Trend Herbal: Diminati Untuk Jalan Sehat

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 27 Juli 2013 | 18:13 WIB

Dibaca: 1 kali

Said Muchsin, Senior Editor “nuga.co” menuliskan trend herbal sebagai pilihan pengobatan tanpa resiko berkembang secara luas di Indonesia. Perkembangan ini, dari tahun ke tahun terus menaik dan menjadi kultur baru menuju hidup sehat. Gejala poisitif di tulisnya secara sangat menarik, dan inilah kesan Said Muchsin tentang herbal.

ADA gejala positif di tengah masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan, makanan, melalui tanaman obat berkhasiat (herbal). Pengobatan herbal ialah melakukan terapi untuk tubuh, wajah dan rambut melalui cara-cara alami. Mengatasi masalah kesehatan dengan herbal dianggap lebih aman dari efek obat-obat kimiawi. Bila dahuku muncul nama dengan sebutan mbah dukun, kini terpajang di televisi sejumlah jeng yang tampil memikat. Ada Jeng Ana, Jeng Nur, Jeng Keni, Jeng Nur Hikmah. Mereka meraup rupiah ratusan juta setiap bulannya.

Pro herbal, anti obat kimiawi apotik, kini lagi merasuki berbagai kalangan. Bahkan sejumlah dosen apoteker di Universitas Gajah Mada menolak pengobatan kimiawi. Mereka mengobati diri dengan tanaman herbal. Alasannya, obat kimiawi itu jelasnya adalah racun bagi tubuh. Herbal kini sudah menjadi paham baru kesehatan yang dapat dikatakan sebagai herbalisme. Bila terserang flue, cukup dengan makan rujak yang pedas. Bila ada anggota keluarga terkena demam berdarah disuguhkan jus jambu klutok (jambu batu) merah, serta merebus daunnya.

Sebenarnya tak hanya sejumlah tanaman yang dikatagorikan herbal. Semut dengan koloni yang dinamakan ‘Sarang Semut’ (Myrmicodia Penden) pun kini dijadikan obat untuk penyakit jantung koroner, paru-paru, diabetes, kolesterol, stroke, asam urat, rematik, wasir dan melancarkan air susu ibu (asi). Sarang Semut mengandung senyawa aktif Flafonoid, Tokoferol, Tanin dan multimineral untuk memperbaiki metabolisme sel dan efektif menekan perkembangan sel kanker. Bahkan lintah dan pacet pun sudah ikut campur menagobati manusia.

Dari pacet turun ke lebah. Sengatannya pun jadi obat. Sedangkan madu lebah dan kandungan propolis sangat manjur sebagai obat. Propolis berbentuk seperti ter (planken) hitam yang sebelumnya dianggap kotoran dalam sarang lebah yang selama ini diabaikan. Kini justeru dijadikan inti pengobatan yang sesungguhnya. Harga satu botol sebesar jempol Rp 100.000. Propolis itu bahkan bisa mengawetkan mayat. Tikus yang terjebak dalam sarang lebah dibunuh oleh lebah, lalu tubuh tikus itu diselimuti propolis sehingga tidak pernah berbau bangkai selama delapan tahun sejak sarang lebah itu ditemukan manusia di Perancis. Bangkai itu masih utuh.

Orang yang terkena racun cukup diminumkan cula badak yang direndam dalam air minum. Penderita katarak cukup dengan irisan halus tanduk rusa yang kemudian diteteskan di putihnya mata, katarak pun hilang. Darah tinggi, peluruh kencing, peluruh haid, obat batuk, obat cacing, meningkatkan kekuatan tulang cukup dengan minum rebusan buah mengkudu. Daunnya bagus untuk lalapan. Darah beku akibat stroke dapat ditolong oleh rimpang temu putih Juga baik untuk kista rahim, nyeri haid, tumor rahim, kanker mulut rahim.

Di Peulanggahan, Banda Aceh pernah dikenal herbalis kenamaan Siti Aisyah (orang tertua di Banda Aceh dengan usia 100 tahun 1893-1993). Ia merupakan dukun kampung yang sangat handal. Ketika terserang cacar besi, pasien dimandikan dengan on krutow atau daun murbai (Morus Alba) yang diremas dalam ember besar, lalu dimandikan. Cacar besi itu lenyap dari tubuh penderita. Penderita sakit kuning (hepatitis) sembuh total tanpa virus melalaui pengobatan rebusan rebung bambu kuning. Saat ada pasien yang menderita kanker servik diobati dengan rebusan bunga jengger ayam yang merah maron. Ia mampu menurunkan tumor dari perut ke tanah melalui terapi aura.

Kini banyak keluarga yang menanam tanaman herbal di pekarangan rumahnya. Bahkan ada diantara mereka yang menjadikan kebunnya sebagai tanaman herbal. Sebut saja misalnya ibu Endah Lasmadiwati (65). Dia punya Taman Sringanis di Cipaku, Bogor, Jawa Barat. Terdapat 400 jenis herbal di kebunnya yang berdiri sejak 1992.

Di tamannya terdapat tanaman mengkudu untuk menyegarkan dan memutihkan kulit, serta obat darah tinggi. Ada temulawak (Curcumae Xanthorrizhae) untuk menambah nafsu makan, obat lever, ambein. Daun pegagan (Centella Asiatica) meningkatkan daya ingat, obat darah tinggi, revitalisasi sel, jantung, vertigo, dan darah manis. Di Aceh dikenal dengan suguhan sambal pegagan saban puasa dan Hari Raya Idulfitri sebagai obat anti darah tinggi saat makan daging kambing dan sapi.

Binahong (Andedora Cordilera), tanaman anggota famili Basellaceae yang merupakan tanaman hias merambat dengan keindahan bunganya bermanfaat untuk mengatasi gagal ginjal. Juga untuk menyembuhkan luka dalam dan luar, baru dioperasi, radang usus, ambeiyen, pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah setelah sakit, reumatik, luka memar terpukul, mencegah stroke, maag, typhus, asam urat, sakit pinggang, mimisan, luka bakar, gusi berdarah, melancarkan haid, jerawat dan masih banyak lagi manfaatnya. Tak hanya daun, umbinya juga bermanfaat dengan cara dicuci, dikeringkan lalu ditumbuk halus, dimasukkan dalam kapsul 0,5 mg dan diminum 3 X sehari. Batangnya mengobati lemah syahwat dengan mengambil getahnya dan dioleskan pada batang penis. Atau batangnya digodok dengan kencur dalam air tiga gelas hingga tersisa satu gelas. Bunganya pun berguna untuk menyuburkan kandungan dengan cara digodok denga

Komentar