Tidur Cukup, Hindari Wanita dari Resiko Penyakit

Penulis: Darmansyah

Senin, 30 Desember 2013 | 16:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Situs, “medicaldaily.com,” dalam edisi terbarunya merilis hasil sebuah penelitian yang memberi keuntungan bagi wanita untuk menjauhi resiko penyakit. Tidur cukup dan nyaman.

Dalam edisi terbarunya, “medicaldaily.com,” mengingatkan para pengiritik agar tidak terburu-buru memberi stempel pemalas bagi wanita yang a menghabiskan waktu tidurnya lebih banyak.

Menurut sebuah studi baru, kaum hawa memang membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang daripada kaum adam.

Para peneliti asal Duke University menemukan, wanita mengalami lebih banyak kerugian baik secara mental dan fisik jika tidak mendapatkan istirahat yang baik. Namun studi tersebut bukan lantas menghalalkan wanita untuk tidur semaunya, tetapi justru meningkatkan kesadaran wanita akan pentingnya cukup tidur untuk menurunkan risiko penyakit jantung, depresi, dan gangguan psikologis lainnya.

Studi yang diketuai oleh psikolog klinis dan pakar tidur Michael Breus ini mengukur kebutuhan tidur baik pria maupun wanita dengan melihat kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi kurangnya waktu istirahat.

“Kami menemukan, wanita lebih mungkin untuk mengalami depresi dan kemarahan saat kurang tidur,” ungkapnya.

Banyak faktor biologis yang berperan dalam perbedaan ini. Banyak pakar berpendapat, hal ini berhubungan dengan energi yang dibutuhkan oleh otak wanita lebih besar daripada pria. Wanita, kata mereka, lebih banyak menggunakan otak mereka ketimbang pria.

“Salah satu fungsi utama tidur adalah untuk penyembuhan alami otak. Saat memasuki fase tidur dalam, korteks otak, bagian yang bertanggung jawab atas pikiran, ingatan, bahasa, dan lain-lain, mengalami modus pemulihan,” ujar Jim Horne, direktur pusat penelitian tidur di Loughborough University di Inggris.

Semakin banyak otak digunakan saat dalam keadaan sadar, imbuhnya, semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan. Sementara, wanita cenderung untuk melakukan multitasking sehingga lebih banyak menggunakan kapasitas otaknya dibanding pria.

Namun jika pria berpikir lebih banyak selama tersadar, mereka juga membutuhkan tidur yang lebih banyak juga. “Pria dengan pekerjaan yang rumit seperti harus mengambil keputusan berat setiap harinya juga membutuhkan tidur yang lebih banyak dari rata-rata pria lainnya,” ungkap Horne.

Maka, menurut situs “womenhealthmaq.com, untuk mendapat mutu tidur yang lebih baik atur pola makan. Karena perilkau makan ternyata juga mempengaruhi tidur saat malam hari.

Untuk menjaga kualitas tidur, sebaiknya hindari lima asupan berikut yang bisa mengganggu saat tubuh beristirahat. Menurut pakar diet dan penulis Eat Well and Be Fabulous, Shelly Redmond, R.D., yang dirilis “womenhealthmaq.com,” asupan yang dimaksud

Kafein. Kebanyakan orang sudah mengetahui dampak buruk kafein, yang menyebabkan mata tak bisa menutup walau jam tidur telah tiba. Sayangnya masyarakat hanya mengetahui kopi dan soda sebagai sumber kafein, dan tak menyadari lainnya.

Kafein juga terdapat dalam teh maupun obat yang dijual bebas. Bila seseorang sensitif terhadap kafein, sebaiknya pilih kopi non-kafein dan pastikan selalu mengecek obat yang dikonsumsi 8 jam sebelum tidur.

Alkohol. Sebagian besar orang menyangka, alkohol akan membantu rileks hingga kemudian bisa tertidur. Namun, menurut Redmond, riset membuktikan alkohol menyebabkan seseorang kerap terbangun di malam hari .

Alkohol juga menyebab frekuensi tidur REM berkurang. Padahal tanpa tidur REM mata tidak akan menutup. Untuk mencegah kondisi ini sebaiknya batasi konsumsi alkohol hanya satu gelas, dengan jarak 1-2 jam sebelum tidur. Sehingga, kualitas tidur tetap terjaga.

Air. Air memang baik untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun air punya efek samping, yaitu menyebabkan terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Kondisi ini mengganggu siklus tidur, terutama bila sudah memasuki tahap rapid Eye Movement.

Untuk mencegah kondisi ini sebaiknya berhenti minum 60-90 menit sebelum tidur. Selain itu pastikan untuk tetap di tempat tidur selama jam tidur.

Makanan yang disimpan terlalu lama dan fermentasi. Makanan yang disimpan terlalu lama dan hasil fermentasi mengandung tyramin, yaitu asam amino yang merangsang kerja otak terus bekerja sepanjang malam. Ikan asap, daging olahan, dan keju yang disimpan terlalu lama mengandung tyramin.

Untuk mencegah sulit tidur sebaiknya hindari makanan tersebut. Bila ingin ngemil keju sebelum tidur, lebih baik pilih yang segar misalnya mozzarella.

Segala sesuatu yang mengandung banyak asam akan menimbulkan rasa terbakar dan tidak nyaman sepanjang malam. Contoh hidangan dengan tingkat asam tinggi adalah, makanan pedas dan berbahan tomat. Redmond menyarankan untuk menghindari makanan dengan asam tinggi, sedikitnya 3 jam sebelum tidur.

Komentar