Takut Berolahraga Karena Makan Banyak?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Januari 2018 | 12:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Takut olahraga karena bisa makan banyak?

Jangan khawatir.

Laman “hello sehat,” memberi solusinya.

Dan ini dia solusi yang dikutip dari  para ahli.

Menurut para ahli itu,  orang-orang yang tidak aktif bergerak cenderung kurang mampu menekan nafsu makannya daripada orang yang aktif berolahraga.

Sebuah studi menemukan bahwa latihan aerobik intensitas sedang dapat menurunkan nafsu makan, bahkan Anda akan merasa lebih kenyang usai berolahraga.

Semakin Anda meningkatkan intensitas olahraga, misalnya melakukan kardio ataup latihan kekuatan, maka Anda akan semakin mampu menekan nafsu makan.

Sehingga, Anda menjadi tidak terlalu mengidamkan makan setelah olahraga.

Hal ini berkaitan dengan hormon ghrelin, yaitu hormon yang memicu nafsu makan Anda.

Nah, saat Anda berolahraga, hormon ini justru menurun sehingga Anda menjadi tidak begitu lapar setelah berolahraga.

Selain itu, kadar peptida dan gula darah menjadi meningkat saat berolahraga. Ini sebabnya nafsu makan Anda menjadi menurun.

Jadi, semakin Anda bugar, semakin sedikit pula Anda merasakan lapar usai berolahraga.

Berolahraga juga bisa memengaruhi cara otak memproses isyarat untuk makan.

Sebuah penelitian dari Brigham Young University melaporkan bahwa wanita yang sering melakukan olahraga di pagi hari merasa kurang tertarik untuk makan setelah berolahraga.

Maka, ini dapat disimpulkan bahwa olahraga dapat mengubah saraf dalam tubuh untuk menurunkan motivasi makan pada orang-orang yang berolahraga.

Itulah mengapa banyak orang memilih olahraga untuk menurunkan berat badan. Ternyata benar, olahraga membuat Anda lebih bisa mengontrol nafsu makan dan terhindar dari kalap saat makan.

Perasaan kenyang setelah berolahraga tidak bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, satu jam usai berolahraga, Anda perlu segera memenuhi asupan makanan di tubuh Anda.

Saat Anda berolahraga, maka tubuh Anda membakar kalori dan menguras banyak energi.

Karena tubuh telah terprogram untuk mempertahankan keadaan tubuh, respon alami yang selanjutnya terjadi adalah kembali mengisi kekosongan energi yang terkuras sebelumnya.

Nah, sudah saatnya Anda makan untuk mengembalikan tenaga Anda sebelum beraktivitas lainnya.

Sebenarnya, lapar atau tidaknya seseorang setelah berolahraga tergantung pada tingkat nafsu makannya masing-masing.

Lebih kepada sikap Anda yang cenderung memberikan ‘penghargaan’ berupa makanan setelah berolahraga, keinginan untuk makan dengan porsi banyak bersama teman olahraga, atau memang memiliki kebiasaan sarapan dalam jumlah banyak.

Bila Anda sering merasa lapar usai berolahraga, baiknya Anda lakukan dua cara

Pertama konsumsi makanan sehat usai olahraga

Karena energi Anda banyak terkuras, maka kini saat yang tepat bagi Anda untuk makan. Ingat, jangan konsumsi makanan cepat saji meskipun Anda menginginkannya.

Gantilah dengan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat untuk menunjang asupan tubuh Anda.

Kedua makan sebelum berolahraga. Makan satu jam sebelum olahraga dapat membuat Anda makan lebih sedikit setelahnya.

Pilih makanan yang mengandung karbohidrat rendah lemak agar mudah dicerna dan tidak memberatkan pencernaan Anda saat berolahraga.

Lantas ada pertanyaan lain.

Manakah yang lebih baik makan setelah olahraga atau sesudah olahraga?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Belgia, meneliti bagaimana perubahan berat badan orang yang makan sebelum olahraga dan orang yang makan setelah olahraga.

Sebanyak dua puluh tujuh pria usia muda diberikan makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak selama enam minggu berturut turut.

Kemudian mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali, kelompok yang sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat sebelum melakukan olahraga, serta kelompok yang makan dengan makanan yang tinggi karbohidrat namun dikonsumsi setelah olahraga.

Bukan hal yang aneh jika peningkatan berat badan yang paling tinggi terjadi pada kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali.

Namun, hasil lain menunjukkan bahwa kelompok yang makan setelah olahraga memiliki peningkatan berat badan yang paling rendah, bahkan tidak mengalami peningkatan berat badan sama sekali.

Meskipun belum banyak penelitian lain yang menemukan hasil yang sama seperti penelitian yang telah disebutkan tadi, hal ini menunjukkan bahwa apa yang Anda makan sebelum olahraga sangat berpengaruh pada perubahan berat badan.

Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak sebelum olahraga juga juga dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut sakit ketika melakukan olahraga, hal ini disebabkan oleh waktu makan yang kurang tepat.

Banyak yang beranggapan bahwa olahraga dengan perut kosong dapat memaksimalkan pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh, namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jika Anda olahraga dengan perut kosong, maka tubuh mengalami kekurangan energi, kemudian Anda tidak akan sanggup melakukan olahraga dengan baik dan tidak dapat membakar kalori secara maksimal.

Prinsipnya, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dan memprosesnya menjadi energi yang dapat Anda pakai untuk beraktivitas dan olahraga.

Waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan tergantung dengan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi.

Makanan yang tinggi lemak, protein, dan serat, membutuhkan waktu cerna lebih lama, begitu juga jumlah makanan yang banyak.

Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi makanan yang rendah lemak serta kalori, sekitar tiga hingga empat jam sebelum olahraga, seperti roti gandum dengan telur atau sereal dengan susu.

Namun jika Anda melakukan olahraga di pagi hari dan tidak terbiasa mengonsumsi makanan berat, maka Anda dapat mengonsumsi makanan ringan satu hingga dua jam sebelum olahraga, seperti buah dengan yogurt rendah lemak, jus buah, atau sereal.

Makan lima belas hingga tiga puluh  menit setelah melakukan olahraga merupakan waktu yang ideal untuk mengganti energi dalam tubuh.

Sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk mengganti glikogen dalam tubuh dan protein untuk membantu tubuh membangun massa otot.

Sebuah riset yang dilakukan di The Colorado State University Extension, makanan yang baik dikonsumsi setelah melakukan olahraga adalah makanan yang terdiri dari karbohirat dan protein serta mengandung sedikit lemak.

Sedangkan menurut The Academy of Nutrition and Dietetics, segelas cokelat rendah lemak dapat menjadi selingan yang tepat bagi Anda yang ingin ngemil setelah melakukan olahraga.

Oleh karena itu, hal yang paling penting adalah waktu dan jumlah porsi, serta jenis makanan yang Anda makan sebelum maupun sesudah olahraga.

Semua zat gizi diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh, namun konsumsi sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang sangat mempengaruhi peningkatan, penurunan, ataupun mempertahankan berat badan.

Dengan memperhatikan keseluruhan zat gizi yang dimakan sebelum dan setelah melakukan olahraga, dapat membantu Anda memaksimalkan pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh.

Komentar