Umur Panjang? Miliki Teman Penggembira

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Juli 2015 | 09:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda menginginkan kehidupan yang “sehat” plus umur panjang?

Kalau iya, Anda tidak selalu butuh vitamin, olahraga dan juga melakukan diet yang sehat. Ya tidak selalu pada penekanan kesehatan fisik.

Tidak selalu.

Anda, sebenarnya, juga memerluka kehidupan sosial yang aktif.
Itu kunci utamanya

Menurut penelitian terbaru, menghabiskan sebagian besar waktu sendrian dan merasa kesepian akan meningkatkan risiko kematian sebesar tiga puluh persen, walaupun Anda memiliki track record kesehatan fisik yang bagus.

Laman situs “huffington post,” Selasa, 28 Juli 2015, menulis, hal ini juga berlaku bagi Anda yang mengatakan lebih suka menyendiri.

Hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar Anda sebenarnya jauh pontensial menunjang dampak positif bagi hidup Anda.

Bila Anda tetap berkutat dengan kesendirian dan menjauh dari kehidupan sosial Anda, Anda berisiko bunuh diri, atau setidaknya memperpendek hidup Anda.

Studi ini menunjukkan juga bahwa seorang introvert ternyata lebih bahagia ketika mereka berada bersama dengan orang lain daripada sendirian.

Kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial ternya bisa disamakan dengan risiko merokok lima belas batang sehari atau menjadi gemuk.

Menurut studi ini, kehidupan sosial adalah alat prediksi yang baik untuk tahu berapa lama Anda akan hidup, dibanding dengan faktor diet dan olahraga.

Lewat kehidupan sosial yang baik, Anda bisa mendapatkan hidup yang berkualitas karena rasa bahagia.

Hanya saja, punya kehidupan sosial bukan hanya soal berapa banyak teman yang Anda miliki. Punya kehidupan sosial yang memperpanjang hidup juga tergantung pada kualitas kehidupan sosial Anda.

Dan Buettner, penulis The Blue Zones Solution mengatakan bahwa, jumlah interaksi sosial hanyalah setengah dari resep hidup sehat. Kualitas juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Jenis orang yang bergaul dengan Anda akan memiliki manfaat yang besar dan beragam, bukan hanya tentang seberapa bahagia Anda, tapi juga seberapa gemuk dan kesepiannya Anda.”

Anda harus mengelilingi diri dengan orang yang punya pengaruh positif pada hidup.

Selain kehidupan sosial yang baik Anda juga perlu menelaah cara orang Jepang yang hidup sehat dan panjang umur.

Orang Jepang menjalani hidup yang berkualitas dan jarang jatuh sakit. Semua pujian tentang kesehatan dan kebahagiaan mereka terletak pada diet dan gaya hidup.

Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang wanita Jepang yang dikenal dengan nama Naomi Moriyama.

Buku tersebut berjudul Japanese women don’t get old and fat.

Ia mengklaim telah memilih memasak makanan tradisional yang membantu suaminya untuk meluruhkan lemak ekstra dan meningkatkan energi mereka.

Sayangnya, saat ini banyak orang yang hanya terfokus pada makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, serta gula, yang menjadi biang dari segala macam penyakit metabolisme.

Lantas apa rahasia orang Jepang bisa bertubuh langsing dan berumur panjang?

Orang Jepang memasak makanan mereka di rumah. Makanan tradisional mereka adalah ikan bakar, sedikit nasi kukus, sayuran rebus, semangkuk sup miso dan teh hijau. Mereka membuat makanan ini dengan cinta dan jarang mengunjungi restoran.

Selain itu orang Jepang menghindari suhu tinggi dalam mengolah makanan dan memasak dengan api kecil, mengukus, memanggang dan menumis dengan panci. Pola masak seperti ini akan mempertahankan nilai gizi makanan.
Orang jepang juga menggunakan minyak goreng yang sehat seperti minyak zaitun.

Anda pasti sudah pernah mengunjungi sebuah restoran Jepang dan melihat makanan yang disajikan dalam mangkuk kecil dan itu mengenyangkan Anda meskipun porsinya kecil.

Mereka lebih fokus pada penyajian makanan dan mereka menikmati makanannya dengan perlahan. Hal ini membuat sistem pencernaan dalam kondisi baik dan mereka tetap fit.

Ini bukan termasuk aturan keras untuk menyantap hidangan manis setelah makan utama. Makanan penutup tidak penting di Jepang. Makanan itu disajikan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak terlalu banyak seperti di negara-negara lain .

Di Jepang, sarapan disajikan sebagai makanan besar dengan berbagai hidangan kecil. Miso sup adalah satu keharusan untuk disantap selama sarapan. Karena makanan ini kaya akan probiotik yang dapat meningkatkan imunitas dan menjaga usus untuk tetap sehat.

Wanita Jepang lebih tidak peduli dengan diet dibandingkan dengan wanita di negara-negara lain.

Mereka telah terbiasa menikmati berbagai jenis makanan. Mereka selalu berjalan ke mana pun pergi, yang membantu untuk menjaga tubuh tetap langsing. Mereka selalu aktif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Diet orang Jepang itu lebih ke nasi kukus dan mereka tidak makan roti. Roti terbuat dari tepung halus yang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan dan juga tidak ada serat.

Orang Jepang suka mengonsumsi sayuran karena sayuran kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral.

Mereka mengonsumsi lebih banyak sayuran seperti brokoli, kubis, kecambah, kangkung, dan bok choy. Sayuran-sayuran ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Orang Jepang juga mengonsumsi banyak rumput laut yang kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya. Rumput laut merupakan komponen penting dari hampir semua masakan Jepang.

Mi di Jepang kebanyakan rendah lemak dan mempunyai beragam jenis yang berbeda. Mi-mi tersebut terbuat dari kacang dan gandum atau mi soba.

Orang jepang makan banyak kedelai.

Mereka mengonsumsi hampir lima puluh gram kedelai per hari dalam bentuk banyak hidangan tradisional.

Selain itu, mereka juga minum teh hijau setelah makan. Ini dapat melindungi jantung dan membuat mereka selalu muda.

Komentar