Tidur Bantu Otak Lakukan Reorganisasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Oktober 2017 | 09:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Penelitian baru mengungkapkan peran penting tidur dalam memungkinkan plastisitas otak atau kemampuan otak untuk mengubah, menumbuhkan dan menata ulang dirinya sendiri untuk mengakomodasi informasi baru.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications minggu ini, dilakukan dengan metode baru untuk merekam aktivitas otak saat tidur.

Ilmuwan menggunakan teknik baru untuk menargetkan wilayah otak, yang disebut dendrit, yang bertanggung jawab atas pembentukan ingatan baru dan penggabungan informasi baru.

Rekaman menunjukkan peningkatan aktivitas otak di antara dendrit selama tidur.

Rekaman tersebut juga menghubungkan peningkatan aktivitas dengan jenis gelombang otak tertentu yang diyakini sebagai kunci pembentukan memori.

“Otak kita adalah organ yang luar biasa dan menakjubkan. Mereka memiliki kemampuan untuk berubah dan beradaptasi berdasarkan pengalaman kita,” kata Julie Seibt, seorang neuroscientist di University of Surrey, dalam sebuah rilis berita, dikutip UPI.

“Hal ini menjadi semakin jelas bahwa tidur memainkan peran penting dalam perubahan adaptif ini. Studi kami mengatakan bahwa sebagian besar perubahan ini dapat terjadi selama gelombang otak yang sangat pendek dan berulang yang disebut spindle.”

Para ilmuwan telah lama percaya bahwa spindle memainkan peran penting dalam pembentukan ingatan baru, namun para peneliti belum yakin apa sebenarnya peran mereka.

Dan akhirnya, temuan terbaru ini bisa menawarkan wawasan baru tentang pentingnya spindle.

“Sekarang kita tahu bahwa selama spindle diaktifkan pada dendrit, mungkin membiarkan ingatan kita diperkuat saat tidur,” kata Seibt.

Peneliti percaya bahwa teknologi yang muncul, seperti stimulasi magnetik transkranial, dapat digunakan dalam waktu dekat untuk meniru frekuensi spindle.

“Hal ini dapat menyebabkan peningkatan fungsi kognitif pada pasien dengan gangguan belajar dan memori, seperti demensia,” kata Seibt.

Salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada masyarakat modern, adalah susah tidur atau kurang tidur.

Meskipun terlihat sepele, kurang tidur ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan karena bisa menyebabkan masalah hipertensi, diabetes, gangguan jantung, dan penyakit lainnya.

Namun, sebuah pertanyaan pun muncul, bagaimana jika kita cenderung jarang atau tak pernah lagi bisa bermimpi saat tidur, apakah ini juga termasuk tanda bahaya bagi kesehatan?

Dalam sebuah penelitian dikutip dari doktersehat.com, disebutkan bahwa banyak orang yang tidak menyadari jika dirinya sudah tidak lagi bermimpi saat tidur.

Para peneliti pun menduga jika hal ini berkaitan dengan depresi atau seseorang yang tidak bisa lagi tidur hingga ke tahapan rapid eye movement, salah satu tahapan tidur yang membuat kita bisa bermimpi.

Rubin Naiman, asisten professor yang berasal dari University of Arizona menyebutkan bahwa kurang tidur membuat kita semakin jarang bermimpi.

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sehingga semua tahapan yang bisa membuat seseorang tidur lebih dalam dan akhirnya mendapatkan mimpi pun tidak akan terjadi.

Menurut Naiman, jika kita cenderung tidak lagi bermimpi atau jarang mendapatkannya, ada baiknya kita mulai memperhatikan kembali kebiasaan tidur kita dalam beberapa waktu terakhir.

Jika kita ternyata memang cenderung kurang tidur, ada baiknya kita menata kembali kebiasaan tidur kita agar tidur dengan cukup setiap malamnya.

Bagi sebagian orang yang mengalami depresi atau masalah kejiwaan lainnya sehingga mengalami susah tidur atau insomnia

Da ada baiknya mereka segera memeriksakan kondisi kesehatan jiwa mereka agar bisa kembali menikmati kehidupan sekaligus menurunkan resiko terkena berbagai penyakit berbahaya.

Sementara itu tidur siang sejenak yang termasuk power nap dapat menjadi salah satu solusinya. Power nap terbukti dapat meningkatkan stamina, kebugaran, dan produktivitas di tempat kerja.

Sebuah penilitian studi yang dilakukan oleh Dhand R dan Sohal H membuktikan bahwa dengan tidur siang setidaknya sepuluh menit, produktivitas dan kesiagaan akan jauh lebih meningkat.

Namun, jika durasi tidur lebih dari tiga puluh menit justru akan berpotensi menimbulkan gangguan tidur di malam hari.

Jadi jika ingin mengembalikan stamina bekerja, lakukanlah tidur sianglah sejenak selama sepuluh hingga dua puluh menit.

Penelitian lain yang dipublikasi melalui Journal of Sleep juga membuktikan bahwa kombinasi power nap dan konsumsi kafein dari kopi jauh lebih meningkatkan produktivitas kerja dibandingkan dengan konsumsi kopi saja.

Komentar