Tahu Manfaat dan Bahaya Minum Kopi?

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 Agustus 2016 | 09:01 WIB

Dibaca: 1 kali

Tahukah anda apa saja manfaat dan bahayanya minuman ini bagi kesehatan tubuh kita?

Nah, menurut tulisan terbaru di “health co,” Senin, 29 Agustus 2016,  Anda harus tahu bahwa kopi itu  mengandung berbagai mineral seperti niacin, thiamin, magnesium, fosfor, folat, dan mangan.

Selain itu, kopi juga mengandung kafein, secangkir kopi mengandung seratus lima belas milligram kafein.

Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan meningkatkan kinerja fisik.

Pada saat kopi diminum, kafein dalam kopi diserap ke dalam aliran darah yang kemudian mengalir sampai ke otak.

Menurut “health.co,”  banyak uji coba terkontrol pada manusia yang menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan berbagai aspek dari fungsi otak, yaitu dapat meningkatkan memori, suasana hati, kewaspadaan, tingkat energi, waktu reaksi, dan fungsi umum kognitif.

Kafein juga dapat merangsang sistem saraf.

Kopi dapat mengurangi rasa depresi dan membuat anda menjadi lebih bahagia.

Mengutip laporan dari  Archives of Internal Medicine  lima tahun silam, perempuan yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari lima belas persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi, dan mereka yang minum empat cangkir memiliki resiko dua puluh  persen lebih rendah.

Kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

Kopi juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe II dan menurunkan risiko kanker. Menurut sebuah laporan Journal of Agricultural & Food Chemistry , efek senyawa yang terkandung dalam kopi akan menghalangi hIAPP, polipeptida yang dapat menghasilkan serat protein abnormal, yang ditemukan pada orang dengan diabetes tipe II.

Sebuah studi lainnya delapan tahun lalu menemukan bahwa minum setidaknya dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko atau menunda timbulnya kanker payudara.

Dan menurut sebuah studi yang baru-baru ini keluar dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi mengakibatkan penurunan risiko kanker prostat.

Namun dari berbagai manfaat di atas, perlu diperhatikan bahaya yang akan muncul apabila anda meminum kopi secara berlebihan.

Jangan sampai anda meminum kopi secara berlebihan karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya terhadap tubuh kita, salah satunya efek ketergantungan.

Sebaiknya dalam satu hari cukup mengkonsumsi dua hingga tiga gelas kopi, jangan sampai berlebihan mengkonsumsinya karena dapat meningkatkan risiko stroke.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Neurology, Neurosurgry and Psychiatry  menyimpulkan bahwa minum lebih dari lima gelas kopi perhari akan meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung.

Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.

Berbagai penelitian belakangan mengungkap dahsyatnya khasiat kopi.

Mulai dari meningkatkan performa, memperbaiki metabolisme tubuh, hingga mengurangi risiko dementia. Selain itu, tentu saja keyakinan bahwa kopi mampu membuat energi yang sangat besar menjadikannya sebagai minuman wajib di pagi hari, untuk sebagian orang.

Sederet dampak positif kopi memang telah banyak diketahui.

Sebagian orang juga dapat menyebutkan apa saja dampak baik kopi, dilihat mulai dari kapan Anda meminumnya, hingga apa saja yang Anda campurkan dengan kopi.

Namun ternyata, ada delapan hal yang sering kali tak disadari oleh para penikmat kopi.

Seperti ditulis laman situs runnersworld, ada beberapa  kesalahan umum dan juga cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan nutrisi yang baik dari  kopi.

Misalnya, membeli kopi yang masih dalam bentuk biji-bijian alias belum digiling memang akan membuat Anda mengeluarkan tenaga ekstra.

Namun, menurut riset Food Chemistry, diketahui bahwa menyeduh kopi dari biji yang baru digiling pada saat akan dinikmati ternyata mengandung banyak radikal bebas.

Tentunya, radikal bebas dapat memicu oksidatif stres dan peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, simpanlah  kopi dalam konteiner yang kedap udara, bukan di kantung.

Food Chemistry menemukan bahwa level radikal bebas di dalam kopi akan meningkat jika terpapar banyak udara.

Lantas ketika hal itu terjadi, anti-oksidan yang dapat membantu kesehatan akan keluar untuk menetralisir. Hasilnya, antioksidan yang masuk ke dalam tubuh hanya sedikit.

Selanjutnya, minum kopi pada pukul 07.00 pagi sama sekali tidak membantu untuk meningkatkan energi Anda.

Hal itu sebenarnya dikarenakan, pada satu jam pertama setelah Anda bangun tidur, hormon kortisol atau dikenal dengan hormone pengatur stress, Anda sedang berada dalam level tertinggi, yang mana mampu meningkatkan energi Anda dengan sendirinya.

Sudah banyak pakar yang menemukan bahwa waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi adalah pada pukul 10.00 pagi hingga 12.00 siang.

Alasannya, pada jam tersebut, hormon kortisol mulai menurun. Dengan meminum kopi pada kisaran jam tersebut, tubuh Anda bersemangat dengan natural.

Aturan yang paling penting untuk menikmati kopi adalah minum kopi yang Anda cecap dengan nikmat, bukan kopi yang Anda kira harus diminum karena memiliki banyak anti-oksidan.

Alasannya, “Sampai saat ini belum ada riset yang dengan tegas memutuskan mana kopi panggang yang lebih sehat,” ujar pakar nutrisi dan epidemiology dari Sekolah Kesehatan Harvard T.H Chan, Rob Van Dam.

Van Dam menilai, kopi putih ringan dapat menstabilkan gula darah, membantu antioksidan, dan berkontribusi memberikan dampak kesehatan positif lainnya. Sedangkan kopi hitam mengandung melanoid lebih tinggi, yang berpengaruh dengan anti-oksidan, anti-kanker, anti-peradangan, dan anti-darah tinggi.

Salah satu kemampuan kopi adalah mampu menstabilkan gula darah, dan mengurangi risiki terkena diabetes tipe 2.

Hal itu didapatkan dari efek antioksidan. Namun, apa yang akan didapat jika Anda menambahkan gula?

Menurut Van Dam, sedikit rasa manis tidak jadi masalah. Namun ketika mengubah rasa kopi Anda bak makanan penutup mulut, maka itu akan memicu masalah.

“Beberapa riset mendapatkan bukti bahwa menambahkan gula sedikit dapat mengurang risiko diabetes, sementara ada riset lainnya yang mengatakan risiko diabetes berkurang hanya bagi penikmat kopi pahit. Sepertinya bagian yang penting adalah takarannya,” kata van Dam.

Bagi beberapa orang, meninggalkan kopi di meja dan meminumnya kembali setelah lebih dari dua jam diseduh menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ada yang menganggap, bubuk kopi yang sudah turun akan membuat kopi menjadi lebih nikmat.

Padahal, di saat bersamaan kopi Anda didiamkan, maka makin banyak asam yang akan dikeluarkan. Risiko besar untuk kesehatan mungkin tidak ada. Hanya saja, kelebihan asam itu dapat menyebabkan rasa panas di dalam perut, gangguan pencernaan, dan menjadi pemicu terbesar terjadi erosi pada enamel gigi. Beberapa

Para peneliti menyarankan, sebaiknya kopi diminum dalam waktu dua puluh menit setelah diseduh, untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari antioksidan yang dihasilkan.

Komentar