close
Nuga Sehat

Teh Panas Bisa Turunkan Risiko Glaukoma

Laman media terkenal Inggris “the guardian,” hari ini, Rabu, 20 Desember,  menulis dengan rinci  adanya hubungan kuat antara teh dengan penyakit glaucoma.

Teh, menurut media itu, bisa membantu penyembuhan penyakit glaucoma.

Ya, teh sebenarnya sudah banyak manfaatnya  bagi tubuh kita.

Dan kali ini, menurut sebuah penelitian terbaru, minum teh juga dikaitkan dengan penurunan risiko glaukoma.

Meski disebut dapat mengurangi risiko glaukoma, para peneliti mengatakan bahwa temuan ini tidak menunjukkan bahwa minuman tersebut tidak memberi perlindungan apapun.

Glaukoma sendiri merupakan kondisi mata di mana tekanan cairan di dalam mata merusak saraf optik. Hal ini bisa menyebabkan kebutaan jika dibiarkan tak terdeteksi.

Banyak orang tidak sadar memiliki kondisi ini. Padahal, risiko glaukoma meningkat seiring bertambahnya usia.

Bahkan, glaukoma disebut-sebut juga dapat mempengaruhi bayi dan anak-anak. Sekitar 57,5 juta orang di seluruh dunia diperkirakan mempunyai kondisi ini.

Para peneliti menyelidiki apakah kafein dapat mempengaruhi tekanan dalam mata. Mereka menemukan bahwa minum teh panas tampaknya terkait dengan risiko glaukoma yang lebih rendah.

Dalam publikasinya di British Journal of Ophthamology , para peneliti di Amerika Serikat menggambarkan bagaimana mereka menganalisis data dari survei kesehatan dan gizi nasional

Mereka melihat hasil pemeriksaan mata dari ribuan peserta berusia empat puluh  tahun ke atas.

Mereka juga menganalisis tanggapan peserta terhadap kuisioner tentang seberapa banyak mereka minum kopi, teh panas, minuman ringan, atau es teh pada tahun sebelumnya.

Kuisioner tersebut menanyakan apakah mimunan mereka berkafein atau tidak.

Secara total, delapan puluh empat  peserta ditemukan memiliki glaukoma. Para peserta dengan glaukoma ini umumnya juga menderita diabetes, namun jarang yang merokok.

Tidak ada hubungan antara minum kopi, minuman ringan, atau es teh dengan glaukoma. Begitu juga tak ada hubungan glaukoma dengan teh panas tanpa kafein.

Namun tim tersebut mencatat tampaknya ada kaitannya dengan teh panas pada umumnya dengan cenderung berkurangnya kondisi glaukoma. Konsumsi teh panas yang dimaksud adalah enam cangkir dalam seminggu.

Tentu Anda bertanya apakah kebiasaan minum teh panas itu tidak terpengaruh pada berat badan, usia, atau kebiasaan lainnya?

Secara keseluruhan, kebiasaan minum teh panas penurunan risiko glaukoma tidak terpengaruh bahkan jika faktor usia, indeks massa tubuh, merokok, dan diabetes diperhitungkan.

Dalam temuan ini, risiko terkena glaucoma tujuh puluh empat persen lebih rendah di antara mereka yang minum teh panas dalam jumlah tersebut.

“Singkatnya, individu yang mengonsumsi teh panas cenderung tidak memiliki diagnosis glaukoma dibandingkan yang tidak mengonsumsi teh panas,” tulis

Tim ini menyebut bahwa senyawa kimia seperti flavanoid dan antioksidan yang ditemukan dalam teh dapat memberikan efek perlindungan.

Mereka juga menambahkan bahwa teh berkafein mungkin lebih kaya akan antioksidan.

Namun mereka juga mengakui bahwa sulit untuk menarik kesimpulan karena penelitian ini hanya menawarkan gambaran waktu.

Selain itu, mereka tidak melihat apakah minum teh panas benar-benar menurunkan risiko glaukoma.

Ini juga menjadi sebuah teka-teki mengapa tak ada kaitan antara es teh dan risiko glaukoma lebih rendah.

Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah kurangnya data tentang jenis minuman teh. Apalagi beberapa peserta bisa meminum beberapa jenis minuman dan memungkinkan kesalahan dalam diagnosis glaukoma.

Selain itu, fakta bahwa sangat sedikit peserta yang mengalami glaukoma, dan sedikit dari penderita glaukoma ini minum teh panas. Terlebih lagi, survei ini mengandalkan peserta yang melaporkan sendiri apa yang mereka minum.

Itulah mengapa penulis mencatat asosiasi tersebut bisa menjadi potensi masalah.

“Peminum teh harus merasa nyaman minum teh tapi harus menyadari bahwa hasilnya masih sangat awal, dan minum teh mungkin tidak mencegah glaukoma,” ungkap Anne Coleman, co-author penelitian ini yang berasal dari University of California, Los Angeles.

Menanggapi temuan baru ini, Melanie Hingorani dari Royal College Ophthalmologist yang tak telibat mendesak agar para peneliti berhati-hati.

“Sama sekali tidak ada yang terbukti atau bahkan bukti kuat, ada banyak hal yang salah dengan itu,” kata Hingorani.

Naveed Sattar, seorang profesor kedokteran metabolik di University of Glasglow juga menanggapinya.

Dia mengatakan bahwa penelitian ini cukup menarik, tapi tidak berarti setiap orang harus mulai meningkatkan konsumsi teh panas.

“Saya tidak mengatakan dengan cara apapun bahwa ini membuktikan teh mencegah glaukoma,” kata Sattar.

Sattar juga menyebut bahwa individu harus fokus pada pilihan gaya hidup lainnya, seperti diet berkualitas dan tetap aktif. Itu dapat mengurangi kemungkinan kondisi terkait glaukoma, seperti diabetes.

“Minum teh tanpa gula tentu bermanfaat karena sangat rendah kalorinya; di mana itu punya manfaat magis lain seperti mencegah glaukoma yang menurut saya terbuka untuk dipertanyakan,” imbuhnya.

Tags : slide