Tahu Seks Saat Mentruasi Tidak Aman?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Mei 2017 | 08:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda berhubungan seks kala sang istri sedang menstruasi?

Dan apakah Anda tahu seberapa amannya melakukan hubungan seks kala sang istri menstruasi?

Nah, supaya Anda tahu kehidupan seks sehat memegang peranan penting dalam kesehatan orang secara keseluruhan.

Banyak penelitian telah membuktikan orang yang memiliki kehidupan seks secara aktif dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

Namun, seberapa aman berhubungan seks saat pasangan sedang mengalami periode menstruasi.

Apakah mungkin berhubungan seks pada saat itu akan menambah sakit dan kram?

Menurut Dr Anuradha Kapur, direktur dan kepala unit Institut Obs dan Gynae dari Rumah Sakit Max Smart Super Speciality, melakukan hubungan seks pada saat pasangan sedang menstruasi ternyata tidak aman.

“Kemungkinan untuk tertular infeksi sangat tinggi, terutama jika pihak pria tidak menggunakan kondom.”

Namun, walau berhubungan seks tidak dapat dilakukan, seperti dilansir oleh Times of India melakukan foreplay tidak menjadi masalah.

Jika memang tetap ingin melakukan hubungan seks, kedua belah pihak benar-benar harus berhati-hati agar tidak berantakan atau tetap menjaga kebersihan.

“Tidak ada manfaatnya melakukan hubungan seks pada saat menstruasi. Dari segi higienis, aktivitas itu tidak akan bersih dan akan menyebab ketidaknyamanan. Ada kemungkinan juga menyebabkan infeksi bagi dua pihak,” terang Dr Kapur.

Penggunaan minyak pelumas saat melakukan hubung seks di masa menstruasi kadang membuat aktivitas ini semakin menarik.

Namun, hal ini justru membuat penis sulit untuk masuk karena mengganggu kontraksi serviks. Efeknya bisa lebih buruk.

Mitosnya adalah wanita tidak dapat hamil pada saat berhubungan saat di masa ia sedang menstruasi.

Walau kemungkinannya kecil, Dr Kapur menjelaskan, kehamilan setelah melakukan hubungan seks pada saat wanita menstruasi bisa terjadi.

“Kemungkinan untuk hamil memang sangat rendah karena siklus ovulasi dimulai setelah 14 hari masa menstruasi. Tetapi ada kasus dimanan wanita hamil karena tingkat kesuburan mereka yang sangat tinggi atau ketika kualitas sperma pria memang sangat sehat.”

Jika pasangan tetap ingin melakukan hubungan seks pada saat pasangan wanitanya sedang menstruasi, apakah ada posisi yang ideal?

“Tidak ada posisi yang spesifik untuk hubungan seks selama menstruasi,” saran Dr Kapur.

Namun, jika ingin tetap melakukan, posisi misionaris disarankan karena posisi ini tidak terlalu berantakan dari segi higienis dan keamanan.

Untuk juga Anda tahu, setiap perempuan mungkin pernah merasa sangat buruk ketika menjelang menstruasi.

Tak urung banyak yang mencemooh mereka dengan sebutan monster atau menyebut untuk tidak mengganggu mereka sama sekali.

Sebenarnya, hal itulah yang disebut dengan sindrom pra menstruasi atau dikenal dengan PMS.

Perempuan yang sedang PMS biasanya akan mengalami gejala fisik dan psikologis yang berdampak pada emosi mereka.

PMS terjadi karena adanya peningkatan hormon pada perempuan yang disebut hormon estroge

Hormon tersebut dinilai sebagai hormon yang penting untuk perkembangan seksual dan reproduksi.

Hormon yang diproduksi oleh sel telur itu berperan dalam masa pubertas seseorang seperti pertumbuhan payudara, rambut kemaluan dan ketiak.

Namun, hormon itu juga berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan lapisan rahim selama awal siklus menstruasi.

Peningkatan hormon estrogen ini membuat seseorang alami gejala PMS seperti payudara tegang dan selalu merasa kurang nyaman dalam beraktivitas.

Normalnya seseorang mengalami PMS selama dua sampai tiga hari menjelang menstruasi.

Tetapi nanti seiring dia mengalami haid maka hormon estrogen itu akan turun

Pengaruh PMS secara psikis, biasanya akan membuat seseorang menjadi depresi, cepat marah dan meledak-ledak, mudah menangis, gelisah, tidak fokus, insomnia dan lebih sering menyendiri atau menarik diri dari lingkungan.

Sedangkan pengaruh PMS secara fisik akan membuat seseorang memiliki nafsu makan yang meningkat, berat badan bertambah, sakit kepala, tangan dan kaki yang membengkak, nyeri, cepat lelah dan perut yang sakit.

Tidak hanya terjadi sebelum masa menstruasi,  PMS pun dapat dialami setelah menstruasi itu terjadi. Meski demikian, tidak semua perempuan akan mengalami PMS.

Tidak sedikit juga perempuan yang merasa terganggu dengan PMS. Biasanya, hal itu berpengaruh ebsar pada kehidupan pribadi dan hubungan dengan orang-orang di sekeliling mereka.

Terdapat sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk menikmati PMS yang sedang terjadi.

Seseorang dapat menikmatinya dengan melakukan terapi relaksasi seperti menarik napas, meditasi dan yoga. Bahkan, terapi seperti pijat pun dapat membantu seseorang untuk lebih santai melewati PMS.

Untuk mengurangi PMS, seseorang pun dapat melakukan diet seperti membatasi konsumsi garam, gula, lemak, kafein, alkohol dan rokok.

Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi sayuran hijau, vitamin B dan olahraga teratur.

Komentar