Tidur Tanpa Cahaya Itu Sehat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Oktober 2014 | 05:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidurlah tanpa cahaya. Yang pasti tidur dengan suasana gelap menyehat. Harus diingat tidur itu tidak hanya sekadar memejamkan mata tapi juga menjaga keseimbangan biologis.

Dan tidur tanpa cahaya akan mampou mengatur keseimbangan biologis, selain disepakati oleh para ahli i lebih menyehatkan karena membuat kualitas tidur lebih baik.

Kenapa tidur harus tanpa cahaya? Jawabannya untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan seseorang dapat menghindari gangguan kondisi fisik. Untuk itu, tidurlah yang cukup pada malam hari.
Keadaan gelap dapat memicu produksi zat melatonin atau hormon tidur dalam tubuh yang membuat tidur lebih nyenyak.

Kalau terang, kualitas tidurnya enggak bagus. Takutnya produksi melatoninnya enggak bagus.

Cahaya pun menganggu jam biologis manusia pada malam hari. Malam hari merupakan waktu manusia untuk beristirahat. Bahkan sejumlah penelitian menyatakan bahwa tidur malam tanpa cahaya terang dapat mencegah penyakit kanker.

Kita curiga, melatonin ini ada efek anti kanker. Tapi ini belum selesai penelitiannya. Berdasarkan penelitian, wanita yang tidurnya kurang dari tujuh jam dalam sehari, empat puluh tujuh persen berisiko kanker payudara. Sementara itu pada wanita buta, risiko kanker payudara lebih rendah lima puluh persen.

Diasumsikan yang buta karena enggak lihat cahaya sehingga polanya bagus. Melatoninnya bagus, makanya risiko kankernya rendah.”

Lalu bagaimana dengan kebiasaan Anda untuk tidur dengan cahaya lampu terang? Kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan dan segera diatasi. Anda bisa memasang banyak lampu di kamar, misal lampu utama, lampu meja, dan lampu dinding.

Dalam waktu seminggu, matikan lah lampu utama, namun tetap menyalakan lampu kecil lainnya.

Seminggu kemudian, cobalah mematikan lampu utama dan lampu kecil sehingga menyisakan hanya satu lampu yang menyala. Lambat laun, Anda akan terbiasa tidur dalam keadaan gelap.

Pelan-pelan, seminggu kurangi satu lampu, seminggu kemudian kurangi satu lampu lagi. Jadi bertahap saja. Nanti terasa, loh, kualitasnya lebih enak.

Selain lampu, cahaya dari handphone juga tidak baik kerena memancarkan cahaya “blue light”. Terpancarnya cahaya ini akan dibaca oleh otak manusia sebagai siang hari.

Untuk itu, satu jam sebelum tidur sebaiknya hindari pemakaian handphone. Saat tidur juga tidak perlu gelap total atau membuat pandangan menjadi hitam seluruhnya. Lampu tidur yang membuat cahaya remang-remang, boleh saja dinyalakan.

Selain menyehatkan, mematikan lampu juga menghemat energi. Sejumlah penelitian pun menunjukkan bahwa tidur yang nyaman penting bagi kesehatan.

Anda seharusnya juga perlu mengtahui apa yang sebenarnya terjadi pada otak ketika tidur?

Penelitian terbaru yang dipublikasikan jurnal “Current Biology” menunjukkan, otak mampu memproses informasi dan secara efektif membuat keputusan saat di bawah alam sadar. Menurut studi ini, tidur menstimulus otak dan membuat seseorang mudah mengambil keputusan ketika terbangun dari tidur.

Berdasarkan penelitian, otak tetap bekerja ketika tidur. Alat pemantau kinerja otak menunjukkan bahwa otak manusia tetap bisa merangsang kata-kata yang yang didengar saat tidur. Namun, saat bangun seseorang tidak bisa mengingat kata-kata atau suara yang didengar tersebut.

“Bukan hanya memproses informasi yang kompleks ketika sedang benar-benar tertidur, tetapi juga saat tanpa sadar,” ujar peneliti Thomas Andrillon dan Sid Kouider kepada Washington Post.

Saat Anda sedang tidur, otak sibuk menyusun memori baru dan memperkuat memori sebelumnya. Kemudian menghubungkan memori baru dengan memori sebelumnya, baik saat tidur dengan gerakan mata cepat atau tidak.

Peneliti dari University of California, Berkeley, kepada National Institutes of Health mengatakan, mempelajari suatu hal sebelum tidur dapat membantu otak dalam penyusunan memori. Walker menduga, tidak tidur justru dapat membuat kemampuan Anda untuk mempelajar hal baru menurun hingga 40 persen.

Tidur juga dipercaya bisa mendorong tingkat kreatifitas. Hasil studi Universitas California di Berkeley tahun 2007 menunjukkan setelah bangun dari tidur, sebanyak tiga puluh tiga persen orang dapat membuat ide-ide baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Hasil studi tahun 2013 menunjukkan bahwa fungsi terpeting dari tidur adalah memberikan kesempatan pada otak untuk beristirahat dan melakukan pembenahan. Para peneliti di University of Rochester menemukan bahwa selama tidur, otak pada tikus membersihkan molekul rusak yang bisa menyebabkan gangguan neurodegenerative.

Kurang tidur akan membuat otak tak memiliki waktu yang cukup untuk pembersihan. Hal ini berpotensi membuat seseorang terkena penyakit neurodegenerative seperti parkinson dan alzheimer.

Otak dapat menyimpan informasi dalam waktu yang lama saat tidur. Hal ini membuat Anda mampu terus mengingat gerakan motorik, seperti bagaimana mengemudi, bermain tenis, dan mengingat gerakan tari. Tanpa disadari, Anda mampu melakukan sejumlah aktivitas fisik tersebut pada hari berikutnya.

Selain itu tidur juga bisa dijadikan terapi.Terapi ini paling baik dilakukan bagi mereka yang menderita depresi akibat insomnia. Pada 2013, para peneliti dari Ryerson University, Toronto menemukan fakta, bahwa pasien yang melakukan perawatan terapi tidur depresinya berkurang signifikan.

Peneliti menyarankan pasien bangun tidur di waktu spesifik. Bangkit dari tempat tidur, namun jangan dulu makan, membaca, atau menonton televisi, hindari pula tidur siang.

“Mimpi adalah hal yang vital saat kita tidur, karena aktivitas ini mampu meregenerasi koneksi saraf otak. Orangtua yang depresi, memiliki mimpi lebih sedikit ketimbang mereka yang tidak depresi,” jelas Jason Ellis, profesor psikologi dari Northumbria University.

sumber :www.huffingtonpost.com

Komentar