Tubuh Kurang Serat dan Cara Mengatasinya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Maret 2019 | 14:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Salah satu nutrisi makanan yang paling penting bagi kesehatan tubuh dan sebaiknya selalu kita konsumsi setiap hari adalah serat.

Dengan mencukupi asupan serat, maka sistem metabolisme tubuh akan berjalan lancar, untuk itu hindari kekurangan serat.

Lalu bagaimana mengetahui tanda tubuh kurang serat?

Jika kita kekurangan serat makanan, maka tubuh akan mengalami gejala yang menganggu kesehatan seperti berikut ini:

Tanda tubuh kurang serat yang pertama adalah mudahnya perut merasa lapar meskipun baru saja selesai makan. Kekurangan serat ini menyebabkan cepatnya proses mencerna makanan.

Nah, bila asupan serat tercukupi, kandungan serat akan membentuk materi yang mirip dengan gel yang akan membuat proses penyerapan makanan menjadi lebih lambat sehingga efek kenyang pun akan menjadi lebih lama.

Jika mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat, tubuh akan segera mendapatkan energi yang besar yang sayangnya hanya berefek tidak lama.

Hal yang berbeda terjadi jika kita mengonsumsi serat, kadar gula darah akan meningkat dengan perlahan yang bisa membuat energi tidak akan cepat habis dalam waktu yang lama.

Tanda tubuh kurang serat yang sering terjadi adalah susah buang air besar (BAB) atau sembelit. Kondisi ini disebabkan oleh proses pencernaan yang tidak berjalan dengan lancar dan menyebabkan kotoran susah dikeluarkan.

Sudah menjadi rahasia umum jika asupan serat bisa berpengaruh besar untuk program penurunan berat badan.

Akibat kurang serat yang cukup, berat badan pun tidak akan segera turun. Jadi, cukupi asupan serat harian Anda dengan makanan yang mengandung banyak serat.

Asupan serat ternyata juga berpengaruh pada kesehatan organ jantung. Kandungan serat, zat besi, vitamin B, serta seng (zinc) bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh yang tentu berimbas pada kesehatan jantung yang lebih baik.

Tentu saja, akibat kurang serat dapat menyebabkan gangguan pada jantung.

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi serat yang cukup dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi peradangan.

Berdasarkan penelitian, serat larut bertindak seperti spons dan menyerap kolesterol di usus kecil dan melewatinya melalui saluran pencernaan sebagai limbah.

Selain itu, serat larut dalam usus besar menghasilkan asam lemak rantai pendek yang membantu mencegah sintesis kolesterol  di hati.

Jika Anda mencurigai atau mengetahui memiliki kolesterol tinggi, pertimbangkan untuk menghindari kekurangan serat makanan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tak disangka, meskipun serat bukan pemicu jerawat yang jelas, namun bisa menjadi faktor besar penyebabnya. Serat menyerap racun dalam darah dan membuanganya melalui saluran pencernaan, bukan pori-pori kulit. Jadi, asupan serat yang cukup memungkinkan tubuh melepaskan racun berlebih dan berpotensi membersihkan kulit dari racun.

Jika ingin terbebas dari jerawat, terapkan cara mengatasi kurang serat yang mudah dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak serat, yang mengandung banyak antioksidan yang bermanfaat membuat kulit cerah dan sehat.

Jika Anda mengalami peradangan, kemungkinan kurang minum air. Namun, peradangan kemungkinan tidak memiliki asupan serat yang cukup.

Diet rendah serat berarti tidak memberi nutrisi pada bakteri baik dan mikroba lain di usus besar, yang dapat membuang mikrobiota usus keluar dari serangan. Mikrobiota usus yang sehat, beragam, seimbang penting untuk kesehatan yang baik, sebagian karena dapat membantu mencegah peradangan kronis.

Sebagian besar sel sistem kekebalan kita hidup di dinding usus. Ketika mikrobiota usus tidak sehat atau tidak seimbang, kemungkinan lebih baik bahwa sistem kekebalan tubuh Anda akan secara tidak perlu melepaskan peradangan pada tubuh.

Kesimpulannya, kekurangan serat makanan berisiko menyebabkan tidak memberi makan bakteri baik dalam usus. Ketika tidak cukup serat, tubuh Anda kemungkinan meradang. Meskipun tidak terlihat seperti masalah besar, peradangan kronis berhubungan dengan penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memberi makan bakteri baik dengan perbanyak makan yang mengandung serat tinggi.

Serat makanan adalah bagian dari tumbuhan yang tersusun dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Makanan seperti kacang-kacangan, sayuran, dan sereal mengandung banyak serat.

Jika terlalu banyak makan serat akan menumbulkan masalah pencernan yang tidak biasa, bewgitupun jika kekurangan serat makanan.

Lalu berapa banyak serat yang cukup untuk tubuh?

Diperkirakan hanya 5 persen asupan serat yang direkomendasikan setiap hari. Jumlah serat yang optimal bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan status kehamilan seseorang.

Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Amerika, merekomendasikan cara mengatasi kurang serat dangan memenuhi jumlah asupan serat harian

Diet kaya serat sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda. Cara ini juga dihubungkan dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko masalah jantung, diabetes, dan obesitas.

Namun, mengonsumsi lebih dari 70 gram serat sehari dapat menyebabkan efek samping yang tidak baik. Ketika mengonsumsi makanan, seperti roti tinggi serat dan roti yang ditambahkan serat, makan 70 gram serat dalam sehari tidaklah sulit.

Makan oatmeal yang sehat untuk sarapan, sandwich, dan buah atau sayuran untuk makan siang, dan makan malam dengan gandum dapat dengan mudah mencapai jumlah asupan serat.

Itu dia tanda tubuh kurang serat dan cara mengatasi kurang serat dengan memenuhi asupan serat harian yang telah disebutkan di atas. Usahakan jangan telalu banyak asupan serat, karena sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik

Komentar