Ubah Gaya Hidup untuk Usir Darah Tinggi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Juli 2017 | 07:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “mensjournal,” hari nini, Jumat, 07 Juli, secara spesifik menurunkan tulisan panjang tentang  kebiasaan gaya hidup  yang menyebabkan seseorang dapat menderita tekanan darah tinggi.

“Mensjournal”  juga memberikan saran untuk menjadikan kebiasaan: makanan sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, membatasi alkohol dan mengelola stress untuk mengenyahkan darah tinggidatangnya tekanan darah tinggi.

Diungkapkan, gaya hidup adalah salah satu yang bisa mengusir .

Dan, untuk membantu membuat perubahan gaya hidup, cobalah melakukannya secara bertahap, mulai dari satu perubahan diikuti perubahan lain saat Anda merasa telah berhasil menerapkan perubahan sebelumnya.

Bila Anda mempraktikkan beberapa kebiasaan gaya hidup sehat, Anda cenderung akan bisa menurunkan tekanan darah atau mempertahankan tekanan darah menjadi normal.

Gaya hidup sehat yang dianjurkan itu adalah:

Untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi, Anda dianjurkan untuk membatasi asupan sodium dan garam, meningkatkan potasium, dan mengonsumsi makanan yang sehat bagi jantung.

Beberapa makanan yang mengandung potasium tinggi seperti ubi bisa menjadi pilihan.

Ubi mengandung setidaknya potasium dan hanya sedikit kalori. Selain itu daun bit dan kacang panjang juga bisa menjadi alternatif bila suka sayur-sayuran.

Menu makanan untuk menghindari darah tinggi berisi buah-buahan, sayur-sayuran, gandum, dan makanan lain yang rendah lemak, kolesterol serta garam.

Menu makanan ini juga sehat untuk jantung, bahkan untuk mereka yang tak memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Makanan rendah sodium dapat membantu mengatasi tekanan darah Anda. Anda harus mencoba membatasi kandungan sodium yang dikonsumsi.

Ini artinya, pilih dan persiapkan makanan yang rendah dalam sodium dan garam.

Label makanan di kemasan akan membantu Anda untuk melihat kandungan sodium di dalamnya.

Cobalah tidak mengonsumsi lebih dari dua ribu tiga ratus miligram sodium dalam satu hari. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda harus mengonsumsi sodium kurang dari batas normal tersebut.

Makanan sehat untuk jantung umumnya baik juga mencegah naiknya tekanan darah, mengingat tekanan darah adalah salah satu pemicu serangan jantung.

Makanan ini bisa berupa gandum; buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk, pir dan plum; sayur-sayuran seperti brokoli, kol, dan wortel; kacang polong seperti kacang merah, buncis; bebas atau produk susu rendah lemak seperti skim milk; serta

Ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon, tuna.

Ketika memilih makanan yang sehat untuk jantung, Anda harus menghindari: daging merah, minyak kelapa atau sawit serta makanan dan minuman yang mengandung gula.

Aktivitas fisik yang rutin dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terkena masalah kesehatan lainnya.

Konsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai rencana olahraga. Tanyakan berapa banyak dan apa saja aktivitas yang aman untuk Anda.

Setiap orang seharusnya mencoba melakukan aktivitas fisik seperti aerobik ringan setidaknya dua jam tiga puluh menit setiap pekan, atau aerobik lebih intensif setidaknya satu jam lima belas menit setiap pekan.

Aerobik seperti jalan cepat, adalah olahraga yang memacu jantung lebih keras bekerja dan Anda mengonsumsi oksigen lebih banyak dibanding biasanya.

Semakin anda aktif, kian banyak pula manfaat yang Anda terima.

Menjaga berat badan ideal bisa membantu Anda mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi resiko masalah kesehatan lainnya. Jika berat badan tidak ideal—terutama terlalu berat, cobalah untuk menurunkan.

Penurunan sekitar tiga  hingga lima persen dapat menurunkan risiko untuk masalah kesehatan.

Semakin banyak berat badan yang Anda turunkan dapat mempengaruhi tekanan darah, menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.

Mengukur lingkar pinggang juga membantu mendeteksi kemungkinan resiko kesehatan.

Jika sebagian besar lemak Anda ada di sekitar pinggang dan bukan pada pinggul Anda, Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Risiko ini mungkin tinggi dengan ukuran pinggang yang lebih besar dari tiga puluh lima inci untuk wanita atau lebih dari empat puluh inci untuk pria.

Sellain itu pelajari bagaimana mengelola stres agar bisa rileks.

Menghilangkan stres bisa meningkatkan kesehatan fisik dan emosional serta menurunkan tekanan darah tinggi.

Cara mengelola stres termasuk: lebih aktif secara fisik, mendengarkan musik atau fokus terhadap sesuatu yang damai, berlatih Yoga atau Tai Chi serta meditasi.

Para peneliti memang melihat adanya peningkatan tekanan darah pada mereka yang mengkonsumsi garam dalam jumlah tinggi.

Namun pada mereka yang mengkonsumsi sedang, ditemukan bahwa asupan garam itu tidak berdampak pada kenaikan tekanan darah. Sementara pada kelompok yang mengkonsumsi sedikit garam, asupan itu tidak menimbulkan efek.

Ini berarti anjuran untuk mengurangi asupan garam hingga setengah sendok teh saja tidak sepenuhnya beralasan, ujar Andrew Mente, profesor epidemiologi dari Universitas McMaster, Kanada.

Bila Anda selama ini mengkonsumsi garam dalam jumlah sedang – yang artinya lebih tinggi dari yang disarankan – maka hal itu tidak masalah.

Namun bila Anda tergolong kelompok yang mengkonsumsi garam dalam jumlah tinggi, disarankan untuk menguranginya.

Meski demikian, pesan dari penelitian ini bukanlah supaya Anda bisa seenaknya mengkonsumsi garam, karena jumlah sodium yang banyak dalam tubuh tetap menimbulkan masalah kesehatan.

“Anda harus tetap menghindari makanan yang mengandung garam tinggi, namun juga jangan terlalu takut dengan makanan asin. Selama Anda tidak memiliki masalah dengan tekanan darah, maka konsumsi garam dalam jumlah wajar hingga satu sendok teh masih diperbolehkan,” ujar Mente.

Komentar