Tambah Protein, Pilih Telur Atau Daging

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 April 2014 | 15:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan pernah meragukan telur atau daging sebagau sumber protein. Dan Anda bisa memilih dengan leluasa apakah mengasup telur atau daging. Itu saja.

Sebagaimana diketahui ppProtein tersusun dari asam-asam amino. Makanan hewani mengandung asam amino yang lengkap untuk berbagai kebutuhan fungsi tubuh, karena itulah produk hewani lebih disarankan untuk mendapatkan protein.

Sumber protein hewani yang bisa kita andalkan antara lain telur, daging, ikan, juga daging unggas.

Ketahuilah kandungan protein dari setiap protein hewani ada pada telur, yang jumlah mencapai seratus gram Dari berbagai peneltian diungkapkan sajian telur mengandung lebih sedikit protein dibandingkan dengan daging segar.

Dalam seratus gram daging terkandung dua puluh gram protein. Kuning telur mengandung protein paling banyak dibanding putih telur, tapi di dalamnya juga terdapat lemak jenuh dan kolesterol.

Daging merah segar yang biasa dipakai untuk membuat hamburger juga mengandung protein tinggi.

Tidak hanya telur dan daging ikan salmon kalengan dan ikan herring juga mengandung tinggi protein. Selain kaya akan protein, ikan laut juga kaya akan asam lemak omega- tiga.

Kelebihan lainnya adalah rendah lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan telur.

Kembali ke telur, jenis makanan ini bagi kita adalah sumber protein yang murah dan bergizi tinggi. Sayangnya telur telanjur memiliki reputasi buruk karena ketakutan banyak orang akan kolesterol.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal menyebutkan, mengonsumsi telur dalam jumlah sedang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan jantung.

Untuk lebih meyakinkan Anda, berikut adalah lima alasan yang ditulis situs “huffingtonpost” mengapa kita seharusnya tidak memusuhi telur.

Telur seharusnya rutin dikonsumsi ibu hamil.

Mengapa?

Telur kaya akan kolin, vitamin B yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Suplementasi kolin juga menurunkan risiko gangguan mental pada bayi, menurunkan risiko penyakit down syndrome dan demensia.

Mengonsumsi sarapan tinggi protein bisa menurunkan keinginan ngemil kemudian. Telur sebagai sumber makanan berprotein tinggi bisa meninggalkan rasa kenyang dan puas.

Karenanya, tak ada salahnya jika Anda sering mengalami rasa lapar pada malam hari untuk mengonsumsi telur.

Dalam studi tahun 2014 para ahli menemukan bahwa tirosin, asam amino dalam telur, membantu meningkatkan respons.

Para peneliti menyebutkan, tirosin sangat membantu dalam situasi tertentu, misalnya mengemudi, di mana keputusan perlu dibuat dalam kondisi cepat.

Sebagai makanan yang mengandung antioksidan telur bisa menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung. Meski proses memasak akan mengurangi kadar antioksidan dalam telur hingga setengahnya, jumlahnya tetap setara dengan antioksidan dalam apel.

Protein dalam telur juga diketahui bermanfaat menurunkan tekanan darah. Protein ini bekerja dalam tubuh sama seperti inhibitor ACE yang terdapat dalam obat-obatan antihipertensi.

sumber : huffingtonpost dan live strong

Komentar