Tak Selamanya Garam Jadi Musuh Bersama

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Selama ini banyak yang menganggap bahwa makanan yang tinggi kadar garam berbahaya bagi tubuh.

Tapi bukan hanya yang tinggi kadar garam, kurang konsumsi garam juga dinilai sama bahayanya.

Menurut sebuah penelitian, keduanya berkontribusi terhadap masalah kesehatan jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet baru-baru ini, yang mengikuti pola makan  koresponden di delapan belas negara, menemukan bahwa mengonsumsi  gram garam yang pas membuat sedikit perbedaan.

Para ahli mengklaim bahwa konsumsi garam yang sangat rendah, di bawah lima5 gram, membuat orang dalam penelitian tersebut memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar.

“Studi kami menambah bukti yang berkembang bahwa natrium memiliki peran menguntungkan dalam kesehatan kardiovaskular, tetapi berpotensi lebih berbahaya ketika asupan sangat tinggi atau sangat rendah,” kata Profesor Andrew Mente, ahli kesehatan dari Universitas McMaster, Kanada.

Selama ini, makanan yang sangat asin dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit stroke. Ini terlihat jelas pada masyarakat dengan tingkat konsumsi garam yang tinggi, di atas dua belas setengah gram garam per hari, seperti di Cina di mana kecap digunakan secara luas.

Hingga saat ini, masih belum ada negara yang berhasil membawa asupan rata-rata orang dewasa di bawah ambang batas lima gram per hari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia

“Meski asupan natrium yang rendah tidak mengurangi tekanan darah, itu juga mungkin memiliki efek lain, termasuk peningkatan hormon tertentu yang terkait dengan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular,” kata Profesor Mente.

Meski begitu, ahli kesehatan lain menganggap bahwa penelitian ini mengundang kontroversi. Sehingga masih menjadi perdebatan di kalangan mereka.

Sementara itu laman media kesehatan terkenal “hello sehat” menulis tentang manfaat garam sebanarnya bagi tubuh.

Manfaat garam untuk kesehatan ini bisa membantu melancarkan metabolisme Anda. Metabolisme yang baik, akan meningkatkan fungsi sistem dalam tubuh.

Garam dapat membantu menyerap air dalam tubuh demi kelancaran kerja organ tubuh.

Hal itu disebabkan oleh mineral dan nutrisi pada garam yang dengan mudahnya dapat menyerap di dalam darah.

Meringankan bronkitis dan sakit pernapasan nyatanya menjadi salah satu manfaat garam untuk kesehatan.

Garam berguna untuk menyerap ion berbahaya pada udara yang Anda hirup dan membantu melawan ion berbahaya tersebut agar tidak terserap ke dalam tubuh.

Maka itu, tidak jarang garam bisa meringankan sakit asma, bronkitis, dan sistem pernapasan lainnya yang bermasalah.

Merendam tubuh pakai garam ternyata bisa menghasilkan rileks pada tubuh dan otot-oto Anda yang kaku, lho.

Garam yang digunakan memang agak sedikit berbeda, yaitu garam kristal. Anda bisa menuangkannya di bak mandi dan merendam seluruh tubuh Anda dengan campuran garam tersebut.

Efek garam akan membuat lemas otot dan bagian tubuh yang tegang atau kaku. Garam juga berperan sebagai detoksifikasi dan menurunkan tekanan darah pada tubuh.

Hiponatremia adalah suatu kondisi di mana tubuh menderita kekurangan garam dalam cairan sel tubuhnya.

Biasanya cairannya akan keluar berupa keringat, diare, atau biasa dikenal juga sebagai intoksikasi air.

Nah, untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat beserta kelancaran fungsi saraf dan otot, tubuh sangat membutuhkan garam.

Jika tidak tercukupi kebutuhan garam, akan terjadi ketidakseimbangan kadar air tubuh dan akhirnya terjadi pembengkakan di tubuh karena sel-selnya kelebihan air.

Manfaat garam untuk kesehatan ini bsia membasmi bakteri yang menyebabkan infeksi di sekitar mulut Anda.

Gusi yang luka, atau ngilu pada gigi bisa diredakan sakitnya dengan hanya berkumur-kumur dengan larutan garam.

Caranya campurkan ½ sendok teh garam dicampur  secangkir air hangat. Tindakan ini mencegah pembengkan dan menenangkan sakit pada gusi.

Kalau Anda sedang diet dan tidak terdapat cukup garam pada tubuh, dampaknya akan sangat berbahaya.

Tubuh tidak akan cukup menghasilkan asam klorida dalam perut. Kondisi ini akan semakin parah jika sebelumnya Anda memiliki riwayat kesehatan pencernaan yang kurang baik, seperti asam lambung.

Dengan garam yang cukup, tubuh akan mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan.

Komentar