukan penelitian biologi molekuler di Dana-Farber, Harvard Cancer Center, di Boston, menjelaskan, “Ada bukti bahwa ekspresi lokal dari hormon stres memediasi sinyal yang menginstruksikan melanosit untuk mengantar melanin ke keratinosit. Jika sinyal yang terganggu, melanin tidak akan dapat memberikan pigmen pada rambut Anda.”

Untuk sebagian besar kasus, penyebab uban dini adalah faktor genetik. Namun, faktor-faktor lain juga berperan. Misalnya, merokok dan gaya hidup yang penuh tekanan.

“Genetika memainkan peran terbesar dalam berubahnya warna rambut Anda di usia dini,” kata Lamb.

Bahkan, para ilmuwan telah mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab untuk munculnya rambut abu-abu di kepala Anda, yaitu IRF4. Mungkin, suatu hari, gen ini juga akan memegang peran kunci untuk mencegahnya.

“Merokok dan stres tentu dapat berdampak rambut tapi sejauh pengaruhnya, kami juga belum tahu, ” kata Lamb lagi.

Jadi, bagaimana agar tak tumbuh uban dini di kepala?

Anda tak bisa mengendalikan faktor gentik warisan dari orang tua Anda. Ada orang yang karena faktor ini, sudah beruban sejak sebelum usia tiga puluhan.

Ada juga orang yang baru beruban setelah usianya benar-benar senior.

Yang Anda bisa lakukan adalah mengendalikan gaya hidup Anda, yaitu jauhi rokok dan mengelola stres dengan baik agar itu tak memengaruhi melanin.

Sehingga, tidak ditemukan rambut perak di antara helai-helai rambut hitam Anda sebelum waktunya tiba.

Sebuah tulisan di “healt.com,” yang berasal dari Associate Professor dari NYU School of Medicine, Roshini Rajapaksa, mengungkapkan  rambut beruban juga  berhubungan dengan etnis seseorang.

Misalnya, etnis Kaukasian cenderung akan mengalami rambut beruban lebih cepat dibanding orang Asia dan Afrika-Amerika.

Riwayat keluarga juga bisa menjadi alasan mengapa seseorang tumbuh uban lebih awal.”Anda bisa bertanya pada orangtua, kakek-nenek, kapan pertama kali rambut mereka mulai terlihat abu-abu,”tulis Roshini.

Selain itu, faktor gaya hidup dan lingkungan juga menjadi penyebab rambut mulai banyak tumbuh uban lebih awal, seperti merokok, sering terkena sinar ultraviolet, dan polusi udara.

Dalam beberapa kasus, meski jarang terjadi, beruban lebih awal bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan.

Penyakit itu antara lain, vitiligo atau kondisi kulit yang kehilangan pigmentasi, anemia pernisiosa, yaitu ketika tubuh sulit menyerap vitamin B12, dan masalah kelenjar tiroid.

Sementara itu, banyak orang yang menghubungkan kondisi stres atau banyak pikiran dengan tumbuhnya uban lebih awal.

Untuk diketahui, helai rambut yang menjadi putih terjadi ketika folikel rambut memproduksi melanin lebih sedikit.

Melanin adalah pigmen yang memberikan warna pada rambut. Kebanyakan wanita akan menggunakan cat rambut untuk mengembalikan warna rambut mereka seperti semula.

Komentar