Tahu Tumpukan Lemak Paling Berbahaya?

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Februari 2017 | 15:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda pernah tahu bagian tubuh mana yang  memiliki area berbahaya dari   tempat lemak tertimbun?

Ya,  ada jenis lemak tertentu di area tubuh tertentu, yang lebih berbahaya bagi tubuh.

Dalam studi terbaru yang dipimpin Susan K.Fried, profesor dari Icahn School of Medicine, menyimpukan, sel-sel lemak di area perut berbeda dengan sel lemak di bagian bokong.

Perbedaan jenis lemak tersebut tentu berdampak berbeda juga pada jantung dan metabolisme tubuh.

Sebut saja timbunan lemak di bagian perut.

Kelebihan berat badan di area perut biasanya adalah lemak viseral.

Lemak ini pada umumnya menyelimuti organ dalam, sementara lemak yang berada di bawah kulit adalah lemak subkutan.

“Lemak di perut akan meningkatkan peradangan di tubuh, memicu diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi, dan Kolesterol tinggi,” kata Dr.Kristen Gill Hairston, ahli diabetes dan endokrinologi.

Untuk mengetahui apakah lemak di perut Anda termasuk viseral atau bukan, berbaringlah telentang.

Jika lemak di perut Anda tampak tidak menempel, kemungkinan lemak itu hanya di bawah kulit atau subkutan.

Namun, jika lemaknya menempel dan terlihat tak bergeser seperti orang hamil, maka itu adalah lemak viseral.

Lainnya dip aha. Penumpukan lemak di bagian paha sebenarnya justru lebih aman dibanding lemak di bagian perut.

Para ahli mengatakan, lemak di bagian tubuh bawah biasanya bukanlah jenis lemak berbahaya.

Penumpukan lemak di bagian tubuh atas secara umum kurang baik bagi tubuh. Ini karena lemak di bagian lengan atas biasanya adalah jenis yang menempel di otot.

Lemak ini disebut lemak ektopik dan bisa memicu resistensi insulin.

Lemak di bagian punggung biasanya terkait dengan lingkar perut yang besar. Ini berarti jenis lemaknya sama bahayanya dengan lemak di bagian perut.

Kelebihan lemak di hampir seluruh tubuh bisa berbahaya bagi jantung.

“Kelebihan lemak yang merata dapat memicu nyeri otot, gangguan tidur, dan penurunan stamina,” kata Hairston.

Selain itu perlu juga diketahui bahwa penumpukan lemak pria  dan wanita memiliki tempat yang befrbeda.

Pada pria, lemak kebanyakan “bersarang” di bagian perut.

Perut memang menjadi tempat penyimpanan lemak. Bagian tubuh itu bisa diibaratkan seperti bagasi pada mobil yang bisa diisi berbagai perlengkapan perjalanan.

Bedanya, jika seorang pria tak bisa mengendalikan pola makannya dan kurang bergerak, “bagasinya” akan kesempitan.

Saat bagasi alias perut itu sudah penuh, maka tubuh akan mulai menyimpan lemak di tempat lain.

“Jika tempat penyimpanan di perut sudah penuh, lemak akan mulai berakumulasi di lever, pankreas, dan juga otot. Kondisi ini sebenarnya sangat tidak sehat,” kata Dr.Zhaoping Li, direktur Pusat Nutrisi Manusia di Universitas California, AS.

Sebaliknya dengan wanita.

Karena hormon estrogen, wanita cenderung menyimpan lemak di bagian pinggul dan kaki, terutama paha. Lemak di area penyimpanan tersebut bisa memberi energi saat wanita hamil atau menyusui.

“Secara genetik wanita memiliki kapasitas lebih untuk menyimpan lemak. Ini adalah bagian dari survival,” kata Li.

Penyimpanan lemak di panggul dan paha tidak berkaitan dengan risiko kesehatan seperti halnya lemak perut.

Namun, jika area penyimpanan lemak itu penuh, maka wanita pun akan mulai menimbun lemak di bagian perut.

Ketika area perut pun sudah penuh terisi lemak, tubuh juga akan mulai menyimpan lemak di bagian lain, termasuk organ-organ dalam.

Dengan demikian risiko terkena penyakit kronis pun meningkat.

Selain itu, saat wanita memasuki usia menopause, kadar estrogen di tubuhnya menurun.

Saat ini terjadi, tubuh akan berhenti menyimpan lemak di paha dan panggul, dan beralih ke bagian perut. Ini menjelaskan mengapa wanita usia lanjut juga biasanya tampak membuncit.

Bahaya dari timbunan lemak di perut sudah lama diungkap. Selain beresiko diabetes, risiko diabetes, kanker, dan penyakit jantung juga meningkat.

Faktor genetik dan gaya hidup juga berpengaruh pada seberapa besar timbunan lemak di perut. Misalnya saja, orang China perutnya cenderung lebih ramping.

Walau begitu, dua belas persen orang dewasa di China menderita diabetes tipe 1 dan 2 menurut data empat tahun lalu.

Sementara itu, jumlah penderita diabetes anak dan dewasa di Amerika Serikat hanya 9 persen, walau perut mereka lebih besar.

Mereka yang ukuran lingkar perutnya sudah lebih dari sembilan puluh sentimeter pada pria dan 80 cm pada wanita disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik.

Penelitian menunjukkan, saat kita rutin berolahraga, perut merupakan bagian pertama yang berkurang lemaknya.

 

 

Komentar