Tidur Siang, Apakah Sehat atau Tidak?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 November 2017 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehat atau tidaknya tidur siang masih saja jadi perdebatan dan penelitian para ahli.

Untuk diketahui ada banyak orang yang tidak bisa melewatkan hari tanpa tidur siang dan akhirnya, itu menjadi kebiasaan.

Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya apakah itu baik untuk kesehatan atau justru sebaliknya?

Beberapa orang mengatakan bahwa tidur di siang hari sangat baik untuk tubuh, sementara yang lain mengatakan tidak.

Lalu mana yang benar?

Ayurveda sebauh teknik pengobatan India memiliki jawaban atas pertanyaan itu.

Menurut Ayuverda, tidak disarankan untuk tidur di siang hari karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh.

Ketidakseimbangan ini bisa berdampak buruk pada fungsi tubuh. Namun, Ayurveda juga menyatakan bahwa orang yang sehat dan kuat bisa tidur siang di siang hari, tapi hanya pada musim panas.

Ayurveda juga menentukan siapa yang bisa tidur siang dan siapa yang tidak disarankan melakukannya.

Ada alasan mengapa orang-orang ini diminta menghindari tidur di siang hari, termasuk karena mereka berisiko mengalami demam, kegemukan, penyakit yang berhubungan dengan tenggorokan, mual dan muntah, daya ingat berkurang, serta sistem imunitas dan organ lemah

Tidur pada siang hari sering kali dihadapkan kepada stigma sosok yang malas atau kurang antusias dalam bekerja, namun hal itu tidak sepenuhnya benar.

Justru tidur siang dapat meningkatkan produktivitas seseorang.

Jika Anda berpikir tidur siang hanya bermanfaat untuk bayi, anak-anak, lanjut usia atau yang sedang sakit, maka sebaiknya Anda berpikir ulang.

Tidur siang diklaim dapat memengaruhi tubuh secara positif untuk kesehatan orang dewasa.

Mengurangi rasa lelah.

Studi dilakukan untuk membandingkan tiga cara untuk mengatasi kelelahan pada siang hari, yaitu menambah jam tidur malam, tidur siang dan mengonsumsi kafein.

Tidur siang merupakan cara yang dianggap paling efektif..

Namun tidak semua orang bisa merasa nyaman saat tidur siang. Sebagian orang merasa jika tidur siang menjadi sulit untuk tidur pada malam hari, sementara sebagian lainnya memang tidak terbiasa tidur siang.

Tidur siang memang cara yang efektif sebagai relaksasi dan memulihkan tenaga, tapi sebagian orang dengan kondisi tertentu sebaiknya tidak mempraktekkan tidur siang, misalnya orang-orang dengan kondisi:

Memanfaatkan tidur siang bukan berarti Anda harus mengorbankan waktu tidur pada malam hari. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan hal-hal berikut ini.

Memanfaatkan tidur siang tidak ada salahnya, terutama jika kondisi memungkinkan.

Namun jika Anda tiba-tiba mengalami keinginan tidur siang yang lebih kuat dari biasa dan tidak ada alasan khusus yang membuat Anda lelah secara berlebihan, konsultasikan kondisi diri Anda kepada dokter.

“Pendapat yang menyebutkan bahwa tidur siang terkait dengan kemalasan sama sekali tidak benar. Ini merupakan salah satu hal terbaik yang bisa Anda lakukan bagi produktivitas dan kinerja otak Anda,” ujar Richard Horner, profesor kedokteran dan fisiologi di University of Toronto.

“Itu hanyalah pandangan kuno yang tak mendasar,” ucapnya, seperti dilansir laman CBC

Kantuk yang melanda di siang hari biasanya disebabkan oleh kurangnya durasi tidur di malam hari.

Menurut Dr Brian Murray, neurolog dan spesialis tidur di Sunnybrook Health Sciences Centre serta associate professor di University of Toronto, sebagian besar orang dewasa perlu tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Bila tidur malam kurang dari durasi tersebut, entah karena bekerja hingga larut atau mengurus bayi, tubuh akan perlu pengganti jam tidur yang hilang pada siang harinya.

Itulah sebabnya orang dewasa tetap perlu tidur siang.

Selain kurang tidur, kantuk di siang hari juga bisa terkait dengan ritme sirkadian, jam biologis dua puluh empat jam tubuh yang memengaruhi kapan kita tidur.

Selaras dengan ritme sirkadian, temperatur tubuh menurun pada siang menjelang sore, utamanya selepas siang, ujar Dr Judith Davidson, associate professor bidang psikologi di Queen’s University dengan spesialisasi tidur dan gangguan tidur.

Tak heran bila pada “jam-jam kritis” tersebut Anda merasa lemas, kinerja melambat, dan kantuk datang.

Punya kebiasaan tidur siang bukanlah suatu hal buruk. Hanya saja, bila keinginan untuk tidur siang muncul setiap hari, mungkin Anda perlu lebih mencermati kegiatan Anda di malam hari.

Bagi individu yang mengalami gangguan tidur di malam hari seperti insomnia, tidak disarankan tidur siang karena bisa berdampak pada kualitas tidur di malam hari sehingga berpotensi memperburuk insomnia.

Komentar