Teh Hitam untuk Menurunkan Berat Badan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 Januari 2018 | 09:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Teh hitam untuk menurunkan berat badan?

Ya, kenapa tidak!

Ternyata, minum teh hitam mungkin sama bermanfaatnya seperti minum teh hijau dalam mencegah obesitas dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam teh hitam, yang disebut polifenol, dapat mengubah proses metabolisme energi di hati  dengan cara mengubah metabolit bakteri di usus.

Selain itu, masih banyak manfaat teh hitam untuk menurunkan berat badan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

Sekelompok antioksidan berbasis tumbuhan, yang disebut flavonoid atau polifenol, berperan atas banyak manfaat kesehatan yang berasal dari teh.

Semua jenis teh dibuat dari daun tanaman yang sama, yang mengandung sekelompok flavonoid yang disebut katekin.

Dalam teh hijau, flavonoid utamanya adalah katekin. Saat daun teh diproses lebih lanjut untuk menghasilkan teh hitam, katekin membentuk flavonoid baru yang disebut theaflavin dan thearubigin.

Teh hitam masih mengandung sejumlah kecil katekin, tapi manfaat kesehatan yang terbesar berasal dari flavonoid baru.

Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa teh hitam memiliki potensi untuk membantu menurunkan berat badan.

Enzim pencernaan lipase dapat dihambat pada hewan percobaan yang mengonsumsi flavonoid teh hitam.

Karena lemak tidak dapat dicerna tanpa enzim lipase, beberapa lemak tidak diserap oleh tubuh, melainkan dikeluarkan dari tubuh.

Ketika tikus percobaan diberi makan makanan tinggi lemak, tikus yang menerima dosis polifenol teh hitam lebih tinggi kehilangan berat badan lebih banyak daripada kelompok yang mendapat lebih sedikit polifenol.

Peneliti juga melaporkan bahwa terdapat peningkatan pembakaran energi atau kalori yang cukup berarti setelah tikus percobaan mendapatkan theaflavin dari teh hitam.

Ketika Anda minum secangkir teh hitam biasa, Anda akan mendapatkan tiga puluh sampai delapan puluh miligram kafein.

Hanya membutuhkan sekitar lima puluh miligram kafein untuk meningkatkan jumlah energi yang dibakar tubuh Anda saat beristirahat, menurut sebuah studi dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Meskipun belum ada cara untuk menentukan pengaruh pasti teh hitam terhadap berat badan, penelitian mengungkapkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme basal tubuh sebesar 6 persen.

Kafein juga mendorong lipolisis, yaitu proses pemecahan lemak tubuh serta merangsang siklus tubuh yang memetabolisme lemak.

Kafein bisa membantu mempertahankan penurunan berat badan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Dari dua ribu orang yang disurvei, sebanyak hampir lima fratus orang melaporkan bahwa mereka berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankannya.

Akan tetapi, kandungan kafein yang terlalu banyak tidak baik untuk tubuh. Karena itu, batasi konsumsi teh hitam hingga paling banyak lima cangkir sehari.

Selain manfaat potensial dari polifenol dan kafein, teh hitam akan membantu menurunkan berat badan jika Anda meminumnya sebagai pengganti minuman berkalori tinggi seperti soda atau minuman kemasan. Secangkir teh hitam hanya mengandung dua kalori.

Bahkan jika Anda menambahkan satu sendok madu, teh hitam hanya mengandung dua puluh tiga kalori.

Jika Anda memiliki kebiasaan minum minuman manis, gantilah dengan teh hitam tanpa gula sehingga dapat mengurangi sejumlah besar asupan kalori harian Anda.

Minum sebelum makan bisa membuat Anda merasa lebih kenyang, yang lantas membantu sebagian orang untuk makan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Dua penelitian tentang obesitas  menemukan bahwa orang yang minum sebelum makan, berhasil menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak minum apapun sebelum makan.

Anda juga akan membakar beberapa kalori tambahan karena tubuh memetabolisme air.

Meskipun penelitian ini hanya menggunakan air biasa, manfaat teh hitam bagi penurunan berat badan dan pengendalian asupan kalori juga serupa.

Sekilas teh hitam memang nampak kurang populer apabila dibandingkan dengan teh hijau atau teh melati.

Meski begitu, teh hitam memiliki manfaat kesehatan yang tidak kalah banyak dari kedua jenis teh tersebut loh.

Banyak orang minum teh hitam agar lebih awas dan menambah energi. Hal ini dikarenakan teh hitam mengandung kafein.

Selain itu, teh hitam juga mengandung sedikit zat stimulasi yang disebut teofilin. Nah, kedua kandungan tersebut bisa mempercepat detak jantung Anda dan membuat Anda merasa lebih awas.

Para peneliti berpendapat bahwa antioksidan tertentu dalam teh, termasuk polifenol dan katekin, dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker.

Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang rutin minum teh hitam memiliki risiko kanker ovarium yang jauh lebih rendah daripada wanita yang tidak minum teh hitam.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat yang satu ini.

Minum teh hitam, menurut penelitian, dapat mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular dan serangan jantung. Karena kandungan antioksidan yang hadir di dalamnya dapat mencegah kolesterol jahat, sehingga tidak menyumbat aliran darah ke arteri.

Kandungan tannin dalam teh hitam bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan, terutama memerangi segala macam penyakit usus dan lambung. Selain itu, minum teh hitam juga mampu menurunkan risiko peradangan usus dan pembentukan batu ginjal.

Teh hitam mungkin memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena kandungan polifenol sebagai antioksidan yang dapat membantu sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Pasalnya radikal bebas dapat menyebabkan gumpalan darah, sel kanker dan aterosklerosis. Nah, mengkonsumsi teh hitam setiap hari dapat menghapus radikal bebas, serta melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh patogen.

Komentar