Teh Hitan Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 Maret 2018 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Di beberapa negara, teh selalu jadi minuman yang tersaji dalam berbagai situasi. Orang Tiongkok biasa menambah pemanis, rempah, coklat bahkan tanaman langka saat mengolah teh.

Di India, susu dan gula biasa menjadi bahan tambahan saat minum teh. Teh hangat juga kerap dijadikan minuman rujukan saat tubuh terasa kurang fit.

Selama ini orang mengenal tiga jenis teh, yakni teh hijau, teh hitam dan teh putih. Teh hijau kerap dikonsumsi karena terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan.

Namun, rupanya teh hitam juga punya beragam khasiat.

Melansir dari Organics Facts, teh hitam kaya akan polifenol dan katekin yang membantu mencegah kerusakan DNA dan beberapa tipe kanker.

Selain itu, ada lima manfaat teh hitam bagi kesehatan yang mungkin belum banyak diketahui.

Konsumsi teh hitam secara teratur dapat membantu perbaikan gangguan fungsi arteri koroner pada pasien penyakit jantung.

Menurut Boston’s School of Medicine, teh hitam mengembalikan fungsi pembuluh darah yang abnormal. Terganggunya fungsi aliran darah dapat menyebabkan stroke dan gangguan fungsi kardiovaskular lain. Teh hitam mampu menurunkan risiko penyakit jantung.

Saat diare, orang kadang merujuk pada pemberian oralit. Namun, oralit hanya berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Minum teh hitam dapat memberikan efek positif pada pencernaan.

Teh hitam mengandung tanin yang bersifat antibakteri. Bagi penderita diare, sebaiknya minum teh hitam tanpa tambahan pemanis untuk manfaat maksimal.

Umumnya, minuman panas diketahui meringankan kondisi mereka yang sakit asmanya kambuh. Hal ini pun juga berlaku untuk teh hitam. Menikmati secangkir teh hitam panas dapat membantu melebarkan jalan nafas sehingga pasien asma dapat bernapas lebih leluasa.

Menurut studi yang diarahkan oleh American Heart Association di New Orleans, konsumsi teh hitam bisa menurunkan kadar kolesterol.

Kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung fatal. Studi ini juga menemukan, mereka yang minum tiga hingga empat cangkir teh hitam setiap hari punya risiko masalah jantung lebih rendah daripada mereka yang tidak minum sama sekali.

Minum teh baik teh hitam maupun teh hijau membantu wanita mencegah pertumbuhan kanker pada payudara, terutama pada wanita yang telah memasuki fase menopause. Teh juga menaikkan kadar globulin pada hormon saat periode menstruasi. Kandungan theaflavins pada teh hitam menghancurkan sel abnormal pada tubuh.

Ternyata, minum teh hitam mungkin sama bermanfaatnya seperti minum teh hijau dalam mencegah obesitas dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam teh hitam, yang disebut polifenol, dapat mengubah proses metabolisme energi di hati  dengan cara mengubah metabolit bakteri di usus.

Selain itu, masih banyak manfaat teh hitam untuk menurunkan berat badan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

Sekelompok antioksidan berbasis tumbuhan, yang disebut flavonoid atau polifenol, berperan atas banyak manfaat kesehatan yang berasal dari teh.

Semua jenis teh dibuat dari daun tanaman yang sama, yang mengandung sekelompok flavonoid yang disebut katekin. Dalam teh hijau, flavonoid utamanya adalah katekin.

Saat daun teh diproses lebih lanjut untuk menghasilkan teh hitam, katekin membentuk flavonoid baru yang disebut theaflavin dan thearubigin.

Teh hitam masih mengandung sejumlah kecil katekin, tapi manfaat kesehatan yang terbesar berasal dari flavonoid baru.

Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa teh hitam memiliki potensi untuk membantu menurunkan berat badan.

Enzim pencernaan lipase dapat dihambat pada hewan percobaan yang mengonsumsi flavonoid teh hitam. Karena lemak tidak dapat dicerna tanpa enzim lipase, beberapa lemak tidak diserap oleh tubuh, melainkan dikeluarkan dari tubuh.

Ketika tikus percobaan diberi makan makanan tinggi lemak, tikus yang menerima dosis polifenol teh hitam lebih tinggi kehilangan berat badan lebih banyak daripada kelompok yang mendapat lebih sedikit polifenol.

Peneliti juga melaporkan bahwa terdapat peningkatan pembakaran energi atau kalori yang cukup berarti setelah tikus percobaan mendapatkan theaflavin dari teh hitam.

Ketika Anda minum secangkir teh hitam biasa, Anda akan mendapatkan tiga puluh sampai delapan puluh miligram kafein.

Hanya membutuhkan sekitar lima puluh miligram kafein untuk meningkatkan jumlah energi yang dibakar tubuh Anda saat beristirahat, menurut sebuah studi dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Meskipun belum ada cara untuk menentukan pengaruh pasti teh hitam terhadap berat badan, penelitian mengungkapkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme basal tubuh sebesar 6 persen.

Kafein juga mendorong lipolisis, yaitu proses pemecahan lemak tubuh serta merangsang siklus tubuh yang memetabolisme lemak.

Kafein bisa membantu mempertahankan penurunan berat badan untuk jangka waktu yang lebih lama. Dari dua ribu orang yang disurvei, sebanyak hampir lima ratus orang melaporkan bahwa mereka berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankannya.

Akan tetapi, kandungan kafein yang terlalu banyak tidak baik untuk tubuh. Karena itu, batasi konsumsi teh hitam hingga paling banyak lima cangkir sehari.

Selain manfaat potensial dari polifenol dan kafein, teh hitam akan membantu menurunkan berat badan jika Anda meminumnya sebagai pengganti minuman berkalori tinggi seperti soda atau minuman kemasan. Secangkir teh hitam hanya mengandung dua kalori.

Bahkan jika Anda menambahkan satu sendok madu, teh hitam hanya mengandung dua puluh tiga kalori. Jika Anda memiliki kebiasaan minum minuman manis, gantilah dengan teh hitam tanpa gula sehingga dapat mengurangi sejumlah besar asupan kalori harian Anda.

Komentar