Turunkan Berat Badan? Metabolisme Aja

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Februari 2016 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Ketika Anda kesulitan mencapai target penurunan berat badan hanya dengan diet dan olahraga, mungkin Anda perlu mempertimbangkan cara mempercepat metabolisme tubuh.

Ada beberapa metode peningkat metabolisme, tapi efektivitasnya berbeda-beda.

Banyak tips yang ditulis diberbagai jurnal tentang mempercepat

Tetapi, mana yang paling efektif?

Tulisan ini mengurutkan peningkatan metabolisme yang tidak begitu efektif sampai yang terbaik.

Meningkatkan metabolisme adalah salah satu hal terpenting yang berperan dalam menjaga berat badan, tapi seberapa cepat tubuh membakar kalori tergantung pada berbagai hal.

Sebagian orang ada yang mempunyai metabolisme yang cepat.

Dalam hal ini, pria juga membakar lebih banyak kalori dibanding wanita, bahkan ketika sedang ebristirahat.

Dan sebagian besar orang, metabolismenya akan terus menurun setelah berusia empat puluh tahun.

Meski Anda tak bisa mengontrol usia, jenis kelamin, atau berbagai hal genetik lainnya, masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan metabolisme.

Proses pembakaran kalori dalam tubuh akan terus terjadi walaupun dalam keadaan tidak melakukan apa-apa.
Orang yang berotot cenderung memiliki Resting Metabolic Rate atau tingkat metabolisme istirahat yang tinggi.

Setiap otot menghabiskan sekitarenam kalori per hari, sementara setiap pound lemak membakar dua kalori.
Setelah latihan yang cukup, otot akan muncul dan akan meningkatkan metabolisme harian Anda.

Latihan aerobik tidak akan menumbuhkan otot, namun latihan tersebut selama beberapa jam bisa meningkatkan metabolisme .

Latihan dengan tingkat intensitas tinggi akan berdambak positif pada metabolisme Anda.

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih, Anda juga dapat mencoba kelas gym dan perbanyak jogging.
Untuk proses pembakaran kalori, tubuh membutuhkan banyak air.

Metabolisme akan menurun jika Anda dehidrasi atau kekurangan air.

Riset menunjukkan orang dewasa yang minum enam hingga delapan gelas per hari akan membakar kalori yang lebih dibanding yang hanya minum empat gelas.

Agar tubuh tetap terhidrasi, minum segelas air sebelum makan atau Anda dapat mengonsumsi buah atau sayur-sayuran yang mengandung banyak air sebagai camilan.

Beberapa minuman berenergi mengandung kafein yang meningkatkan jumlah energi dalam tubuh.

Selain itu juga terdapat taurin atau asam amino yang berfungsi untuk mempercepat metabolisme dan membantu membakar lemak.

Walau begitu, Anda perlu berhati-hati karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan sulit tidur jika dikonsumsi secara berlebihan. American Academy of Pediatrics menyarankan agar minuman ini tidak dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja.

Sering mengonsumsi camilan dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Makanlah camilan tiap tiga hingga empat jam untuk menambah metabolisme karena banyak kalori yang terbakar.

Beberapa studi mengungkapkan, seseorang yang makan camilan cenderung makan lebih sedikit saat makan besar.

Makanan pedas mengandung bahan kimia alami yang dapat meningkatkan tingkat metabolisme, seperti campuran paprika merah atau hijau. Walau ini hanya bersifat sementara, namun manfaatnya akan terasa jika sering mengonsumsi makanan pedas.

Jika Anda mengonsumsi protein, artinya banyak kalori yang terbakar di dalam tubuh dibanding karbohidrat.

Untuk menyiasati ini, ganti karbohidrat dengan makanan berlemak yang akan meningkatkan metabolisme tubuh.

Sumber protein ada pada daging, ikan, ayam, tahu, kacang-kacangan dan telur.

Adalah satu khasiat kopi adalah untuk menambah tingkat metabolisme tubuh. Kafein mengurangi rasa lelah, bahkan bisa membuat Anda lebih berenergi saat berolahraga.

Kombinasi kafein dan catechins dalam teh hijau dapat mneingkatkan metabolisme tubuh hanya dalam beberapa jam.

Peneliti menyarankan untuk minum teh setidaknya dua hingga empat cangkir untuk membakar kalori hingga tujuh belas pada saat beraktifitas.

Hindari diet ketat dengan mengonsumsi kalori kurang dari seribu dua ratus pada wanita dan seribu delapan ratus untuk pria per hari.

Walaupun ini dapat menurunkan berat badan, cara ini tak sehat karena mengorbankan nutrisi.
Anda akan kehilangan otot dan metabolisme Anda pun akan menurun.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih gemuk dan pembakaran kalori lebih sedikit

Metabolisme menjadi kata kunci bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Sederhananya, metabolisme adalah cara tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Namun Anda harus berhati-hati dalam mengartikan proses metabolisme, karena seperti dikatakan oleh Karen Ansel, MS, RD, masih banyak orang mempercayai mitos yang keliru mengenai metabolisme. Contohnya seperti ini:

Metabolisme akan menurun drastis di usia tiga puluhan dan Anda tidak perlu cemas.

Ansel mengungkapkan, proses penurunan metabolisme terjadi pada usia empat puluhan, yang biasanya disertai hilangnya massa otot yang juga berpengaruh terhadap pembakaran kalori serta kegemukan.

Ansel menyarankan Anda untuk rutin berolahraga setidaknya seratus menit dalam seminggu untuk melatih otot serta tulang agar metabolisme tetap lancar dan tubuh terasa bugar.

Metabolisme itu tidak memiliki ukuran yang pasti. Banyak orang menganggap bahwa manusia modern pasti memiliki proses metabolisme yang lambat.

Tapi, Ansel justru menyatakan bahwa cara mudah untuk mengukur apakah Anda memiliki metabolisme yang baik adalah dengan melakukan olahraga serta mengatur pola makan.

Jika hasilnya baik, bahkan maksimal, itu artinya Anda berhasil mengontrol proses metabolisme. Cara mudah membandingkan metabolisme Anda dengan orang lain adalah lewat tingkat aktivitas dan konsumsi kalori per hari.

Cara meningkatkan metabolisme adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa jenis makanan yang lumayan bisa mendongkrak metabolisme adalah kafein dan cabai merah.

Tetapi, tentu saja Anda tidak bisa menggantungkan harapan pada kedua jenis makanan itu saja untuk mengharapkan perubahan yang besar.

Komentar