Tidur, Bisa Menghambat Kanker Prostat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 April 2017 | 15:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs kesehatan terkenal “menshealth,” hari ini, Jumat, 07 April, menulis, untuk bagaimana upaya untuk menjinakkan prostat bagi seorang lelaki.

“Obatnya harus banyak tidur,” tulis “menshaelth.”

Ya,semua orang mungkin telah mengetahui manfaat tidur untuk mood dan pekerjaan.

Namun, sebuah studi oleh American Center Society  mengusulkan bahwa tidur juga dapat meminimalkan risiko kanker prostat.

Studi ini didasarkan pada dua studi yang sudah ada sebelumnya untuk mempelajari korelasi antara pola tidur dan kesehatan.

Studi pertama dilaksanakan pada tahun enam puluh tujuh tahun silam dan melibatkan ratusan ribu pria.

Sementara itu, studi kedua dilaksanakan pada tiga puluh lima tahun lalu.

Dalam studi pertama, sebanyak seribu lima ratus pria terkena kanker prostat selama masa penelitian.

Angka ini meningkat hingga delapan ribu tujuh ratus pria dalam studi kedua.

Para peneliti kemudian menganalisa lebih lanjut untuk mencari faktor utama yang dapat berkolerasi dengan penyakit tersebut.

Ternyata, pria di bawah usia enam puluh lima tahun yang tidur hanya tiga hingga enam jam lima puluh lima persen lebih rentan untuk terkena kanker prostat daripada mereka yang tidur selama tujuh jam.

Namun, korelasi tersebut tidak terlihat pada pria di atas usia enam puluh lima5 tahun.

ACS mengakui bahwa efek kausal antara tidur dan kanker prostat perlu dipelajari lebih lanjut, tetapi mereka juga menambahkan bahwa penelitian bisa menjadi bukti mengenai pengaruh tidur pada kanker prostat.

Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria berusia di atas lima puluh tahun.

Tumor ganas ini muncul di prostat, sebuah kelenjar pada sistem reproduksi pria.

Tidak seperti kanker lainnya, kanker prostat umumnya berkembang sangat lama dan tidak mudah menyebar ke organ tubuh lain. Walau ada juga jenis kanker prostat yang agresif.

Sayangya, hampir tidak ada tanda-tanda kanker prostat di awal kemunculannya. Ketika kelenjar prostat membengkak atau sudah menyebar, biasanya baru bergejala.

Seperti dikutip dari situ Web MD, gejala yang dapat terasa ketika seorang pria terkena kanker prostat antara lain, sering buang air kecil terutama di malam hari, kesulitan menghentikan aliran urine, bahkan mudah mengeluarkan urine ketika tertawa dan batuk.

Bisa juga terasa sakit atau seperti rasa terbakar saat buang air kecil dan ejakulasi, mengeluarkan darah dari urine arah maupun air mani, hingga tekanan aliran urine yang tidak lancar atau terputus-putus.

Walau begitu, gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh masalah infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat yang bukan karena kanker.

Pada kanker prostat, gejala bisa diikuti dengan rasa nyeri di panggul, punggung bawah, paha atas, dan tulang rusuk.

Memang perlu pemeriksaan lebih lanjut pada kelenjar prostat untuk memastikan apakah terjadi infeksi atau kanker.

Dalam pemeriksaan kesehatan berkala, laki-laki berusia lanjut dianjurkan untuk juga memeriksakan keadaan kelenjar prostatnya.

Risiko kanker prostat meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan colok dubur dan pertanda tumor yang disebut PSA.

Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker ketiga terbesar pada pria setelah kanker paru dan kanker usus besar.

Pada stadium lanjut, penyakit ini bisa menyebar ke bagian tulang, terutama tulang panggul dan tulang belakang, dan menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Biasanya kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tetap bertahan dalam kelenjar prostat dengan tidak menimbulkan masalah serius.

Tetapi beberapa bentuk kanker prostat dapat bersifat sangat agresif dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Kanker prostat merupakan jenis yang paling sakit, dibanding yang lain. Penderitanya bisa teriak, terutama jika ingin buang air kecil.

Mengapa tulang menjadi bagian tubuh yang dituju, belum diketahui dengan pasti. Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Selain itu kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental. Pada tahap ini risiko kematiannya sangat tinggi.

Oleh sebab itu kanker prostat sering dikatakan sebagai pembunuh yang datang diam-diam tanpa gejala

Cara paling efektif untuk merawat kanker kelenjar prostat yang belum menyebar adalah dengan pengangkatan kelenjar lewat pembedahan

Pilihan terapi lainnya adalah radiasi atau pun terapi hormon menggunakan obat-obatan yang mempu menghentikan produksi hormon pria oleh tubuh.

Saat ini juga telah dikembangkan obat baru untuk pasien yang sudah tidak mempan terapi hormon dan kankernya sudah menyebar.

Meski teknologi pengobatan sudah semakin baik, namun menurut Aru yang paling tepat adalah melakukan pencegahan.

Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan rutin, terutama pada pria yang berusia di atas 50 tahun.

Tetapi pada pria yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, disarankan untuk memeriksakan diri di usia empat puluh tahun.

Komentar