Usia Tiga Puluhan Itu Puncak Kenikmatan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Desember 2015 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sedang berada di usia tiga puluhan?

Wuah.. Itu berarti Anda sedang menjalani “usia emas.”

Lantas?

Para peniliti menyebut usia itu sebagai fase bagi Anda untuk menikmati kehidupan. Pada dekade tersebut energi seseorang juga sedang berada pada puncaknya

Beban kerja lebih menuntut, kehidupan keluarga, juga berolahraga lebih teratur daripada sebelumnya
Namun, bagi mereka yang sudah melewati usia ini, semua itu tidak hilang.

Melansir laman Daily Mail, pada usia selanjutnya akan terjadi lonjakan energi kembali yang disebabkan oleh pikiran segar menjelang pensiun.

Temuan dari jajak pendapat yang dilakukan terhadap ribuan orang dewasa di Inggris, mengungkap bahwa di usia itu mereka banyak menyimpan energi.

Empat puluh persen orang dewasa memiliki tingkat energi tertinggi pada usia tiga puluhan.

Pada usia ini mereka juga merasa paling bahagia dan merawat diri mereka dengan lebih baik. Lainnya, memaknai kekuatan baru mereka ketika memiliki anak di usia 31.

Satu dari sepuluh orang di usia itu bahkan menggambarkan tingkat energi mereka sebagai yang terbaik.

Meski demikian, lebih banyak berolahraga adalah alasan kenapa orang merasa lebih energik.

Para peneliti menemukan, orang-orang di usia itu berolahraga rata-rata tiga kali dalam seminggu, kendati urusan pekerjaan dan keluarga mereka juga amat tinggi.

Para peneliti juga menemukan sebagian besar dari orang-orang merasa tingkat energi mereka turun pada saat mereka hanya melakukan sedikit atau tidak ada aktivitas sama sekali.

Juru bicara perusahaan vitamin mengatakan, semua orang mengira bahwa di usia dua puluhan adalah saat seseorang paling berenergi.

Pada usia tiga puluhan, para peneliti juga menyebutnya sebagai usia

Setelah usia ini, ada penurunan kesuburan. Meskipun terdapat hubungan yang erat teridentifikasi antara kesuburan menurun dan usia pada pria, ini adalah fenomena kurang dikenal.

Di usia tiga puluh tahun, indikator kunci kesuburan pada pria yaitu tingkat hormon testosteron, yang diperlukan sperma untuk dewasa – mulai berkurang perlahan-lahan.

Setelah usia empat puluh tahun, testis seorang pria mulai menyusut dan melembut, dan kualitas dan kuantitas dari sperma yang mereka hasilkan perlahan-lahan menurun dari waktu ke waktu.

Ketika pria bertambah usia, kesuburan mereka akan berkurang dan mereka juga lebih mungkin untuk menghasilkan sperma dengan peningkatan mutasi DNA.

Pria berusia lebih dari tiga puluh lima telah terbukti memiliki persentase lebih tinggi dari sperma bermutasi daripada orang-orang yang berusia di bawahnya.

Jika Anda melihat persentase dan rata-rata, hal ini umumnya dipahami bahwa Pasangan muda sehat di dua puluhan yang tidak memiliki masalah kesuburan akan hamil setelah empat bulan berhubungan badan tanpa pelindung.

Sebuah p[enelitian lainnya menuliskan tentang gerbang usia kepala empat, yang mengindikasikan wanita menjadi lebih lincah, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta.

Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang.

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang menikahi pria lebih muda..

Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei kepada ratusan wanita, tentang sikap mereka terhadap seks.

Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda.

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi.

“Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks.

Komentar