Tahu Kenapa Minum Air Putih Usai Makan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:07 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda mungkin tahu ataupun tidak tahu kenapa kita minum air putih usai makan.

Dan betulkah  kalau minum sehabis makan bisa bikin sistem pencernaan jadi sakit.

Apa benar, tidak dianjurkan minum segera setelah makan? Seberapa penting minum air sehabis makan?

Semua hal di atas tidak benar.

Tidak betul adanya kalau minum air setelah makan bisa membuat pencernaan jadi sakit. Justru minum air putih selama atau setelah makan sebenarnya membantu pencernaan bekerja dengan baik, lho.

Minum air setelah makan juga terbilang penting untuk kesehatan.

Proses pencernaan yang dimulai dari mulut Anda, di mana air dan cairan yang masuk setelah makan bisa membantu memecah dan melembutkan makanan sehingga tubuh Anda bisa menyerap nutrisi dengan baik.

Selain itu air juga bisa melembutkan feses, sehingga bisa membantu Anda mencegah sembelit.

Minum air putih setelah makan bisa memperbaiki pencernaan Anda.

Lalu, mengonsumsi air saat ataupun setelah makan dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

Misalnya, jika Anda sedang membatasi asupan kalori supaya bisa turun berat badan, Anda mungkin masih merasa lapar setelah makan.

Minum segelas air besar setelah makan menciptakan rasa kenyang, yang bisa membantu mencegah hasrat untuk mendapatkan lebih banyak makanan. Minum air putih sebelum dan selama makan juga memberikan rasa kenyang dan membantu Anda menjaga asupan kalori Anda tetap rendah.

Meski minum air saat dan sesudah makan terbilang penting, namun ada beberapa hal yang harus dihindari. Anda harus menghidari minum air sehabis makan makanan pedas.

Mengapa demikian?

Makanan pedas yang mengandung cabai, lada, paprika, atau merica yang mengandung senyawa khusus yang disebut capsaicin, terbukti dapat menghasilkan sensasi terbakar setelah terpapar jaringan di dalam tubuh manusia.

Saat Anda makan makanan pedas, reseptor rasa sakit, reseptor yang sama yang bertanggung jawab untuk membantu Anda mengetahui bahwa makanan terlalu asam atau panas bisa memicu tubuh mengikat molekul capsaicin.

Hal ini akan menyampaikan sinyal ke otak, bahwa Anda telah memakan sesuatu yang mengandung racun dan berbahaya untuk tubuh.

Terlebih lagi, sinyal nyeri atau bisa dibilang “kepedasan” akan menjadi lebih parah dirasakan, tergantung pada jumlah capsaicin yang ditemukan dalam makanan Anda.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa setelah makan makanan pedas, mata Anda bisa seolah menangis mengeluarkan air, hidung menjadi ingusan, dan tubuhpun berkeringat.

Capsaicin memiliki molekul non-polar dan hanya bisa larut dengan molekul serupa lainnya. Karena air memiliki molekul polar, air pun tidak memiliki efek pendingin untuk tubuh yang sedang merasakan kepedasan.

Anda sebaiknya minum susu atau minuman yang rasanya asam, seperti jus jeruk atau perasan air lemon.

Susu dan minuman yang asam lebih baik untuk “melunturkan” rasa pedas yang tersisa di mulut.

Bagi kebanyakan orang, minum air putih itu sudah seperti bernapas. Bukan masalah suka atau tidak suka, melainkan masalah kebutuhan jasmani.

Akan tetapi, ada saja sebagian orang yang tidak suka air putih. Mereka lebih memilih kehausan atau mencari minuman selain air putih.

Kok bisa, ya?

Ini dia berbagai alasan dan cara mengatasinya.

Tanpa minum air putih, tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga organ-organ tubuh Anda tidak berfungsi dengan baik.

Selain itu, air putih juga menyegarkan dan mampu melepas dahaga. Namun, seseorang bisa saja tidak suka air putih karena hal-hal berikut ini.

Coba perhatikan kalau Anda sering ngidam makanan atau minuman yang manis serta selalu kalap ketika mengonsumsi makanan manis. Anda mungkin saja ketagihan gula.

Orang yang ketagihan gula biasanya lebih menyukai minuman yang ada rasanya, tidak hambar atau tawar seperti air putih.

Ini karena indra pengecap orang yang ketagihan gula baru akan bereaksi secara positif kalau Anda minum minuman seperti teh manis, soda rasa buah-buahan, atau jus kemasan.

Karena tidak terbiasa dengan makanan atau minuman yang hambar, air putih pun jadi terasa tidak sedap di lidah.

Supaya tidak terlalu hambar, tambahkan irisan buah-buahan segar atau rempah dedaunan dalam air putih. Minum infused water memang akan membuat air minum Anda lebih sedap dan manis.

Cobalah untuk menambahkan irisan buah lemon, stroberi, kiwi, anggur, apel, nanas, atau jambu. Rempah dedaunan seperti daun mint juga bisa menambah cita rasa yang khas pada air minum Anda.

Selain rasanya lebih enak, infused water juga tampak lebih berwarna daripada air putih biasa. Hal ini bisa mengecoh pikiran Anda sendiri, seolah Anda sedang minum jus buah yang manis, bukan air putih.

Ada orang yang tidak suka air putih karena setelah minum perut jadi terasa kembung. Nah, ini mungkin karena cara Anda minum salah.

Seharusnya saat perut kosong, minum satu atau dua gelas air putih tidak bikin kembung. Akan tetapi, kalau Anda minum seliter air sekaligus, perut Anda bisa kelebihan cairan. Anda pun jadi merasa kembung dan mual.

Begitu juga kalau Anda baru minum air sesudah makan. Masalahnya, perut Anda sudah dipenuhi makanan dan cairan dari makanan.

Lebih baik sering minum tapi sedikit-sedikit saja. Jangan langsung minum banyak sekaligus. Misalnya minum setengah gelas air putih setiap satu jam.

Anda juga sebaiknya minum air putih sebelum makan atau saat Anda makan. Ini supaya Anda bisa mengukur perut Anda sudah terasa penuh atau belum. Sesudah makan, minum air secukupnya saja, tidak perlu berlebihan.

Hati-hati kalau Anda tidak suka air putih karena rasanya yang aneh atau tidak sedap. Meskipun air minum memang rasanya berbeda-beda, seharusnya air putih rasanya tidak terlalu tajam atau pahit.

Rasa air yang terlalu tajam bisa saja disebabkan oleh pencemaran, penambahan bahan kimia berlebihan, atau keseimbangan Ph air yang berubah.

Kalau air minum di rumah Anda terasa aneh, segera periksa kualitas airnya. Misalnya Anda langganan membeli air minum galon, tanyakan dan pastikan pada penjual bahwa air belum kedaluwarsa dan disimpan di tempat yang ideal.

Bila Anda biasa merebus air dari keran PAM, segera hubungi petugas PAM. Kalau Anda merebus air yang berasal dari sumur tanah, bawa sampel airnya untuk dicek di laboratorium.

Komentar