Tidur Jangan Hanya Fokus pada Jumlah

Penulis: Darmansyah

Selasa, 27 Desember 2016 | 08:42 WIB

Dibaca: 0 kali

“Tidur,”  kata Rachel Salas, MD, seorang profesor neurologi di Johns Hopkins Medicine yang mengkhususkan diri dalam kedokteran tidur, “jangan hanya  fokus pada jumlahnya, tetapi juga penting pada jadwal dan bangunnya secara  konsisten”

Masih seperti diutarakan Rachel Salas, seperti dimuat di laman situs “self,” Selasa, 27 Desember 2016,  tidak hanya penting untuk mengisi ulang energy tapi juga memainkan peran penting dalam semua aspek kesehatan kita

“Mulai dari menjaga berat badan yang sehat hingga meningkatkan kebugaran fisik,” tulis “self.”.

Selama ini, banyak orang yang hanya  paham harus tidur tujuh sampai delapan jam dengan nyenyak setiap malam.

Tapi kita jarang berbicara tentang aspek lain dari tidur yang menurut para ahli juga sangat penting, yaitu konsistensi jadwal.

“Bahkan jika waktu tidur Anda sudah cukup, namun ada perubahan pada waktu tidur dan bangun setiap hari, studi menunjukkan Anda akan berfungsi seperti orang kurang tidur,” kata Salas.

Ketika jadwal bangun dan tidur sering berubah, ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, tidak memiliki kesempatan untuk menjadi normal.

Jam biologis tubuh adalah salah satu faktor yang paling penting untuk Anda merasa mengantuk atau segar dan terjaga, jelas Joseph Ojile, M.D., direktur medis dari Clayton Sleep Institute.

“Ketika ritme sirkadian teratur, Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk tidur dan bangun di waktu yang Anda inginkan,” kata Ojile.

Jika Anda tidak memiliki jadwal yang konsisten, tubuh Anda akan berjuang untuk memberikan isyarat yang tepat ketika Anda membutuhkan mereka.

Konsistensi akhirnya akan melahirkan mutu dan kualitas. Ketika ritme sirkadian Anda sinkron dengan jadwal dan lingkungan, Anda bisa tertidur dengan lebih cepat dan itu berarti kuota jam tidur Anda terpenuhi. Salas menyarankan agar Anda mengutamakan konsistensi meski misalnya hari ini Anda kurang tidur.

“Jika Anda tahu mengapa Anda kurang tidur dan tahu bahwa Anda hanya bisa tidur enam jam, berusaha untuk konsisten adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan.”

“Jadi, Anda tidak memiliki dua hal yang akan mengganggu Anda; kurang tidur dan ketidakkonsistenan,” katanya . Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan tidur berkualitas yang tubuh Anda butuhkan.

Lantas bagaimana kalau tidur seseorang kelebihan

Dampak bisa sama kalau kekurangan tidur

Jika Anda tidur lebih lama dari malam sebelumnya, kemungkinan untuk mengalami rasa letih keesokan harinya memang lebih besar.

Ini karena tubuh sebenarnya lebih suka konsistensi.

Tubuh membutuhkan kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika biasanya Anda tidur selama delapan jam dan malam ini Anda melanjutkan tidur hingga sembilan jam, maka ritme tersebut akan rusak.

Ritme tubuh yang terganggu bisa membuat sistem tubuh jadi berantakan sehingga kita merasa lebih gampang lelah.

Rata-rata siklus tidur adalah sekitar sembilan puluh  menit, dan seseorang biasanya menghabiskan lima siklus sepanjang malam sehingga totalnya menjadi tujuh setengah  jam.

Tentu saja jumlah ini bervariasi pada setiap orang. Jadi, jika Anda menambah ekstra waktu, berarti Anda akan terbangun pada tahapan tidur empat dan lima, yang mana itu merupakan waktu tidur dalam.

Bangun dalam tahapan tidur itu bukan hanya membuat kita sering pusing dan lemas, melainkan juga membuat kita merasa kehabisan energi sepanjang hari.

Selain itu, durasi tidur ternyata tak selalu sebanding dengan kualitas.

Pada banyak kasus, kita bisa tidur cukup lama dengan kualitas yang rendah, tetapi terbangun dengan perasaan lelah.

Untuk mengetahui jadwal tidur yang tepat untuk Anda, mulailah dengan mengetahui kapan Anda merasa perlu bangun tidur pada pagi hari dan hitung mundur tujuh setengah jam.

Jumlah waktu tersebut yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan lima siklus tidur.

Saat bangun, kita pun akan merasa segar dan siap menghadapi hari.

Komentar