Wabah Diabetes Kini Bak “Gunung Es”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Agustus 2016 | 13:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Diabetes kini menjadi penyakit “gunung es” yang mengerikan bersamaan dengan munculnya berbagai komplikasi dan  banyak orang  yang tidak menyadari dirinya menderita.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah besar atau pembuluh darah kecil. Proses kerusakan tersebut tidak berlangsung satu persatu, tetapi berbarengan.

Ada pasien yang sudah mengalami kerusakan pada saraf matanya dan juga kaki. Ada yang datang-datang ginjal dan jantungnya sudah bermasalah

Para pasien diabetes baru datang kala dalam kondisi komplikasi.

Karena mereka masuknya ke rumah sakit rujukan. Kondisi itu juga ditemukan di seluruh rumah sakit tipe A dan B di provinsi.

Pada pasien cuci darah, sekitar 30 persennya karena diabetes, jadi komplikasinya kerusakan ginjal.

Pengendalian kadar gula darah adalah kunci untuk menghindari atau memperlambat munculnya berbagai komplikasi tersebut.

Namun, pengendalian itu sulit dilakukan sebagian besar penyandang diabetes di Indonesia.

Munculnya komplikasi juga memperbesar biaya perawatan.

Kadar gula darah berfluktuasi setiap hari dipengaruhi berbagai hal, seperti asupan makanan, aktivitas fisik, hingga obat-obatan.

Pada orang yang diabetes, informasi itu memengaruhi regime pengobatan.

Untuk mengetahui variasi kadar gula darah dalam sehari, penderita diabetes  bisa melakukan pemeriksaan gula darah mandiri  dengan alat glukometer.

Dengan alat monitoring gula darah bisa diketahui respon tubuh terhadap makanan atau obat.

Pengecekan gula darah di rumah diwajibkan untuk pasien diabetes tipe 1, pasien diabetes melitus yang memakai insulin, serta pasien diabetes yang sering mengalami kejadian gula darah terlalu rendah.

Pasien diabetes yang perlu mencapai target gula darah tertentu juga disarankan menggunakan alat glukometer di rumah.

Kalau hanya cek di laboratorium sebulan sekali terlalu panjang. Kalau dengan glukometer sudah ketahuan flukutasinya, dalam satu atau dua minggu bisa diubah regimen pengobatannya

Penggunaan glukometer yang dilakukan secara tepat bisa memberikan manfaat yang baik dalam penatalaksanaan diabetes melitus.

Secara umum diabetesi disarankan melakukan pengecekan gula darah sebelum makan pagi dan dua jam setelah makan.

Sementara itu pada pengguna insulin pengecekan dilakukan setelah menyuntikkan insulin.

Hasil pengecekan gula darah itu juga harus dicatat dan dikonsultasikan ke dokter untuk mengetauhi efektivitas pengobatan.

Selain pengecekan dengan glukometer, diabetesi juga perlu mengetahui kadar HbA1C melalui pemeriksaan di laboratorium setiap dua atau tiga bulan sekali.

Kadar yang HbA1C yang baik adalah kurang dari tujuh persen.

Makin tidak terkendali gula darah, komplikasi akan semakin cepat muncul dan risikonya lebih besar.

Walau demikian, pemeriksaan gula darah di laboratorium tersebut tidak bisa menggambarkan variasi harian kadar gula darah.

Pemeriksaan laboratorium juga seringkali baru dilakukan sebulan sekali.

Kadang diperlukan informasi tentang gula darah harian, terutama untuk pasien yang harus mencapai target kadar gula darah. Ini untuk mengetahui efektivitas regimen pengobatan

Secara umum yang wajib melakukan cek gula darah mandiri adalah diabetesi yang menggunakan insulin, pasien yang menggunakan obat antidiabetik oral dan sering hipoglikemi.

Terutama kalau sering mengalami gula darah terlalu rendah atau hipoglikemi. Selain itu pasien diabetes dengan kondisi khusus, misalnya muntah-muntah dan susah makan, juga perlu cek rutin.

Penggunaan alat monitoring gula darah secara mandiri di rumah, bisa dipakai untuk mengetahui respon tubuh terhadap kondisi tertentu.

Misalnya saja untuk mengetahui kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu atau minum obat.

Kalau hanya periksa gula darah sebulan sekali terlalu panjang. Kalau dengan monitoring sendiri, dalam waktu satu atau dua minggu sudah bisa diubah regimen pengobatannya atau modifikasi pola makan.

Pemeriksaan gula darah sendiri di rumah yang standar adalah sebelum makan pagi dan dua jam setelah makan.

Sementara itu, diabetesi yang dengan obat-obatan dan diet hasil pemeriksaan gula darah sebulan sekalinya baik tidak diwajibkan memeriksa gula darah di rumah.

Komentar