Tahu Manfaat Sehat dari Olahraga Aerobik?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Januari 2019 | 10:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Istilah aerobik pasti tak asing lagi di telinga Anda.

Ya, biasanya, istilah ini paling sering disebut senam aerobik.

Namun, apakah Anda tahu apa sebenarnya olahraga aerobik? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Aerobik adalah jenis olahraga yang merangsang denyut jantung dan laju pernapasan agar meningkat dengan cepat selama sesi olahraga.

Aerobik dikenal sebagai kardio, yaitu olahraga yang membutuhkan oksigen untuk dikirim ke bagian otot yang bekerja.

Oksigen yang dimaksud berasal dan dipasok dari jantung melalui darah. Oleh karena itu, baik pernapasan maupun detak jantung biasanya akan meningkat dengan cepat selama aktivitas aerobik.

Ingat, Anda harus membedakannya dengan latihan anaerob. Anaerob adalah latihan tanpa pasokan oksigen hingga membuat Anda mudah kehabisan napas dan membuat ledakan energi yang cepat dalam satu waktu.

Latihan ini dilakukan dengan durasi yang pendek tapi dengan intensitas yang tinggi. Latihan aerobik pun bisa menjadi anaerob jika intensitas latihan yang Anda lakukan terlalu berat.

Berlari dengan sangat cepat dan mengangkat beban yang berat menjadi contoh latihan anaerob. Adapun berbagai kegiatan yang masuk dalam latihan aerobik yaitu senam lantai, jalan cepat, berenang, berlari, bersepeda, zumba, kick boxing, dan lompat tali.

Latihan yang satu ini berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem peredarahan darah. Berbagai manfaat lainnya dari aerobik yaitu:

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang aktif biasanya memiliki risiko lebih rendah terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif.

Selain itu, dikutip dari MedicineNet, sebuah penelitian menemukan bukti bahwa pasien kanker wanita yang melakukan latihan aerobik merasakan kelelahan yang jauh lebih berkurang dari biasanya.

Olahraga secara teratur terbukti mampu meningkatkan suasana hati seseorang. Oleh karena itu, banyak penelitian yang  menyebutkan bahwa olahraga bisa membantu mengurangi depresi.

Sama seperti olahraga lainnya, aerobik membantu mengendalikan berat badan dengan membakar kalori berlebih di dalam tubuh. Dengan begitu, tak hanya bugar tetapi Anda juga bisa mempertahankan berat badan agar tetap ideal.

The American Heart Association merekomendasikan Anda untuk melakukan olahraga yang satu ini selama tiga puluh menit sehari, lima  kali seminggu.

Namun, Anda tidak harus langsung melakukan latihan ini sekaligus selama tigapuluh menit. Berjalan cepat sepuluh menit dan diulang sebanyak tiga kali dalam sehari juga sudah memenuhi aturan yang dianjurkan.

Ya kita memang  sering mendengar olahraga  aerobik, namun  begitu apakah pernah mendengar olahraga anaerobik?

Lantas apa beda dari aerobik dengan anaerobik?

Apakah keduanya memiliki manfaat serta dampak yang sama untuk kesehatan tubuh?

Olahraga aerobik yang selama ini diketahui oleh sebagian besar orang adalah olahraga yang diadakan di dalam ruangan, melakukan gerakan-gerakan senam, atau pun menggunakan alat-alat olahraga.

Namun sebenarnya olahraga aerobik diartikan sebagai olahraga yang memerlukan banyak oksigen dan melibatkan banyak otot-otot besar. Olahraga tipe ini dilakukan dalam intensitas yang rendah dan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Setiap melakukan aktivitas fisik, tubuh akan membentuk energi untuk dipakai sebagai energi. Ketika kita melakukan olahraga aerobik, maka sebagian besar tubuh menggunakan glikogen atau gula otot dan cadangan lemak sebagai bahan dasar dari pembentukan energi.

Olahraga jenis ini baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung. Oleh karena itu, olahraga aerobik sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang memiliki berat badan berlebih.

Dengan melakukan olahraga aerobik, Anda juga dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh, menghindarkan Anda untuk mengalami stress, serta menurunkan berbagai risiko penyakit degeneratif.

Jenis olahraga aerobik adalah olahraga yang nyaman dilakukan, tanpa membuat Anda susah bernapas, seperti jalan santai, berenang, dansa, dan bersepeda. Masing-masing jenis olahraga aerobik memiliki durasi yang berbeda-beda.

Pada kondisi anaerobik, tubuh tidak menggunakan oksigen dalam proses pembentukan energi. Berbeda dengan olahraga aerobik yang menggunakan hampir seluruh otot yang ada di tubuh, olahraga anaerobik bertujuan untuk menguatkan bagian otot tertentu.

Selama olahraga ini dilakukan, tubuh akan menghasilkan asam laktat, yaitu hasil dari pembakaran glikogen menjadi energi.

Asam laktat yang jumlahnya cukup tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan kram pada otot dan kelelahan yang berlebihan. Oleh karena itu, olahraga anaerobik hanya dilakukan dalam waktu yang singkat untuk menghindari gangguan fungsi tubuh yang mungkin muncul.

Jika olahraga aerobik dilakukan untuk menurunkan berat badan, maka olahraga anaerobik ini berfungsi untuk menjaga berat badan dan membentuk massa otot.

Sebenarnya, kalori yang dibakar oleh tubuh akan lebih banyak jika tubuh memiliki massa otot yang lebih banyak, oleh karena itu dengan melakukan olahraga anaerobik kalori yang terbakar bisa lebih banyak. Selain itu olahraga ini bermanfaat juga melatih kekuatan otot dan tulang serta menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Cleveland Clinic menganjurkan untuk melakukan olahraga anaerobik setidaknya satu atau dua kali dalam satu minggu. Sekali latihan Anda bisa memulai dengan mengangkat beban yang ringan dengan melakukannya berulang-ulang

Jenis olahraga anaerobik lainnya adalah berlari sprint karena membutuhkan energi yang banyak dan menimbulkan kelelahan setelah melakukannya.

Pertama-tama tentukan dulu apa tujuan dan target utama Anda. Jika Anda memiliki berat badan yang berlebih atau mengalami obesitas, maka sebaiknya untuk melakukan olahraga jenis aerobik terlebih dahulu.

Setelah perlahan-lahan berat badan Anda turun, maka Anda harus menjaga berat badan dan meningkatkan kekuatan otot serta tulang. Hal ini Anda dapatkan ketika Anda melakukan olahraga anaerobik.

Sedangkan untuk hasil yang maksimal dan menjaga kesehatan, Anda dapat menggabungkan olahraga aerobik dengan olahraga anaerobik

Komentar