Tekanan Darah Normal, Jangan “Pede” Dulu

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Februari 2015 | 08:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi paling umum dan berbahaya yang banyak dialami masyarakat moderen saat ini.

Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan kondisi satu ini, karena dapat menjadi faktor risiko bagi Anda untuk menderita penyakit gagal jantung, stroke, dan kebutaan.

Dan jangan pula pernah mengabai, dengan mengatakan bagus, ketika tekanan darah berada di posisi 120 per 80 mm Hg. Posisi itu sebenar masih masuk dalam kategori pre-hipertensi.

Cara mengetahui tekanan darah adalah dengan mengambil dua ukuran yang umumnya diukur dengan menggunakan alat yang disebut dengan tensimeter, kemudian diketahui tekanan darah contoh 120/80 mmHg.

Angka 120 menunjukkan tekanan darah atas pembuluh arteri dari denyut jantung yang disebut tekanan darah sistolik, kemudian angka 80 merupakan tekanan darah bawah saat tubuh sedang beristirahat tanpa melakukan aktivitas apapun yang disebut dengan tekanan darah diastolik.

Cara yang paling efektif untuk mengetahui tekanan darah seseorang secara pasti, benar dan akurat pada saat tubuh sedang beristirahat dan dalam keadaan duduk ataupun berbaring.

Bagi siapa saja, yang tekanan darahnya sebagus apa pun, diharuskan mengubah gaya hidupnya.

Ganti semua asupan makan, olahraga teratur, dan kurangi berat badan sehingga angka yang dikatakan bagus itu tidak berubah jadi 140 per 80 mm Hg, yaitu kondisi hipertension tahap 1.

Tekanan darah antara orang yang satu dengan lainnya tentunya berbeda sama halnya dengan tekanan darah orang dewasa dengan anak-anak yang tentunya berbeda pula, tekanan darah bayi dan anak-anak lebih rendah dibanding dewasa.

Hal yang mempengaruhi tekanan darah seseorang adalah aktivitas keseharian yang dilakukannnya, pola makan, gaya hidup, lingkungan dan faktor psikologis seseorang.

Tekanan darah akan mengalami peningkatan saat melakukan aktivitas dan akan menurun saat beristirahat, tekanan darah umunnya akan naik atau tinggi pada pagi hari dan menurun atau rendah pada saat tidur malam hari.
Seseorang dikatakan menderita penyakit tekanan darah tinggi bila nilai tekanan darah sistoliknya diatas 40 mm Hg dan diastoliknya diatas 90 mm Hg.

Meskipun batasannya sudah jelas, nilai mutlak dari batasan hipertensi terus mengalami perubahan.

Pengalaman klinis membuktikan bahwa tekanan darah normal yang dahulu ditetapkan agak tinggi ternyata masih mendapatkan resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darahatau kardiovaskular.

Naiknya tekanan darah berkaitan erat dengan emosi terutama emosi yang negatif, misalnya cemas, takut, dan perasaan marah yang berlebihan. Meskipun emosi hanya muncul sebentar tetap akan menyebabkan energi terkuras.

Energi yang hanya membuat orang tegang itu menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah meningkat.

Meningkatnya tekanan d arah ditandai dengan gehala-gejala seperti pusing, muka merah, sakit kepala, tengkuk terasa pegal, dan tiba-tiba keluar darah dari hidung.

Mengatasi tekanan darah tinggi sedini mungkin adalah hal yang bagus untuk kesehatan.

Tekanan sistolik merupakan tekanan darah yang terjadi pada saat kontraksi otot jantung. Istilah ini secara khusus digunakan untuk membaca pada tekanan arterial maksimum saat terjadinya kontraksi pada lobus ventrikular kiri dari jantung. Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole.

Pada format penulisan angka tekanan darah, umumnya, tekanan sistolik merupakan angka pertama. Sebagai contoh, tekanan darah pada angka 120/80 menunjukkan tekanan sistolik pada nilai 120 mmHg.

Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah dimana ketika jantung tidak sedang berkontraksi atau bekerja lebih atau dengan kata lain sedang beristirahat. Contoh tekanan darah 120/80 mmHg, yang menunjukkan tekanan diastolik adalah 80 mmHg.

Komentar