Tidur Cukup Itu untuk Kekebalan Tubuh

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 September 2017 | 08:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Kurang tidur membuat kita merasa lemas, tidak bersemangat, dan lebih mudah terserang penyakit.

Hal itu terjadi karena tubuh kita tidak sempat mengembalikan tenaga dan sistem imun tidak sempat memperbaiki diri.

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology, menjelaskan bagaimana sistem kekebalan tubuh memperbaiki diri sendiri saat tidur.

Peneliti menemukan bahwa beberapa subset sel T berkurang dari aliran darah saat tidur di mana resiko infeksi rendah. Sel T adalah jenis sel darah putih dan merupakan dasar sistem kekebalan tubuh manusia.

Sel T ada dalam aliran darah dan siap menyerang virus dan patogen lain yang menyerang tubuh.

Bahkan selama fase istirahat yang nyenyak, tubuh mampu melepaskan sel T, hormon pertumbuhan, dan mengembalikan epinefrin ke sirkulasi untuk melawan patogen saat dibutuhkan.

Dalam riset ini para peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui bagaimana kekurangan tidur mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Terdapat empat belas relawan yang terdiri pria muda dengan usia rata-rata dua puluh lima—berpartisipasi dalam dua kali studi dua puluh empat jam

Dalam percobaan itu, relawan diperbolehkan tidur antara pukul sebelas malam hingga pukul tujuh pagi.

Sementara sisanya, para pria diminta tidak tidur selama dua puluh empat jam.

Sampel darah diambil dari masing-masing relawan dengan interval yang bervariasi  sepanjang periode  dua puluh empat jam.

Di antara kelompok yang tidur, semua subset sel T yang terukur berkurang dalam waktu tiga jam setelah tertidur. Namun, jumlah sel T tetap tinggi pada subjek yang tidak diizinkan tidur.

Sementara penelitian menunjukkan bahwa sel T meninggalkan aliran darah. Ke mana mereka pergi adalah sebuah misteri.

“Ini adalah pertanyaan yang belum terpecahkan mengenai di mana sel-sel didistribusikan kembali saat tidur karena kita tidak dapat mengikuti rute migrasi mereka pada manusia yang sehat. … Ada beberapa petunjuk dari penelitian sebelumnya bahwa sel-sel ini menumpuk di kelenjar getah bening saat tidur,” tulis para peneliti.

Penurunan cepat sel T yang beredar saat tidur, kata peneliti Luciana Besedovsky, menunjukkan bahwa bahkan satu malam tanpa tidur mempengaruhi sistem kekebalan.

“Ini … mungkin salah satu alasan mengapa tidur sangat penting bagi kesehatan.”

Tidur adalah satu-satunya cara efektif untuk memperbaiki dan meremajakan tubuh. Karena itu kebutuhan tidur setidaknya tujuh hingga delapan  jam di malam hari tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sudah banyak penelitian yang mengungkap bahaya kurang tidur dalam jangka pendek dan jangka panjang, mulai dari mudah terserang gelisah, sakit kepala, meningkatnya detak jantung, hipertensi, gangguan pencernaan, depresi, bahkan disfungsi sistem kekebalan tubuh.

Faktor lingkungan berpengaruh besar pada kemampuan kita mendapatkan tidur yang nyenyak.

Misalnya suhu udara yang terlalu dingin atau panas, kebisingan, cahaya, kenyamanan tempat tidur, bahkan gangguan gadget.

Penelitian mengungkap, orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan atau generasi modern lebih sering mengalami gangguan tidur.

Kesalahan yang paling sering dilakukan mengubah kamar tidur mereka menjadi pusat hiburan dengan memasang televisi, game, sampai sound system yang menghasilkan suara keras.

Mungkin Anda berpendapat kamar tidur yang tidak memiliki fasilitas hiburan bakal membosankan, tapi kamar tidur memang seharusnya dioptimalkan untuk tidur.

Berikut ini adalah lima elemen kunci yang harus Anda ketahui agar tidur Anda menjadi lebih berkualitas.

Buatlah kamar Anda sedikit redup dengan lampu yang tidak terlalu terang. Anda bisa memasang lampu-lampu kecil yang diletakan pada meja di samping kamar tidur.

Tidak usah menggantinya dengan bohlam berwarna merah, karena hanya akan menimbulkan kesan panas di kamar.

Pemilihan gorden juga menentukan kualitas tidur. Gorden yang Anda pilih untuk kamar tidur sebaiknya memiliki bahan yang tidak tembus bila terkena sinar matahari atau cahaya lampu.

Biasanya hotel memakai gorden jenis itu karena ingin memberikan kenyamanan pada konsumennya untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Jika Anda ingin menciptakan suasana tenang, maka disarankan untuk menggunakan warna-warna menenangkan, di antaranya, lavender, abu-abu pucat, biru, aqua, pink pucat dan krem.

Mungkin tampak menarik ketika memiliki ruangan yang hangat, karena hal itu membuat tidur mengantuk , tapi itu sebenarnya bukan suhu yang ideal. Kamar Anda seharusnya berada di sisi yang sejuk.

Suhu tubuh secara alami turun saat kita tertidur sehingga membuat ruangan yang lebih dingin dapat membantu memulai prosesnya, membuatnya kantuk lebih cepat datang, dan membantu Anda tidur nyenyak.

Pakar tidur mengatakan, kamar Anda harus lima sampai sepuluh derajat lebih dingin dari pada suhu siang hari rata-rata.

Ada begitu banyak pilihan untuk berbagai macam model kasur, sementara Anda mungkin ingin memilih kasur yang paling lembut.

Kasur yang ideal dalam hal ini adalah kasur yang kokoh dengan bantalan atas yang lebih lembut. Ini akan membantu memberikan keseimbangan dan dukungan ideal bagi tulang belakang

Komentar