Unggulnya Para Wanita Bokong Besar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Oktober 2015 | 10:04 WIB

Dibaca: 58 kali

Hai perempuan, bagi Anda yang memiliki pinggul besar, mulai sekarang melangkahlah dengan percaya diri.

Ada apa?

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa Anda yang memiliki pinggul besar akan melahirkan keturunan lebih pintar dan bebas dari banyak penyakit akut.

Benarkah demikian?

Penelitian yang dilakukan dari Universitas Pittsburgh dan California, Santa Barbara mengungkapkan perempuan dengan pinggul besar dan pinggang kecil bisa jadi lebih cerdas dibanding dengan perempuan berbentuk tubuh apel atau lurus.

Penelitian tersebut melibatkan belasan ribu perempuan dewasa dan gadis yang dikelompokkan berdasar ukuran tubuh dan hasil tes kognitif mereka.

Dari data tersebut disimpulkan bahwa perempuan dengan perbedaan ukuran antara pinggul dan pinggang yang cukup jauh memiliki hasil tes lebih tinggi dan berpengaruh juga kepada anak-anak mereka.

Hal ini dikarenakan perempuan berpinggul besar memiliki kandungan lemak lebih banyak di daerah pinggul dan paha.

Lemak pada area tersebut mengandung asam lemak polyunsaturated cukup tinggi berupa omega 3 yang sangat penting bagi perkembangan otak janin.

Meski teori ini belum dikonfirmasi kebenarannya, Paula Hall, seorang ahli psikologi asal Amerika Serikat mengatakan:”Setidaknya penelitian ini membuktikan bahwa Anda dapat terlihat seksi juga cerdas, dan itu adalah hal positif.

Hal tersebut juga menunjukkan perempuan berpinggul besar juga memiliki kelebihan lain selain membesarkan anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

” Hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour tersebut juga menjelaskan mengapa anak-anak yang lahir dari ibu-ibu lebih muda, memiliki kemampuan kognitif lebih rendah.

“Perkembangan kognitif anak-anak tersebut berkurang karena ibu mereka hanya memiliki sedikit kandungan lemak, dibanding dengan perempuan yang melahirkan dalam usia lebih matang,” tutur seorang peneliti seperti dilansir oleh Times Online.

Namun, dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa anak-anak yang lahir dari perempuan muda yang berpinggul besar sepertinya terhindar dari fenomena tersebut dan memiliki kemampuan kognitif yang normal.

Sebuah studi lainnya juga mengungkapkan, kelebihan lemak di area pinggul ternyata mempengaruhi risiko diabetes pada wanita.

Seperti ditulis laman Medindia, Selasa, 13 Oktober 2015, varian genetik yang dekat dengan gen KLF14 mengatur bagaimana dan di mana tubuh wanita menyimpan lemak ini berpengaruh terhadap risiko diabetes tipe 2.

Secara spesifik, versi yang berbeda dari varian tersebut menyebabkan sel yang membantu proses penyimpanan lemak juga berfungsi secara berbeda.

Secara keseluruhan, perbedaan ini tidak dikaitkan dengan perubahan bobot tubuh keseluruhan atau BMI, namun memang ini memengaruhi bentuk pinggul wanita, jelas penulis penelitian Kerrin Small dari King’s College London.

“Studi terdahulu menunjukkan bahwa secara umum, wanita yang memiliki lemak pinggul, yang tubuhnya berbentuk pir, secara signifikan kurang berisiko diabetes dibandingkan mereka yang memiliki pinggul lebih kecil,” ucapnya.

Penemuan ini memiliki dampak penting karena para peneliti sedang mengupayakan pendekatan yang lebih personal untuk mendeteksi penyakit serta pengobatannya, ucap Small.

Dia juga mencatat, jika mereka bisa mengidentifikasi gen dan produk protein yang berpengaruh dalam risiko diabetes, maka kemungkinan besar mereka bisa mengembangkan pengobatan dan pencegahannya.

Mitos bercinta kerap kali menyebut bahwa bercinta secara teratur akan membuat payudara dan pinggul membesar.

Meski ada penelitian yang menyatakan hal tersebut hanya mitos belaka, namun penelitian lain mengungkap bahwa ukuran pinggul wanita memang tidak bisa berbohong terkait aktivitas seks yang dilakukannya.

Hasil sebuah penelitian terbaru dari Universitas Leeds di Inggris mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki lebar pinggul lebih besar adalah mereka yang sering melakukan hubungan seksual.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti para peneliti mengajukan kuisioner dengan sejumlah pertanyaan terkait sejarah seksual mereka, pertama kali melakukan hubungan intim, berapa jumlah pasangan dan setiap hubungan yang dilakukan dengan emosional.

Peneliti juga mengukur ukuran pinggang dan pinggul yang dianggap sebagai daya tarik perempuan.

Para peneliti bahkan menemukan kaitan antara ukuran pinggul dengan perilaku seks wanita.

Disebutkan, para wanita yang sering bercinta dengan perilaku one night standmemiliki pinggul lebih besar dari pada wanita yang kerap berhubungan seksual dalam konteks hubungan emosional.

“Pertanda yang dominan adalah yang terlibat dalam satu perilaku one night stand memiliki pinggul lebih luas daripada mereka yang aktivitas seksual terutama dalam konteks hubungan,” kata penulis studi melansir Womenhealts, baru-baru ini.

Dari hasil penelitian tersebut, para peneliti juga menyimpulkan bahwa rasio pinggang dan pinggul tidak mempengaruhi sejarah seksual para wanita itu sendiri.

Komentar