Tidur Lebih Delapan Jam Bisa Tidak Sehat

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 Agustus 2018 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda termasuk salah seorang yangt tidur lebih dari delapan jam sehari?

Kalau jawabannya iya maka Anda perlu mengubah kebiasaan ini.

Riset terbaru menemukan bahwa tidur lebih dari delapan jam terkait dengan risiko masalah jantung dan bahkan kematian.

Memang pola tidur itu tidak akan langsung berujung pada kematian, tetapi menghabiskan malam dengan tidur lebih lama bisa menjadi sebuah tanda atau gejala yang mendasari masalah kesehatan.

Itulah mengapa tim peneliti mengungkapkan jika kita harus lebih memperhatikan pola tidur yang berlebih.

Peneliti juga merekomendasikan untuk tidur hanya selama  tujuh hingga delapan jam di malam hari untuk mengurangi risiko masalah kesehatan di masa depan.

“Temuan kami memiliki implikasi yang penting sebagai dokter yang harus memberikan pertimbangan mengenai durasi tidur dan kualitas selama konsultasi,” ujar Chun Shing Kwok, salah satu anggota tim riset.

“Jika tidur lebih dari 8 jam atau lebih lama lagi, dokter akan menyarankan skrining untuk faktor risiko jantung atau gangguan tidur,” tambahnya.

Hasil penelitian ini merupakan analisis dari 74 penelitian yang melibatkan lebih dari 3 juta peserta.

Penelitian tersebut mencatat durasi tidur serta kualitas yang dilaporkan partisipan secara mandiri, serta risiko kematian dan juga kesehatan jantung.

Analisis kemudian menemukan jika durasi tidur rata-rata  sepuluh jam semalam berhubungan dengan tiga puluh persen peningkatan kematian dini dibandingkan dengan orang yang tidur selama tujuh jam semalam.

Tidur rata-rata sepuluh jam semalam juga ditemukan berkaitan dengan lima puoluh enam persen peningkatan risiko kematian karena stroke, dan empat puluh sembilan persen peningkatan risiko kematian penyakit jantung.

Sementara itu, kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan penyakit jantung koroner sebanyak empat puluh empat persen.

Akan tetapi, studi ini juga memiliki keterbatasan. Sebab, kebiasaan tidur para partisipan dilaporkan secara mandiri, bukan dilakukan pengukuran di laboratorium sehingga bisa saja tidak akurat sepenuhnya.

Ditambah lagi, mungkin ada kondisi fisik atau mental lain yang tidak tercatat dalam studi yang bisa berefek pada pola tidur serta risikonya.

Juga ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi tidur, mulai dari pola kerja hingga lingkungan selama dua puluh empat jam.

Hal itulah rupanya yang membuat peneliti tidak bisa mengatakan secara pasti bahwa tidur lebih dari delapan jam menyebabkan kematian dini. Namun ini bisa menjadi sebuah peringatan yang harus kita waspadai.

Riset telah dipublikasikan di Journal of the American Heart Association.

Selain itu seperti dilansir dari Healthline, suatu studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang berarti pada tubuh.

Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko Anda mengalami sejumlah masalah kesehatan yang serius, di antaranya diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian dini.

Lama tidur tujuh sampai delapan jam sebenarnya direkomendasikan hanya untuk orang dewasa, termasuk lansia.

Sementara itu, orang dengan usia muda seperti anak-anak dan remaja memiliki jam tidur yang lebih panjang dibandingkan orang dewasa.

Tidur termasuk dalam aktivitas yang punya segudang manfaat. Saat Anda tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu beberapa proses dalam tubuh, di antaranya:

Terlalu banyak atau kurang tidur ternyata dapat dikaitkan dengan harapan hidup seseorang, meskipun hal ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti penyakit. Namun, setidaknya lama dan kualitas tidur cukup berperan dalam memperpanjang umur Anda.

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis data dari enam belas studi terpisah.

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu koma tiga juta orang dengan melihat kebiasaan tidurnya.

Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar dua belas persen.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki satu koma dua kali risiko kematian lebih cepat.

Maka secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa salah satu manfaat tidur cukup adalah memanjangkan harapan hidup.

Saat Anda tidur di malam hari, kebutuhan kalori akan berkurang karena minimnya pergerakan.

Hal inilah yang membuat kebutuhan energi menjadi menurun. Namun, saat Anda kurang tidur, organ otak akan menurunkan kadar leptin, yaitu hormon yang menciptakan rasa kenyang. Akibatnya, Anda menjadi mudah lapar.

Kemudian, Anda akan dipacu untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh sehingga pada akhirnya Anda memutuskan untuk makan lebih banyak. Hal ini akan diperparah bila Anda kurang berolahraga sehingga berat badan Anda semakin tidak dapat dikendalikan.

Tidak hanya untuk orang dewasa, kurang tidur juga bisa memengaruhi kesehatan anak-anak.

Sebuah studi empat tahun lalu menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur mengalami risiko obesitas dan peningkatan indeks massa tubuh

Bila dibiarkan terus menerus, efek ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa. Untuk mengetahui apakah indeks massa tubuh Anda saat ini sudah ideal, hitung dengan kalkulator IMT ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

Saat Anda tidur, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan senyawa yang disebut sitokin. Senyawa ini memiliki efek perlindungan pada sistem kekebalan tubuh Anda dengan membantu melawan peradangan dan infeksi. Tanpa tidur cukup, Anda mungkin tidak memiliki cukup sitokin untuk menghalangi tubuh Anda dari sakit.

Sebuah studi yang dilakukan pada lima tahun lalu menemukan bahwa kurangnya jam tidur dapat meningkatkan jumlah senyawa peradangan di tubuh. Kondisi ini sama dengan saat Anda mengalami asma atau alergi.

Anda merasa sering lupa? Nah, bisa jadi karena Anda kurang tidur. Pasalnya, salah satu manfaat tidur adalah dapat memperkuat ingatan Anda.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur setelah belajar dapat membantu meningkatkan memori. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda akan cenderung mudah lupa terhadap hal-hal yang pernah Anda lewati sebelumnya.

Tidur selama tujuh sampai delapan jam dapat membuat Anda mengalami semua tahap tidur. Dua fase tidur, yaitu fase REM dan slow wave sleep dapat melancarkan proses mengingat dan berpikir kreatif.

Sementara itu, orang yang kurang tidur akan mengalami beberapa hal yang dapat mengganggu daya ingat

Sulitnya mendapatkan tidur yang cukup biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Entah karena sibuk bermain gadget, gelisah yang berlebihan, atau stres.

Komentar